Kenya Belajar Sistem Ketahanan Pangan Dari Indonesia

9

03 Oktober 2017

Jakarta РSebanyak delapan orang delegasi dari Kenya melakukan studi banding di Indonesia untuk mempelajari pengalaman dan kebijakan Indonesia dalam ketahanan pangan beserta implementasinya dalam sistem pemerintahan desentralisasi. Delegasi pimpinan Penasihat teknis Sekretaris Kabinet Muo Hamisi Williams itu, dalam siaran pers di Jakarta, Senin, juga didampingi oleh ahli dari strategi pertumbuhan sektor pertanian, pejabat dari Kementerian Pertanian, Perikanan dan Peternakan, perwakilan Dewan Gubernur dan pemuda.

Studi banding itu salah satu agenda dalam program “Dampak Ketahanan Pangan dan Gizi, Ketahanan, Keberlanjutan dan Transformasi” (FIRST) yang didukung oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) dan Uni Eropa dengan tujuan menyediakan mekanisme pendampingan untuk meningkatkan ketahanan pangan.

“Cukup berkesan bagi kami saat mempelajari mekanisme koordinasi antarsektor dan antarkementerian yang kuat yang dimiliki Indonesia, dan bagaimana tingkat pemerintah yang berbeda (Nasional, Provinsi dan Kabupaten) berhasil memberi layanan yang harmonis sampai ke tingkat petani,” kata Muo Hamisi Williams.

Kegiatan yang berlangsung selama enam hari pada 25-30 September itu mempertemukan para delegasi dari Kenya dengan sejumlah pihak seperti Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Kementerian Koordinator Ekonomi, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Badan Urusan Logistik (BULOG). Para delegasi berkonsultasi dengan para pejabat Indonesia terkait sistem perencanaan provinsi dan nasional, kerja sama tiap tingkat pemerintah untuk ketahanan pangan khususnya program khusus swasembada beras, jagung dan kedelai. Kenya mempelajari sistem itu dikarenakan sistem pemerintahan Kenya mulai desentralisasi pada Maret 2013, sejumlah tantangan seperti ketahanan pangan di tiap daerah mendorong negara itu untuk belajar dari Indonesia yang memiliki pengalaman cukup lama dalam sistem pemerintahan desentralisasi.

“Indonesia memulai proses desentralisasi pada 1998 dan memiliki pengalaman panjang dalam melaksanakan sistem desentralisasi. Kerja sama selatan-selatan adalah mekanisme yang sangat baik bagi negara-negara berkembang untuk berbagi pengetahuan terkait kebijakan yang berhasil untuk diterapkan di negara lain,” Athifa Ali, Pejabat Program di Divisi Kemitraan dan Kerja Sama Selatan-Selatan.

Source Kenya Belajar Sistem Ketahanan Pangan Dari Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.