Upgrade Kompetensi Asisten Muda Bagian Tanaman sebagai Ujung Tombak Pabrik Gula Hadapi MEA 2015 (Bagian I)

2

Senin, 30 Maret 2015 | Lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin ASEAN sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang. Ini dilakukan agar daya saing ASEAN meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.

Dari aspek ketenagakerjaan, terdapat kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka ragam. Selain itu, akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan tertentu. MEA juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan untuk mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Dalam hal ini dapat memunculkan risiko ketenagakerjaan bagi Indonesia. Dilihat dari sisi pendidikan dan produktivitas, tenaga Indonesia masih kalah bersaing dengan tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand membuat Indonesia berada pada peringkat keempat di ASEAN.

Aspek tenaga kerja dalam hal ini sumber daya manusia (SDM) di PT Perkebunan Nusantara X merupakan hal yang sangat pokok, banyak pekerjaan-pekerjaan yang melibatkan ahli-ahli khusus terutama di bidang pergulaan yaitu unit usaha gula (pabrik gula). Di era modern seperti sekarang, tenaga kerja dengan pendidikan tinggi sangat diandalkan oleh suatu perusahaan dalam melaksanakan proses-proses produksi agar tercipta sebuah produk yang berkualitas tinggi.

Sebuah perusahaan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 pasti akan berlomba-lomba untuk mendapatkan tenaga kerja yang mumpuni dan meng-upgrade kemampuan dan skill setiap pekerjanya dengan pelatihan-pelatihan yang akan berguna meningkatkan hard skill atau soft skill dalam bekerja.

Hal yang sangat penting di PT Perkebunan Nusantara X khususnya unit usaha pabrik gula adalah ketersediaan bahan baku tebu yang dominan berasal dari tebu rakyat dalam hal ini adalah milik petani. Di Bagian Tanaman sendiri terdapat petugas yang merupakan ujung tombak di lapangan dalam mengurusi, mengawasi, dan mengontrol semua proses penyediaan bahan baku yang sering disebut Petugas Tebu Rakyat Intensifikasi (PTRI) atau berdasar struktur organisasi baru Asisten Muda II (Asmud II). Secara peran maupun fungsi, petugas ini memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup sebuah pabrik gula. Asmud II hampir setiap hari bekerja dan bertemu secara langsung dengan para petani, tugas dan tanggung jawab mereka meliputi pendaftaran areal, penyeleksian petani, administrasi pendanaan (biaya garap) sampai proses tebang muat angkut.

Pada prinsipnya, pabrik gula menjalankan kegiatannya berpedoman pada asas kemitraan dengan petani, pabrik gula bersinggungan langsung dengan petani melalui para petugas bagian tanaman, di masing-masing pabrik gula karakter petani maupun Asmud II berbeda-beda, kebanyakan para Asmud II sudah bekerja rata-rata lebih dari 5 tahun dengan pendidikan antara SLTP-S1 yang kebanyakan adalah lulusan SPMA atau setingkat SLTA. Dengan latar belakang ini persiapan pabrik gula dalam menghadapi MEA 2015 setidaknya patut dipertanyakan, para Asmud II dirasa kurang bekal dalam hal hard skill maupun soft skill, di banyak pabrik gula Asmud II hanya dibekali pengetahuan yang terbatas tentang budidaya sampai proses tebang muat angkut yang secara umum masih menggunakan metode konvensional, mereka mengetahui hal-hal tentang tanaman tebu umumnya secara otodidak, kebiasaan dan “turun temurun” dari yang diajarkan seniornya. Dalam berkomunikasi dengan petani pun mereka sekedar hanya menjelaskan, mendengar dan kadang tanpa memberi solusi yang baik.

Source Upgrade Kompetensi Asisten Muda Bagian Tanaman sebagai Ujung Tombak Pabrik Gula Hadapi MEA 2015 (Bagian I)

Leave A Reply

Your email address will not be published.