Terminal Teluk Lamong Memperoleh Sistem TI Terbaik Kedua 2015

12

16 Desember 2016

Jakarta – Sistem teknologi informasi yang diterapkan oleh Pelindo 3 di Terminal Teluk Lamong (TTL) diberikan sebagai Sistem TI terbaik kedua di Indonesia oleh Best e-Corp Competition 2015 yang diumumkan di Jakarta, Kamis (26/11). TTL yang terletak di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, adalah kontainer semi-otomatis pertama dan terminal curah kering di Indonesia. “Sistem TI Terbaik adalah inti dan program pionir dalam kompetisi e-Corp Terbaik,” kata Joko Sugiarsono, redaktur senior majalah SWA, salah satu juri dalam kompetisi ini. Juri lainnya adalah Richard Kartawijaya (CEO PT Graha Teknologi Nusantara), Prof. Riri Fitri Sari (Universitas Indonesia), dan All Mulk (PwC Consulting Indonesia).

Seperti yang diterbitkan oleh Majalah SWA edisi 23 tahun 2015, penghargaan ini didasarkan pada 4 pertimbangan. Pertimbangan pertama adalah keunikan dan inovasi dalam mendukung proses bisnis perusahaan. Pertimbangan kedua adalah seberapa baik sistem bekerja. Ketiga, juri juga mengevaluasi efektivitas biaya. Yang terakhir, juri memberikan titik tertinggi pada dampak bisnis atau hasil dari sistem yang diterapkan pada bisnis. Dampaknya bisa dalam bentuk efisiensi, profitabilitas, dan pengembangan bisnis baru.  

Best e-Corp Competition 2015 memberikan penghargaan kepada TTL karena sistemnya, Terminal Operating System (TOS) dapat berjalan secara otomatis dengan mengkonversi data menjadi digital secara real time dan memberikan instruksi kepada sumber daya berdasarkan pada perencanaan dan alokasi yang tersedia. “Penerapan sistem ini dapat menghemat Rp. 2 milyar setahun. Sistem ini juga mempermudah penyerahan dokumen oleh pelanggan yang sekarang dapat dilakukan secara online.

Pelanggan tidak perlu datang ke terminal, ”sebagaimana dijelaskan oleh Direktur Utama Terminal Teluk Lamong, Prasetyadi, dalam upacara seremonial. Prasetyadi juga menjelaskan manfaat lain dari sistem tersebut. “Sistem ini membantu petugas Custom melakukan pemeriksaan jarak jauh dari kantor mereka. Keuntungan lain dari sistem ini adalah teknologi yang digunakan di halaman kontainer. Automated Stacking Crane (ASC) yang digunakan di halaman kontainer dikendalikan dari jarak jauh dari ruang kontrol.

Tidak adanya operator di halaman kontainer dapat meningkatkan dan mengontrol produktivitas. Sistem ini juga mengurangi kesalahan manusia dan mengurangi biaya operasional, ”katanya. Pada kesempatan lain, Teknologi Informasi Terminal Teluk Lamong, Firmaniansyah, menjelaskan bahwa investasi sebesar Rp. 80 miliar dialokasikan oleh Pelindo 3 untuk mengembangkan Terminal Sistem Operasi otomatis (TOS) di TTL. Sistem ini akan menyediakan otomatisasi alat berat seperti crane, gerbang dan truk.

Furhermore, Firmaniansyah juga menjelaskan bahwa tantangan dalam menerapkan sistem adalah proses untuk menggabungkan dan mengintegrasikan beberapa sistem lain dari mitra bisnis dan vendor. Contohnya adalah proses untuk mengintegrasikan operasional alat berat dengan perangkat lunak untuk mengoperasikan terminal. Tantangan berikutnya adalah mengintegrasikan data TTL dengan lembaga lain seperti agen pengiriman, forwarder, dan Custom.

Hal yang paling menantang adalah dampak dari perubahan manajemen kepada pelanggan. Pelanggan tidak akrab dengan sistem online. Sebelumnya, semua prosesnya menggunakan dokumen kertas, ”kata Firmaniansyah. Salah satu juri, Richard Kartawijaya memuji sistem yang diterapkan di TTL. “Mereka dapat mengendalikan dan memiliki disiplin yang baik dalam teknologi informasi,” kata Richard. Juri lainnya, All Mulk, menekankan semangat teknologi informasi sebagai bagian dari solusi bisnis.

Source Terminal Teluk Lamong Memperoleh Sistem TI Terbaik Kedua 2015

Leave A Reply

Your email address will not be published.