Uji Coba Sistem Penyaluran Bantuan Sosial Secara Digital Diperluas ke Surabaya

29

Surabaya, 6 Agustus 2016 – Kerja sama Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam pengembangan teknologi dan sistem penyaluran bantuan sosial atau subsidi non tunai terus diperluas dan memasuki babak baru. Kini, sistem penyaluran bantuan sosial atau subsidi yang dibangun tersebut diterapkan di salah satu kota besar di Indonesia, yaitu di Surabaya, Jawa Timur.

Sebelumnya, Kemensos dan BNI telah mengujicoba dan mengoperasikan sistem tersebut untuk penyaluran bantuan sosial PKH dan RASTRA secara simultan di 3 kota yaitu Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto. Pada kesempatan di Surabaya ini juga diujicoba fitur baru, yaitu Penyaluran Subsidi Pupuk dan LPG 3 kilogram.

Uji coba Sistem Penyaluran Bantuan Sosial atau Subsidi di Surabaya, Jawa Timur dilaksanakan di Kelurahan Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, Sabtu (6 Agustus 2016). Uji coba dilaksanakan oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, sekaligus meresmikan e-Warung KUBE (Kelompok Usaha Bersama) bernama Warung Sidosermo Sejahtera yang dikelola oleh Suparmi. Menteri Sosial juga berkesempatan mengujicoba transaksi di e-Warung KUBE lainnya, yaitu e-Warung KUBE Jagir Berkah yang dikelola Lailatus Syiami yang berada di Kelurahan Jagir, Wonokromo, Surabaya.

Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini M Soemarno, Wakil Walikota Surabaya Whisnu Sakti Buana, Direktur Utama Petrokimia Gresik Nugroho Christijanto, Direktur Utama BNI Achmad Baiquni, dan Wakil Direktur Utama BNI Suprajarto.

Warung Ibu Suparmi digolongkan sebagai e-Warung KUBE atau Elektronik Warung yang merepresentasikan proses transaksi atau pembayaran yang dapat dilakukan secara non tunai karena menggunakan aplikasi ’mini-market’ yang terintegrasi untuk pencatatan penjualan dan persediaan dan Kartu yang dikembangkan BNI, yaitu Kartu Masyarakat Indonesia Sejahtera. Kartu tersebut dilengkapi e-wallet yang memungkinkan satu kartu dipergunakan untuk berbagai program sosial atau subsidi, sehingga lebih praktis bagi masyarakat penerima bantuan sosial. Menteri BUMN berkesempatan menyerahkan Kartu Masyarakat Indonesia Sejahtera kepada Mensos yang kemudian disampaikan kepada penerima manfaat.

Pada kesempatan di Surabaya ini, Kemensos dan BNI menguji coba penggunaan Kartu Masyarakat Indonesia Sejahtera, yaitu belanja di e-Warung KUBE menggunakan Kartu Masyarakat Indonesia Sejahtera. Pada waktu yang sama, Mensos dan Menteri BUMN menguji coba penyaluran subsidi pupuk dan gas dengan menggunakan kartu yang sama.

E-Warung KUBE seperti yang dikelola Suparmi dan Lailatus Syiami dapat dikembangkan lebih lanjut fungsinya sebagai keagenan Branchless Banking, atau yang disebut sebagai Agen 46, untuk memperoleh berbagai manfaat dan nilai tambah. Nilai tambah itu antara lain adalah peluang perluasan bisnis pembayaran Listrik, Telpon, Pulsa, dan lain sebagainya.

Dengan dukungan sistem BNI tersebut, bantuan sosial yang diterima masyarakat yang berhak menerima akan dilakukan secara non tunai, dimana bantuan sosial akan langsung masuk ke rekening Penerima Manfaat dan selanjutnya dapat digunakan untuk membeli barang yang telah ditetapkan, tarik tunai, atau tetap disimpan di dalam Tabungan. Kartu Masyarakat Indonesia Sejahtera juga dapat difungsikan sebagai kartu Debit yang dapat bertransaksi di Anjungan Tunai Mandiri. Pada uji coba di Surabaya, Menteri Sosial dan Menteri BUMN juga menguji coba penarikan bantuan sosial melalui BNI Layanan Gerak dengan menggunakan Kartu Masyarakat Indonesia Sejahtera.

Manfaat
Sistem penyaluran bantuan sosial dan subsidi ini memiliki banyak keuunggulan, diantaranya, Pertama, sistem penyaluran bantuan sosial dan subsidi ini sudah menggunakan mekanisme penyaluran non tunai, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menghendaki agar mekanisme pemberian bantuan sosial dapat terintegrasi dengan sistem digital perbankan, sehingga program bantuan sosial dan subsidi dapat disalurkan secara lebih efektif, efisien, transparan dan tepat sasaran. “Kami juga melengkapi dengan fitur monitoring dan reporting, yang dapat membantu dan memudahkan manajemen Kementrian Sosial dalam mengelola berbagai program bantuan,? ujar Baiquni.

Kedua, penyaluran bantuan menggunakan Kartu Multifungsi BNI Masyarakat Indonesia Sejahtera, yang dilengkapi dengan fitur e-wallet yang memungkinkan satu kartu dipergunakan untuk berbagai program bantuan sosial dan subsidi. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Kelompok Usaha Bersama (KUBE), Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Sarana Lingkungan (SARLING), Bantuan Familly Support, Bantuan Tenaga Pendamping, dan lain sebagainya, termasuk Subsidi Beras Sejahtera (RASTRA).

Hal ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat penerima bantuan sosial dan subsidi, karena sangat praktis dan ekonomis. Sehingga nanti tidak akan ada lagi cerita bahwa semakin miskin seorang warga maka dompetnya akan semakin tebal karena jumlah kartu bantuannya yang banyak. Cukup 1 kartu saja untuk segala jenis bantuan/ subsidi.

Ketiga, platform yang dikembangkan ini sangat mendukung terciptanya sinergi BUMN, karena bersifat terbuka (open system) sehingga dapat digunakan oleh seluruh bank HIMBARA. Selain itu platform ini juga dapat diintegrasikan dengan BUMN lain yang berperan sebagai supplier bagi agen penyaluran bantuan sosial dan subsidi (seperti: Bulog untuk beras, PIHC untuk pupuk, Pertamina untuk LPG 3kg, dan RNI untuk gula). Kondisi tersebut dapat membangun efisiensi melalui sinergi BUMN yang lebih luas dan memiliki multiplier effect yang bermakna bagi kesejahteraan masyarakat dan perekonomian bangsa. Hal tersebut sejalan dengan semangat “BUMN Hadir Untuk Negeri? untuk terus memberikan kontribusi melalui aksi kerja nyata yang bermanfaat bagi negeri.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Kiryanto, Corporate Secretary BNI
Telp: 021-5728387, Email: [email protected]

Source Uji Coba Sistem Penyaluran Bantuan Sosial Secara Digital Diperluas ke Surabaya

Leave A Reply

Your email address will not be published.