Tertarik dengan Industri Gula, Menteri Laos Kunjungi Pabrik Gempolkrep

18

Selasa, 27 Agustus 2019 | Dalam rangka mengembangkan sektor perekonomian, Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama dengan Laos. Kerjasama yang pertama kali dibangun di empat bidang ini diproyeksikan akan mencapai nilai kerjasama sebesar Rp 28 Triliun.

Duta Besar Indonesia untuk Laos Pratito Soeharyo menyebutkan empat bidang tersebut meliputi bidang kereta api termasuk di dalamnya pembangunan railway dari Vietnam menuju Laos, bidang agrikultur, bidang pertambangan timah dan potasium, serta pemilihan batubara untuk pembangkit listrik di Laos.

“Total nilai investasi ini hampir mencapai US$ 2 billion atau kurang lebih Rp 28 triliun,” kata Pratito kepada wartawan di Pabrik Gula (PG) Gempolkrep, Kecamatan Gedeg, Mojokerto, Senin (26/8).

Pratito menjelaskan kunjungan ini merupakan tindak lanjut MoU antara Indonesia dengan Laos. Dalam kunjungan ini Menteri dari Kantor Perdana Menteri Laos membawa tiga wakil menterinya dari bidang pertanian, public works dan bidang penanaman modal. Mereka ingin melihat kemajuan teknologi Indonesia yang akan mereka gunakan di Laos.

Salah satu bentuk kerja sama bidang agrikultur yang akan dijalin antara Indonesia dan Laos adalah produksi gula kristal putih. Oleh sebab itu, delegasi dari Laos meninjau proses produksi gula di PG Gempolkrep milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Rencananya, Laos akan menyediakan lahan di negaranya untuk membangun pabrik gula dengan kapasitas giling minimal 10.000 TCD. Pembangunan hingga pengoperasian pabrik gula tersebut akan bekerjasama dengan Indonesia. Produk gula pabrik tersebut akan dijual di Laos dan sekitarnya, Tiongkok, serta di Indonesia sendiri.

“Mereka meminta Indonesia untuk membantu supaya mereka bisa marketing di sana. Di samping itu produk mereka juga bisa memenuhi pasar di sini sendiri yang saat ini kurang,” terang Pratito.

Pratito berharap, pasca kunjungan delegasi Laos di tanah air, kerjasama yang sudah disepakati bisa segera direalisasikan. Selain itu, investasi Indonesia di Laos diharpkan lebih lancar.

“Ini adalah kesempatan pertama Indonesia untuk investasi di negara-negara CLMV; Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam,” tandasnya.

Delegasi dari Pemerintah Laos terdiri dari Alounkeo Kittikhoun, Menteri dari Kantor Perdana Menteri Laos dan Somboun Phongsavanh, Ketua Komite Pemegang Saham Pongsavanh Group, perusahaan minyak asal Laos.

Mereka disambut Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo dan General Manager (GM) PG Gempolkrep beserta jajarannya. Delegasi dari Laos juga sempat melihat langsung produksi gula kristal di dalam pabrik.

Source Tertarik dengan Industri Gula, Menteri Laos Kunjungi Pabrik Gempolkrep

Leave A Reply

Your email address will not be published.