Tingkatkan Pelayanan dengan Mantapkan Pandu Tunda

12

25 Februari 2016

Surabaya – Konsep inilah yang dihadirkan manajemen PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III Cabang Tanjung Perak di hadapan sekitar 160 undangan yang menghadiri Sosialisasi Petunjuk Teknis dan Standard Operating Procedure (SOP) serta Sharing Session Pelayanan Pemanduan dan Penundaan di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) tahun 2016, Kamis (25/2/2016). Konsep yang identik dengan kegiatan pengurukan tanah dialihmaknakan menjadi sebuah akronim yang berarti regulasi, deklarasi dan sistem informasi. Pelindo III Cabang Tanjung Perak memang mendesain acara tersebut dengan 3 (tiga) agenda utama yaitu sosialisasi Petunjuk Teknis dan SOP Pelayanan Pemanduan dan Penundaan (regulasi), deklarasi Pakta Integritas oleh para Pandu dan sosialisasi penggunaan aplikasi Anjungan Korporat (sistem informasi).

Bertempat di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN), kegiatan bertajuk “Committed to Change” ini bertujuan untuk mewujudkan harapan para stakeholder dan pengguna jasa yang mendesak adanya peningkatan kualitas pelayanan pelayanan pandu dan tunda di Pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik. Hal tersebut diungkapkan Bambang Hasbullah, Deputi General Manager bidang Operasi, saat menyampaikan kata sambutan.

“Forum ini sekaligus menjadi wadah diskusi untuk menerima masukan dari para pengguna jasa dan memudahkan pemahaman tentang alur proses pelayanan, ” ujar Bambang menjelaskan.

Pada kesempatan tersebut, hadir pula Kepala Syahbandar Kelas Utama Pelabuhan Tanjung Perak, Bay M. Hasani, yang menjadi representasi pemerintah dalam hal pengawasan kegiatan pemanduan dan penundaan di Pelabuhan Tanjung Perak. Pria yang baru saja menjabat 1,5 bulan di Pelabuhan Tanjung Perak ini memberi apresiasi atas inisiatif Pelindo III Cabang Tanjung Perak menggelar kegiatan sosialisasi tersebut.

“Mempertemukan stakeholder dan para pengguna jasa dalam satu forum adalah kesempatan langka di lingkungan kepelabuhanan, namun Pelindo III sanggup mewujudkan itu pada pagi hari ini” puji Bay. Lebih lanjut Bay juga menuturkan pentingnya pemanduan dan penundaan dalam mewujudkan keselamatan berlayar dan kelancaran kegiatan operasional pelabuhan.

Acara berlanjut dengan penyampaian materi yang diberikan oleh empat narasumber yang berasal dari Pelindo III selaku penyedia jasa pemanduan dan penundaan dan Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak selaku perwakilan pemerintah dalam hal pengawasan kegiatan pemanduan dan penundaan. Mereka adalah Amiroel Kusni (Manager Pelayanan Kapal Cabang Tanjung Perak), Agus Pudjotomo (Asisten Senior Manager Pelayanan Kapal), Ismartadianto (Senior Manager Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan Guritno (Kepala bidang Keselamatan Pelayaran Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak).

Menurut Agus Pudjotomo, Pelindo III masih terkendala oleh sejumlah permasalahan, seperti: lamanya waktu tunggu pelayanan pemanduan/penundaan, rendahnya utilitas dermaga, turunnya produksi dan pendapatan perusahaan dari sektor pelayanan kapal serta sistem informasi yang belum terintegrasi. Sehingga, manajemen memandang perlu adanya perumusan strategi peningkatan pelayanan yang salah satunya adalah sosialisasi SOP Pemanduan dan Pelayanan. Lebih lanjut, ia juga membeberkan strategi lain dari aspek operasional, yaitu melakukan penataan zona labuh dan konsep klasterisasi bagi kapal-kapal yang menunggu pelayanan di area labuh.

’’Klasterisasi itu penting untuk memudahkan pengaturan kapal,’’ imbuhnya mengakhiri paparan.

Sebagai pemateri kedua, Guritno tampil untuk menjelaskan Sistem dan Prosedur (sispro) Pelayanan Pemanduan dan Penundaan Kapal dimana regulasi tersebut menjadi referensi penyusunan prosedur pelayanan. Menurutnya, pihak Syahbandar selaku perwakilan pemerintah yang menjalankan fungsi pengawasan selama ini telah mengidentifikasi beberapa pelanggaran di dalam praktik pelayanan pemanduan dan penundaan. Salah satunya adalah, terdapat kapal yang berukuran GT diatas 500 yang berolah gerak tanpa pandu.

‘’Kebanyakan kapal yang berolah gerak tanpa pandu adalah kapal-kapal kecil (panjang < 100 meter)” ungkapnya.

Maka dari itu, koordinasi dan kesamaan tindakan dalam pengaturan, penertiban serta pengawasan antara Penyelenggara Pelabuhan, Operator Pelabuhan dan Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran perlu diupayakan.

’’Diharapkan Sispro ini dapat dilaksanakan secara konsisten sehingga dapat meningkatkan pelayanan pemanduan dan penundaan di pelabuhan Tanjung Perak,’’ kata Guritno.

Tidak berhenti pada gagasan konseptual, Pelindo III juga mengembangkan sistem informasi yang bertujuan untuk mempercepat pelayanan pemanduan dan penundaan melalui aplikasi berbasis web yaitu Anjungan Korporat.

“Anjungan ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan bagi para pengguna jasa yang memerlukan pelayanan pandu/tunda,” kata Ismartadianto dalam presentasinya. Setidaknya terdapat tiga manfaat yang akan didapat pengguna jasa yaitu kecepatan proses pelayanan, penyederhanaan administrasi dan keamanan pembayaran.

Antusiasme para undangan semakin besar ketika sesi tanya jawab dibuka. Ketertarikan mereka tertuju pada kehandalan aplikasi Anjungan Korporat. Ini seperti yang dikemukakan oleh Zainul dari PT Varia Usaha Lintas Segara.

“Jika terjadi pembatalan transaksi, apakah dimungkinkan untuk melakukan refund secara langsung?” tanyanya. Ismartadianto merespon bahwa proses refund ini perlu dikoordinasi terlebih dahulu dengan Divisi Keuangan.

“Secara paralel, kami juga sedang mengembangkan fasilitas pembatalan pada aplikasi Anjungan Korporat untuk mengakomodasi potensi pembatalan transaksi,” terang pria yang akrab disapa Memet ini. Pelindo III juga menyediakan akses call center sebagai media pelaporan dan penanganan keluhan pengguna jasa.

Menutup kegiatan sosialisasi ini, Pelindo III Cabang Tanjung Perak memfasilitasi para pandu untuk mendeklarasikan Pakta Integritas yang menegaskan komitmen dan kesungguhan mereka dalam menjalankan tugas. Para undangan mendengar pembacaan isi Pakta Integritas dengan khidmat. Bagi Rahandhi, salah satu peserta dari PT Buana Nusantara, sosialisasi ini penting bagi perusahaannya untuk meningkatkan pemahaman tentang prosedur pelayanan pemanduan dan penundaan.

“Kami jadi lebih tahu tentang alur proses pelayanan pandu dan tunda di Tanjung Perak,” jelasnya.

Pasca sosialisasi, Pelindo III Cabang Tanjung Perak akan berkorespondensi dengan para pemilik TUKS terkait profil terminal dan juga dengan pengguna jasa terkait kriteria terminal yang dibutuhkan. Kompilasi data tersebut akan memudahkan perencanaan alokasi pandu dan armada kapal pandu/tunda yang diharapkan mendongkrak produktivitas pelayanan kapal.

Source Tingkatkan Pelayanan dengan Mantapkan Pandu Tunda

Leave A Reply

Your email address will not be published.