Teknologi ADS-B untuk Keselamatan & Efisiensi Penerbangan yang Lebih Baik

18

16 Maret 2017 | Tangerang РBertempat di Kantor Pusat Perum LPPNPI pada Kamis pagi (15/03), AirNav Indonesia berkesempatan memberikan paparan terkait penggunaan ADS-B (Automatic Dependent Surveillance -Broadcast) sebagai salah satu alat navigasi yang digunakan di dunia penerbangan internasional. ADS-B adalah salah satu alat bantu navigasi yang menggunakan teknologi satelit untuk pengawasan posisi pesawat selama melakukan pergerakan dan secara berkala memberikan siaran informasi kepada alat navigasi di pesawat, pilot, dan ATC. Informasi yang diterima oleh Pilot dan ATC ini sebagai pengganti radar sekunder dan memberikan kesadaran situasional serta memungkinkan untuk mendapatkan data setiap saat.

Dalam sambutan pembukaan oleh Direktur Operasi AirNav Indonesia Wisnu Darjono, beliau menyatakan bahwa “saat ini Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki ADS-B ground station terbanyak di Asia/Pasifik, dan akan mensupply data surveillance ke Jakarta ACC sebanya 9 ADS-B dan Ujung Pandang ACC sebanyak 21 ADS-B”. Adapun tujuan penggunaan ADS-B ini adalah peningkatan pelayanan yang berdampak positif terutama kepada pengguna jasa dan sekaligus Perum LPPNPI. “Bagi Perum LPPNPI, pemasangan ADS-B ini merupakan bentuk solusi yang tepat, efektif dan efisien dalam rangka melaksanakan program peningkatan kapasitas ruang udara dari non surveillance service dengan kapasitas yang sedikit menjadi surveillance services dengan kapasitas yang lebih banyak” pungkas Wisnu Darjono.

Selain itu Wisnu Darjono juga menambahkan dalam rangka meningkatkan pelayanan di Wilayah Papua serta meningkatkan kualitas peralatan ADS-B, Perum LPPNPI telah berupaya menyesuaikan perkembangan teknologi melalui beberapa program yang tertuang dalam RKAP 2017, antara lain : Pemasangan 1 ADS-B di Jayapura dan 6 ADS-B di wilayah Papua lainnya (Wamena, Oksibil, Dekai, Elelim, Borne dan Senggeh); upgrade dan penggantian beberapa ground station ADS-B supaya dapat mendukung dengan teknologi ADS-B yang baru; telah diupgrade ADS-B di 10 lokasi.

Dalam paparannya, Direktur Operasi juga memberikan informasi bahwa “AirNav Indonesia telah mengimplementasikan ADS-B sejak tahun 2015 tepatnya pada 25 Juni 2015 sebagai surveillance separation service pada ketinggian FL290-FL460”, tuturnya. Akan tetapi AirNav Indonesia akan terus berupaya agar penggunaan ADS-B dapat digunakan stabil pada ketinggian di bawah FL290, guna memaksimalkan penggunaan ADS-B sebagai surveillance di seluruh wilayah udara Indonesia, dan jadwal implementasi tersebut akan dilaksanakan pada 20 Juli 2017.

Selain memiliki dampak yang baik bagi sektor navigasi, penggunaan ADS-B ini jelas memiliki dampak yang baik bagi para pengguna jasa/airlines, karena penggunaan ADS-B ini sesuai dengan kebijakan nasional dan internasional yang berlaku yaitu penerbangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan (less carbon).

Dalam arahan pidato penutupnya, Wisnu menambahkan perihal tujuan dan maksud tujuan dan Familirisasi Implementasi below FL290 ini adalah memberikan pembekalan kepada personil operasi yang terlibat dalam implementasi tersebut agar dapat memahami cara kerja ADS-B serta mengerti prosedur yang harus dilakukan dalam penanganan lalu lintas udara berbasis surveillance ADS-B

Source Teknologi ADS-B untuk Keselamatan & Efisiensi Penerbangan yang Lebih Baik

Leave A Reply

Your email address will not be published.