Tiga Anak Usaha PTPN III Bersiap IPO

13

20 Agustus 2019 | Jakarta – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III (Persero) yang merupakan induk dari BUMN perkebunan, berencana melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) saham untuk tiga entitas anak usahanya pada tahun depan. Dari IPO ketiga entitas tersebut, PTPN menargetkan dana segar hingga Rp 4,5 triliun.

Chief Financial Officer PTPN III Mohammad Yudayat menjelaskan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memang mendorong perusahaan dan anak usaha BUMN untuk melakukan IPO. Dari 14 entitas yang ada di holding perkebunan, ada tiga perusahaan yang berpeluang IPO, yakni PTPN IV, PTPN V dan PTPN VI.

“Anak usaha memang kami dorong untuk IPO agar lebih terbuka dan profesional,” ujar dia saat ditemui di Kantor PTPN, Jakarta, Senin (19/8).Sampai saat ini, IPO tersebut masih dalam proses dan konsultasi dengan pihak yang berkaitan. Adapun besaran saham yang akan dilepas ke masyarakat dalam IPO tersebut mencapai 30%. “Kalau saham yang dilepaskan ke publik 30%, maka satu entitas bisa meraih dana setidaknya Rp 1,5 triliun,” ujar dia.Lebih lanjut, untuk PTPN III, perseroan membutuhkan pendanaan sebesar Rp 15 triliun. Perseroan sudah mengantongi Rp 9 triliun dari Rp 15 triliun dana yang dibutuhkan.

“Sebanyak 9 triliun sudah dipenuhi, kami tinggal mencari Rp 6 triliun lagi dari kredit perbankan atau sindikasi perbankan. Dominasinya memang dari perbankan,” jelas dia.Namun demikian, perseroan juga mengincar pendanaan dari pasar modal. Salah satunya melalui penerbitan sukuk. Yudayat menjelaskan, perseroan sudah menerbitkan sukuk sebesar Rp 500 miliar pada Februari 2019.

Kemudian perseroan menawarkan sukuk lagi yang merupakan bagian dari Sukuk Ijarah II Tahun 2019 dengan nilai total Rp 2 triliun. PTPN III telah menerbitkan sebesar Rp 1 triliun dari nilai Rp 2 triliun tersebut pada 19 Agustus 2019. Perseroan mengemas sukuk tersebut dalam Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT). PTPN III bekerja sama dengan PT PNM Investment Management (PNM-IM) dalam memasarkan produk tersebut.

Direktur Utama PNM IM Bambang Siswaji mengungkapkan, minat investor cukup tinggi terhadap produk RDPT dengan underlying sukuk tersebut. Pasalnya, instrumen investasi syariah ini bisa dibeli oleh investor konvensional maupun investor syariah.

“Sampai hari ini sudah ada pemesanan yang masuk sebesar Rp 856 miliar, yang berikutnya akan terus masuk. Mayoritas investor yang membeli adalah investor institusi, tapi juga ada investor high net-worth individual,” papar dia.

Setelah penerbitan sukuk Rp 1 triliun tersebut, Bambang mengungkapkan, PTPN akan kembali menerbitkan sukuk sebesar Rp 1 triliun pada November 2019. Sukuk ini menurut rencana akan dikemas dalam bentuk RDPT.

Yudayat melanjutkan, dana yang diperoleh dari sukuk tersebut sekitar Rp 500 miliar akan digunakan untuk investasi. Sementara sebesar Rp 500 miliar sisanya akan digunakan untuk membangun pabrik dan modal kerja.

Source Tiga Anak Usaha PTPN III Bersiap IPO

Leave A Reply

Your email address will not be published.