WSBP Tetapkan 75% dari Laba Bersih Dibagikan Kepada Pemegang Saham

19

Jakarta, 5 April 2018

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan di Gedung Waskita Karya Lt. 11, Ruang Serba Guna pada Kamis (05/04). Terdapat 5 (lima) agenda yang dibahas dalam RUPS Tahunan tersebut, yaitu:

Persetujuan Laporan Tahunan Perseroan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2017. Penetapan Penggunaan Laba bersih Perseroan Tahun Buku 2017. Persetujuan Pemegang Saham untuk melimpahkan Kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan perihal penunjukan Akuntan Publik yang akan melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2018. Penetapan besarnya Gaji Direksi, Honorarium Dewan Komisaris tahun 2018 dan Tantiem bagi Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Tahun Buku 2017. Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil IPO (Initial Public Offering). Persetujuan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan.

Pada Agenda Pertama, Menyetujui Laporan Tahunan Perseroan termasuk Pengesahan Laporan Keuangan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2017, yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Satrio Bing Eny & Rekan (Member of Deloitte Touche Tohmatsu Limited) sesuai Laporannya Nomor : GA118 0108 WBP PDS Tanggal 28 Februari 2018, dengan demikian memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindakan pidana dan tercermin dalam laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku 2017.

Pada Agenda Kedua, yakni Penetapan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2017. RUPS menyetujui penggunaan Laba Tahun Berjalan Tahun Buku 2017 sebesar Rp 1.000.330.150.510 sebagai berikut:

Sebesar Rp 750.247.612.883,- (75% dari laba bersih) dibagikan sebagai Dividen Tunai kepada Pemegang Saham. Sebesar Rp 50.016.507.525,- (5% dari laba bersih) digunakan sebagai “cadangan” sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Sisanya dimasukkan sebagai laba ditahan. Pada Agenda Ketiga, RUPS memberikan melimpahkan Kewenangan kepada Dewan Komisaris Perseroan perihal penunjukan Akuntan Publik yang akan melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada 31 Desember 2018. Pada Agenda Keempat, Penetapan besarnya Gaji Direksi, Honorarium Dewan Komisaris tahun 2018 dan Tantiem bagi Anggota Direksi dan Anggota Dewan Komisaris Tahun Buku 2017.

Pada Agenda Kelima, Perseroan melaporkan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Saham dengan rincian sebagai berikut:

Sisa dana hasil Penawaran Umum Saham Perdana per 31 Desember 2017 sebesar Rp 674.327.689.479 atau sebesar 13,29% ditempatkan di Giro & Deposito Dana tersebut akan dipergunakan untuk kepentingan modal kerja dan ekspansi Perseroan. Pada Agenda Keenam, RUPS menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan. Sekilas Kinerja Keuangan 2017 Kinerja keuangan Perseroan pada 2017 menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Pendapatan usaha Perseroan mengalami peningkatan 50,60% menjadi Rp 7,10 triliun pada 2017 dibandingkan periode yang sama 2016 yang tercatat Rp 4,72 triliun. Laba bersih yang dibukukan pun meningkat tajam sebesar 57,58% menjadi Rp 1,00 triliun dari Rp 634,82 miliar pada periode 2016.

Perseroan optimistis kinerja keuangan dapat kembali meningkat pada 2017 didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang kondusif. Apalagi Pemerintah berkomitmen untuk terus mengejar target pembangunan tol sepanjang 1.000 kilometer yang menjadi salah satu katalisator permintaan beton precast. Pada Triwulan I 2018, WSBP berhasil membukukan nilai kontrak sebesar Rp 2,12 triliun. Dengan total target kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pencapaian kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 11,03 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari proyek Jalan Tol Semarang-Batang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder Seksi II, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, dan proyek Jalan Tol Kunciran-Parigi, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo Sehingga total nilai kontrak dikelola per Triwulan I 2018 adalah sekitar Rp 16,25 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, dan proyek Jalan Tol Kraksaan-Probolinggo.

Kemudian, Per akhir Desember 2017, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) memiliki kapasitas produksi beton precast terbesar yakni 3,25 juta ton per tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 72 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi ditargetkan menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

Source WSBP Tetapkan 75% dari Laba Bersih Dibagikan Kepada Pemegang Saham

Leave A Reply

Your email address will not be published.