Temu Ramah dengan Pelanggan di Jakarta: Langkah Pasti INALUM di Industri Hilir Aluminium

67

Kamis, 02 November 2017 14:50:17

Jakarta – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM melaksanakan kegiatan temu ramah dengan para pelanggan setia yang berada di Jakarta dan sekitarnya bertempat di Hotel Mulia Senayan (27/10). Kegiatan ini secara rutin dilakukan setiap tahunnya dalam rangka bentuk apresiasi INALUM kepada para pelanggan setianya. Selain itu, momen ini juga dimanfaatkan oleh INALUM untuk mempromosikan produk barunya yaitu Billet danFoundry Alloy kepada para pelanggan setia Aluminium di Jakarta. Direktur Operasi merangkap Plt. Direktur Pengembangan Bisnis S.S. Sijabat mengatakan bahwa INALUM tahun ini telah mengeluarkan produk baru yaitu Billet & Foundry Alloy.

“Setelah INALUM menjadi BUMN, INALUM terus menuju ke arah yang lebih baik hingga akhirnya mampu menghasilkan produk baru yang mampu menciptakan nilai tambah yaitu Billet & Foundry Alloy. Setelah 41 tahun INALUM berfokus pada produk Aluminium Ingot, tahun ini INALUM mempunyai produk baru yaitu Billet & Foundry Alloy dengan kapasitas produksi Billet 30.000 ton per tahun dan Foundry Alloy 90.000 ton per tahun”

Produk baru yang dikeluarkan oleh INALUM ini tentunya bukan tanpa alasan. Billet & Foundry Alloy merupakan produk turunan Aluminium yang sangat diminati oleh para pengusaha industri Aluminium dalam negeri khususnya industri hilir otomotif yang menjadikan Foundry Alloy sebagai bahan baku utamanya dan industri ekstrusi yang menjadikan Billet sebagai bahan baku utamanya. Pada kesempatan yang sama Direktur Utama INALUM Budi Gunadi Sadikin mengatakan kedepannya selain memproduksi produk turunan Aluminium, INALUM juga memiliki beberapa target diantaranya ekspansi ke Kalimantan Utara, membangun pabrik Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di mempawah dan menjadi Induk Holding BUMN Industri Pertambangan untuk mengambil alih 51% saham PT Freeport Indonesia.

“INALUM akan melakukan ekspansi ke Kalimantan Utara dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi menjadi 1 juta ton dan menjadi Induk Holding BUMN Industri Pertambangan membawahi Antam, Bukit Asam, Timah dan nantinya Freeport yang sedang dalam tahap negosiasi pengambilalihan 51% saham.” Ucap Budi.

Acara yang dihadiri 40 perusahaan pembeli domestik dari Jakarta dan sekitarnya diakhiri dengan makan malam bersama, ramah tamah dan pemutaran film dokumenter pembangunan pabrik diversifikasi aluminium sejak pemancangan tiang pertama hingga pemasaran perdana.

Source Temu Ramah dengan Pelanggan di Jakarta: Langkah Pasti INALUM di Industri Hilir Aluminium

Leave A Reply

Your email address will not be published.