Waduh Banyak Pedagang Belum Tahu Soal Ketentuan Het Beras

14

25 September 2017

Jakarta – Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) menyatakan masih terdapat pedagang yang belum mengetahui adanya ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras meski aturannya sudah diberlakukan sejak 1 September 2017 dan mulai efektif Senin ini. Pemberlakuan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras. Aturan tersebut turut menjangkau pasar tradisional setelah pasar modern menerapkannya.

“Banyak yang belum tahu, banyak. Sosialisasinya, jadi gini, sosialisasinya kapan, siapa yang melakukan, karena kalau diomongin di TV (televisi), pedagang itu kan enggak tiap hari nonton TV,” kata Sekretaris Jenderal APPI Ngadiran ketika dihubungi Okezone di Jakarta, Senin (25/9/2017).

Selain televisi, informasi seputar HET juga terbit di Surat Kabar dan media massa berbasis online. Namun sayangnya, kata Ngadiran, pedagang juga memiliki keterbatasan akses ke sana terlalu sibuk berdagang.

“Kalau disosialisasikannya hanya kepada orang-orang tertentu ya pedagang itu kan dagang saja, enggak nonton TV,” lanjut Ngadiran.

Adapun, HET untuk beras medium dan beras premium wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi ditetapkan sebesar Rp9.450 per kilogram (kg) dan Rp12.800 per kg. Kemudian, wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Sumatera sebesar Rp9.950 per kg dan Rp13.300 per kg sedangkan Papua dan Maluku sebesar Rp10.250 per kg dan Rp13.600 per kg.

“Jadi gini, kalau misalnya buat edaran (mengenai penerapan HET), pedagang itu dapat edaran enggak? Yang dapat itu siapa, di mana dapatnya, maunya itu kepada pedagang besar atau kepada pedagang pengecer. Masalahnya kepada siapa,” tandasnya.

Source Waduh Banyak Pedagang Belum Tahu Soal Ketentuan Het Beras

Leave A Reply

Your email address will not be published.