Tes Alkohol, Ketatnya Prosedur di Dermaga Offshore Pelabuhan Tenau Kupang

14

05 Februari 2015

Ada yang perbedaan antara ketika masuk ke dermaga penumpang Sasando dan Helong, Tenau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan masuk ke kawasan dermaga multipurpose yang dioperasikan Saipem, sebuah perusahaan patungan internasional. Kalau masuk dermaga penumpang yang oleh Pelindo III Cabang Kupang mulai ditertibkan sejak akhir tahun lalu, hanya perlu menunjukkan tiket keberangkatan kapal kepada petugas. Tapi, untuk masuk ke kawasan dermaga yang dioperasikan oleh Saipem itu, super ketat.

Begitu masuk ke pintu gerbang, dua orang petugas keamanan berseragam, langsung mengampiri. Tamu harus  mengisi buku tamu untuk menuliskan nama, asal, tujuan, dan jam kedatangan berikut tanda tangan. Yang menarik, setelah tanda tangan, setiap orang menjalani tes kadar alkohol dalam tubuh. Tes itu wajib dilakukan bagi setiap orang yang masuk ke sana. Kalau dalam sehari 10 kali keluar masuk, maka 10 kali pula dia harus menjalani tes alkohol tersebut.

Caranya, cukup meniup pada sebuah alat elektronik yang sekilas menyerupai telepon genggam dengan selang kecil sekali pakai yang disediakan oleh petugas. Dengan meniup alat tersebut bisa diketahui berapa kadar alkohol yang dikonsumsi seseorang pada saat tersebut. Kalau tidak mengonsumsi alkohol, maka angka yang muncul pada alat tes alkohol tersebut  menunjukkan angka nol. Saat ada orang yang akan memasuki area terbatas tersebut, baik pekerja maupun pengunjung. Sesuai dengan program tetap (protap), orang tersebut harus menjalani tes alkohol. “Mohon ijin bapak, kami harus tes alkohol dulu baru bapak boleh masuk,” jelas Jonathan Ndolu salah seorang anggota petugas keamanan yang menjaga pintu tersebut, dengan ramah namun sigap.

Jika angka alat tes alkohol menunjukkan angka nol, orang tersebut dipersilakan untuk masuk ke kawasan pelabuhan yang dipagar keliling setinggi dua setengah meter tersebut. Karena dipagar tinggi, tentu sulit untuk orang yang tidak berkepentingan menyusup ke sana. Di dermaga nampak sebuah kapal bernama Danzigergracht sedang membongkar pipa yang dibawa dari Kuantan, Malaysia. Pipa itu akan diangkut ke lokasi pengeboran gas yang berlokasi di lepas Pantai Darwin, Australia Barat.

Sedangkan di lapangan, nampak pula sejumlah peralatan kerja yang tertata rapi. Ada beberapa lampu sorot, mesin diesel bila sewaktu-waktu pasokan listrik PLN putus bisa digunakan sebagai cadangan tenaga, ada pipa air dan sebagainya. Semuanya sudah tersedia di halaman tersebut, sehingga pekerjaan pun tidak akan terganggu karena faktor minor. Masih tentang larangan bagi peminum alkohol yang dilarang masuk ke dermaga. Siapa pun yang masuk ke sana, tak satu pun yang lepas dari tes alkohol yang merupakan protap perusahaan tersebut. “Semua orang yang masuk ke sini, wajib menjalani tes alkohol,” kata Jonathan Ndolu penuh bersemangat, menjelaskan pada saya.

Lantas bagaimana kalau tamu atau karyawan yang terdapat  kadar alkohol pada tubuhnya? “Kalau ada kadar alkohol seberapa pun kecilnya, pasti kami tolak untuk masuk. Ini sudah merupakan ketentuan,” tambah Jonathan putra kelahiran Kupang berdarah Sabu ini, sembari tersenyum. “Protapnya memang demikian. Tidak boleh lagi ada tawar-menawar,” tambahnya lagi dengan serius. Hal itu tidak hanya diberlakukan pada tamu. Tapi untuk semua orang yang masuk ke kawasan tersebut, termasuk karyawan atau pejabat yang masuk harus menjalani pemeriksaan alkohol. Hal ini karena ada keterkaitan dengan risiko tatkala berada di komplek dermaga ini. Sebab, pekerjaannya sangat berbahaya kalau ada yang minum alkohol. “Kalau dia lagi pusing atau mabuk kan berbahaya. Apalagi yang dikerjakan di kawasan ini banyak barang-barang berat dan berbahaya,” kata Iman, manager operasi Pelindo III menambahkan.

Source Tes Alkohol, Ketatnya Prosedur di Dermaga Offshore Pelabuhan Tenau Kupang

Leave A Reply

Your email address will not be published.