Terminal Teluk Lamong Siapkan Angkutan Barang Berbasis Kereta Api

24

11 April 2016

Surabaya – Kecepatan serta ketepatan pelayanan yang dimiliki Terminal Teluk Lamong (TTL) semakin ditingkatkan dengan rencana penyediaan layanan angkutan logistik berbasis kereta api di terminal peti kemas milik Pelindo III tersebut. Bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Kereta Api Logistik (KALOG), dan beberapa pelabuhan besar di Indonesia, TTL diharapkan menjadi pusat penghubung transportasi logistik dan pintu gerbang perkonomian Jawa Timur serta Kawasan Timur Indonesia.

Pengangkutan peti kemas dengan menggunakan kereta api di Indonesia dinilai masih kurang penggunaannya karena pengguna jasa lebih memilih truk untuk pendistribusian barang. Pada tahun 2013, Kementerian Pekerjaan Umum mencatat 90% total distribusi barang dan jasa di Indonesia melalui pulau Jawa dan 85% pengirimannya melalui truk, sehingga hanya 5% pengiriman menggunakan jalur kereta api.

Penggunaan truk dengan melewati jalur Pantura menyebabkan kepadatan pada jalan penghubung dilima provinsi sepanjang 1.316 kilometer tersebut. Berdasarkan data pada tahun 2013, kapasitas dan daya dukung jalan hanya 1,600 kendaraan per hari sedangkan jumlah kendaraan yang lewat 40-45 ribu kendaraan per hari. Kepadatan arus kendaraan pada jalur Pantura menjadi peluang besar bagi kerjasama TTL dan KAI untuk melakukan proses distribusi barang melalui jalur kereta api.

Kecepatan waktu tempuh merupakan salah satu keuntungan menggunakan jalur kereta api. Apabila menggunakan truk dari Jakarta ke Surabaya, waktu yang dibutuhkan mencapai 48 jam per boks peti kemas. Jika menggunakan kereta api, hanya membutuhkan waktu kurang dari 18 jam serta dapat menampung hingga 60 boks peti kemas dalam satu rangkaian sekali jalan. Layanan angkutan kereta api yang akan dibuka oleh TTL ditujukan pada jalur double track dengan potensi perjalanan 15 trip per hari dan berkapasitas peti kemas lebih dari 500 TEUs (twenty foot equivalent units).

Terminal Teluk Lamong telah melakukan sinergi BUMN dengan berbagai pelabuhan sebagai tujuan pengiriman peti kemas berbasis kereta api. Salah satunya adalah dengan PT Krakatau Bandar Samudra (PT KBS), anak perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. yang mengelola Pelabuhan Cigading dengan layanan curah (bulk), maupun curah kering (dry bulk). PT KBS saat ini memiliki kapasitas curah kering terbesar di Indonesia, sebesar 12 juta ton per tahun.

Perencanaan kerjasama logistik dan angkutan barang berbasis kereta api dengan PT Krakatau Bandar Samudera,  di ealisasikan dengan proses penandatanganan Nota Kesepahaman yang dilakukan pada hari Jumat (8/4) di Terminal Teluk Lamong oleh Direktur Utama TTL Prasetyadi dan Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudra, Tonno Sapoetro.

“Kerjasama ini wujud dari Sinergi BUMN untuk negeri, agar Cost Logistic negeri ini menjadi lebih efisien,“ ujar Prasetyadi.

Tonno menambahkan bahwa kerjasama yang terjalin tidak hanya untuk jangka pendek dan bermanfaat secara bisnis di antara keduanya, tetapi lebih pada tujuan besar yakni untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian Indonesia.

“Kita bersepaham untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik, melalui perbaikan tata kelola logistik,“ tambah Tonno.

Proses pendistribusian barang melalui pelabuhan dengan koneksi jalur kereta api tersebut diharapkan dapat mendorong percepatan arus logistik di Indonesia, serta mengurangi volume kepadatan jalan raya. Inovasi yang dilakukan Pelindo III, melalui anak usahanya PT Terminal Teluk Lamong, guna mengurangi biaya logistik nasional akan berdampak positif untuk mendongkrak perekonomian bangsa.

Source Terminal Teluk Lamong Siapkan Angkutan Barang Berbasis Kereta Api

Leave A Reply

Your email address will not be published.