Terminal Peti Kemas Semarang Siap Layani 800.000 TEUs

18

01 Juni 2016

Semarang – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III menyatakan siap dukung pengusaha ekspor-impor di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Pelindo III siap mendorong perekonomian Jateng/DIY dengan kapasitas bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) yang mencapai 800.000 TEUs peti kemas per tahun. Saat ini yang dimanfaatkan baru 600.000 TEUs per tahun, jadi silakan dimanfaatkan untuk bisnis para pengusaha produk ekspor-impor,” ujar GM Pelindo III TPKS Erry Akbar Panggabean

dalam Semarang Bisnis Forum (Sembiz) ke-10 di Semarang, Senin (30/5). Kurang lebih 200 pelaku usaha, investor, asosiasi usaha BUMD, BUMN, dan lembaga keuangan dari kota/kabupaten se-Jawa Tengah menghadiri forum investasi tahunan Kota Semarang tersebut. Lebih lanjut Erry memaparkan, Pelindo III terus memodernisasi fasilitas di TPKS, di antaranya yaitu penambahan dermaga sepanjang 105 meter menjadi 600 meter, sehingga dapat disandari oleh tiga kapal sekaligus. Kemudian membangun lapangan penumpukkan peti kemas baru, serta penambahan alat angkat peti kemas berupa dua unit Ship To Shore (STS) crane, sehingga total tersedia tujuh STS crane dan juga penambahan 16 unit Automatic Rubber Tyred Gantry (RTG) yang memperkuat 16 unit RTG yang sudah ada sebelumnya.

“Dukungan pemerintah provinsi dan kota pada pengembangan sesuai Rencana Induk Pelabuhan untuk 20 tahun ke depan sangat penting,” ungkapnya.

Bak gayung bersambut, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dalam sambutannya, menyampaikan komitmennya pada peningkatan investasi Kota Semarang. Di antaranya peningkatan infrastuktur pendukung investasi, ketersediaan informasi dan peluang investasi, peningkatan pelayanan perizinan, serta jaminan kepastian hukum dalam hal penanaman modal di Kota Semarang.

“Forum ini sekaligus sebagai sarana menginformasikan berbagai kemudahan investasi, perizinan, dan infrastruktur pendukung Kota Semarang. Pemkot juga melakukan koordinasi dengan Pelindo III, PT KAI, PT Angkasa Pura guna memberikan link jaringan transportasi untuk kemudahan investasi,” ungkap Wali Kota yang akrab disapa Mas Hendi itu.

Ia juga menjelaskan, bahwa dalam berinvestasi, investor juga perlu mematuhi Perda Tata Ruang, sebagai pedoman pengembangan Kota Semarang.

“Komitmen pengembangan daerah pinggiran seperti daerah Rowosari dan Genuk, diharapkan dapat membuka peluang dan ketertarikan investor untuk ikut mengembangkan daerah pinggir Kota Semarang,” lanjut Mas Hendi.

Capaian Investasi & Throughput TPKS Tren investasi yang terus berkembang sejak 2012 diharapkan terus mendongkrak investasi Kota Semarang yang tahun 2016 ini ditargetkan mencapai Rp 13 triliun. Kepala BPPT Kota Semarang, Sri Martini, menyampaikan pada kesempatan terpisah, bahwa hingga triwulan I tahun 2016, realisasi investasi Kota Semarang mencapai Rp 1,448 triliun. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan triwulan yang sama pada tahun 2015. Dengan rincian PMA senilai Rp 540,979 miliar dan PMDN senilai Rp 907,969 miliar.

Sebagai salah satu barometer perekonomian, throughput (arus peti kemas) di TPKS sendiri pada triwulan I tahun 2016 telah mencapai 208.541 TEUs. Dalam catatan Pelindo III, tren throughput peti kemas di TPKS terus meningkat dari tahun ke tahun. Seperti terlihat pada throughput tahun 2015 lalu sebesar 611.710 TEUs yang meningkat 6,26% dari tahun 2014 yang sebesar 575.671 TEUs.

Source Terminal Peti Kemas Semarang Siap Layani 800.000 TEUs

Leave A Reply

Your email address will not be published.