Terminal 3 Siap Diverifikasi

57

20 Juni 2016

Jakarta – PT Angkasa Pura II meminta Kementerian Perhubungan kembali melakukan verifikasi terhadap operasional terbatas Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng pada awal pekan ini. Director of Operations & Engineering PT Angkasa Pura (AP) II Djoko Murjatmodjo mengatakan pihaknya telah melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem pendukung kelistrikan di Terminal 3 Ultimate.

“Sistem pendukung kelistrikan Terminal 3 Ultimate yang ditopang oleh empat unit genset kini telah mampu mendistribusikan aliran listrik hingga menjangkau peralatan-peralatan di terminal,” katanya di Jakarta, Sabtu (18/6).

Djoko menambahkan operasional peralatan seperti counter check-insecurity check point, escalator, elevator dan lain sebagainya di Terminal 3 Ultimate kini berfungsi dengan baik, meski terjadi gangguan pada jaringan listrik utama. Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya meminta Ditjen Perhubungan Udara untuk melakukan verifikasi pada 20 Juni 2016 terhadap sistem pendukung kelistrikan Terminal 3 Ultimate tersebut.

“Selain verifikasi sistem pendukung kelistrikan, kami juga memohon regulator untuk juga melakukan verifikasi terhadap tower portable yang kini telah ditempatkan di area Terminal 3 Ultimate sejak 16 Juni 2016,” tuturnya.

Adapun, tower portable tersebut bertujuan mendukung menara pemandu lalu lintas udara (air traffic control/ATC) utama Soekarno-Hatta dalam memantau pergerakan pesawat dan lainnya di sisi udara Terminal 3 Ultimate. Siap Verifikasi Dimintai keterangan terkait itu, Direktur Kebandarudaraan Direktorat Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Yudhi Sari Sitompul mengatakan Kemenhub siap melakukan kembali verifikasi terhadap perbaikan Terminal 3 Ultimate.

“Kami juga akan menyampaikan hal-hal lainnya yang harus diselesaikan Angkasa Pura II, sesuai dengan hasil verifikasi yang telah dilaksanakan sebelumnya,” ujarnya dalam pesan singkat yang diterima Bisnis.

Dari hasil verifikasi yang lalu, lanjutnya, sebenarnya masih banyak hal yang sifatnya mandatory untuk segera diperbaiki BUMN bandara itu. Sayangnya, dia enggan membeberkan temuannya tersebut. Seperti diketahui, Terminal 3 Ultimate dipastikan gagal menggelar operasi perdananya pada Senin (20/6). Alasannya, terminal yang menelan biaya hingga Rp7 triliun tersebut belum memenuhi standar keselamatan, keamanan dan pelayanan penerbangan sipil. Salah satu temuan utama yang belum memenuhi standar dari Kemenhub antara lain sistem kelistrikan untuk operasi terbatas Terminal 3 Ultimate, di mana peralatan dan fasilitas bandara tidak dapat bekerja secara semestinya.

“Saat memakai jaringan utama PLN, sistem berjalan baik. Namun, ketika menggunakan genset justru sistem tidak bekerja. Akibatnya, berbagai fasilitas penumpang seperti x-ray, elevator, escalator, dan lain sebagainya juga tidak bekerja,” ujar Yudhi.

Alhasil, Terminal 3 Ultimate kemungkinan besar tidak akan melayani para penumpang pada mudik Lebaran tahun ini, dan PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) tetap memberikan layanan penerbangan dari terminal lama. Selain sistem kelistrikan, Yudhi juga menemukan bahwa penyediaan menara pemandu lalu lintas udara portabel oleh Angkasa Pura II juga belum sesuai standar Civil Aviation Safety Regulation (CASR) 171 dan CASR 172.

“Jadi kemungkinan besar beroperasinya terminal itu setelah Lebaran. Tetapi, kami jamin tidak beroperasinya Terminal 3 Ultimate itu, tidak akan mengganggu kegiatan mudik Lebaran tahun ini,” tegasnya.

Vice President Corporate Communication PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Benny S. Butarbutar mengatakan pihaknya siap mengikuti keputusan penundaan operasi Terminal 3 Ultimate dari Kemenhub, selaku regulator.

“Kami akan ikuti keputusan Kemenhub. Kalau tidak jadi pindah, kami tidak masalah. Mudik Lebaran kan kegiatan rutin, jadi sudah diperhitungkan. Yang pasti, kami tetap melayani para pelanggan ketika mudik Lebaran nanti,” katanya.

Pada mudik Lebaran tahun ini, GIAA sedikitnya menambah 14 penerbangan atau extra flight.

Source Terminal 3 Siap Diverifikasi

Leave A Reply

Your email address will not be published.