Tempat Relokasi PKL Disepakati Pemkab Bogor Tanda Tangani MoU dengan Pengelola Perkebunan Gunung

13

30 November 2017 — CIBINONG Pemerintah Kabupaten Bogar melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan pengelola lahan untuk tempat relokasi pedagang kaki lima (PKL) kawasan Puncak. Pembangunan tempat penampungan sementara di lahan perkebunan Gunung Mas itu diperkirakan selesai pertengahan 2018 mendatang.

Menurut Kepala Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bogor Dace Supriyadi, penataan lahan seluas 1 hektare mulai dilelangkan pada Januari 2018, “Dari 5 Hektare itu baru 1 hektare yang kita garap, “Sekarang kita lakukan pematangan lahan dan pemadatan.” Katanya seusai penandatanganan di kantor PT Perkebunan Nusantara VIII Kecamatan Cisarua, Rabu (30/11/2017).

Di lahan seluas 1 hektare tersebut, Dace mengakui hanya 20 persen diantaranya yang akan dibangun lapak. Ia memperkirakan jumlah lapak yang akan disediakan sebanyak 306 unit. Sementara sisanya digunakan untuk lahan parkir kendaraan dan lokasi tempat ibadah. Dace menegaskan tempat penampungan sementara itu untuk PKL yang direlokasi pada tahap kedua. Relokasi tersebut ia pastikan setelah bangunan lapak di tempat penampungan sementara selesai. “Paling cepat pertengahan 2018. Karena ada proses lelang sesuai dengan prosedur penggunaan anggaran daerah,” katanya.

Proyek pembanguan tempat relokasi sementara diperkirakan menelan biaya hingga lebih dari Rp. 10 miliar. Namun, angka pasti yang dialokasikan Pemerintah Kabupaten Bogor, menurut Dace, belum final sebelum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018 ditetapkan oleh legislatif. “itu dana untuk penataan lapak PKL dan pembangunan masjid,” katanya.

Selain itu, lahan yang tersisa juga akan dijadikan taman atau ruang terbuka lainnya, Dace menyebut, lahan seluas 4 hektare di luar tempat relokasi semntara rencananya baru ditindaklanjuti pada 2019. Sementara itu, Azet Basuni dari Forum Puncak Ngahiji berharap penataan PKL ke tempat relokasi di kawasan Gunung Mas lebih baik dari temapt relokasi PKL tahap pertama di lahan parkir Taman Wisata Matahari.

Paling penting pedagang yang nantinya berada di pinggir jalan bisa terorganisasi dan tertata secara rapi, dengan demikian, saat berjualan tidak takut diserempet mobil, diklaksonin, kena debu, dan sebagainya,” katanya. Selain tempatnya nyaman, asset meminta Pemkab Bogor memikirkan dan membantu promosi temapt relokasi pedagang tersebut. Ia mengaku optimistis lokasi yang dipilih yakni di kawasan perkebunan teh bisa menarik minat wisatawan dan pengguna jalan untuk berkunjung. Selama ini, lokasi tersebut memang banyak dijadikan tujuan wisata.

Sebelumnya, Pemkab Bogor telah merelokasi 110 dari 300-an PKL sebagai tahap awal penataan PKL di sepanjang jalur Puncak. Mereka ditempatkan di lahan milik TWM di Pinggir Jalan Raya Puncak. Mereka di temaptkan di lahan milik TWM di pinggir Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, beberap bulan setelah lapak mereka di pinggir jalan dibongkar petugas gabungan.

Berdasarkan pengamatan “PR” di temapt relokasi bernama rest area semesta itu, baru sekitar 60 lapak yang telah ditempati pedagang. Sementara sisanya masih kosong karena pedagang belum siap mengisi dengan barang-barang dagangannya. Namun, Pemkab Bogor memastikan seluruh lapak di sana telah terisi nama-nama PKL dan relokasi tahap pertama.

Source Tempat Relokasi PKL Disepakati Pemkab Bogor Tanda Tangani MoU dengan Pengelola Perkebunan Gunung

Leave A Reply

Your email address will not be published.