Teh PTPN IV Menjadi Kebanggaan Dunia

9

2 Juli 2019 | Saya meninjau lapangan dan pabrik teh pada akhir tahun 2017 yang lalu, dan saya lihat produksi Daun Teh Basah (DTB) yang masuk ke Pabrik Teh PTPN IV Bah Butong yang pucuk tehnya belum seragam, serta ada beberapa gulma yang terikut.

Hal ini harus dibenahi dan itulah sejak Maret 2019 PTPN IV sedang melakukan recovery tanaman teh dataran tinggi, dan pembenahan dengan didampingi oleh pak Odih Sucherman seorang yang ahli di dibidang teh, demikian disampaikan Direktur Utama PTPN IV Siwi Peni, seusai melakukan pemetikan daun teh di Afdeling II PTPN IV Kebun Tobasari, Selasa 25/6/2019.

Di bagian lain, Siwi Peni melihat selama sepuluh tahun terakhir ini komoditi teh yang dikelola perusahaan masih merugi. Sementara tanaman teh di PTPN IV merupakan heritage daerah Kabupaten Simalungun mulai dari sejarah, rasa dan aromanya. Sehingga mutlak Kebun Teh PTPN IV harus menjadi kebanggaan nasional dan dunia. Proses bisnis komoditi teh ini harus konsisten dan diikuti dari hari ke hari agar terjaga kualitas dan kuantitasnya.

Siwi Peni juga mengatakan PTPN IV ditargetkan untuk menghasilkan laba agar ikut berperan di negara RI ini, diharapkan dapat senantiasa menyumbangkan deviden dan pajak kepada negara, berperan dalam pemberian lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan, serta mempertahankan kelangsungan perusahaan. Kepada masyarakat sekitar, sebagian laba perusahaan akan disalurkan melalui Program Kemitraan, Program Bina Lingkungan serta Program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mensejahterakan masyarakat sekitar perusahaan.

Siwi Peni dalam sambutannya mengajak ke seluruh karyawan unit teh, mari kita luruskan niat bahwa bekerja itu sebagai ibadah, bukan sekedar mendapatkan uang. Ada perubahan budaya yang saat ini dilakukan dari proses menanam, memelihara, memanen dan menangani hama dan penyakit. Dan itu tidak mudah dilakukan setelah berpuluh-puluh tahun. Oleh karena itu hanya kecintaan terhadap unit teh PTPN IV yang akan membuat semua perubahan itu menjadi ringan.

Mari tanamkan keyakinan di dalam diri pribadi masing-masing dalam bekerja dengan mengharap ridho dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, demikian dikatakan Siwi Peni.

Selain Siwi Peni hadir Direktur Operasional PTPN IV Rediman Silalahi, Pjs. Corporate Secretary Riza Fahlevi Naim, Kabag Tanaman Amrin Pane, General Distrik Manajer II Mahdi Al Haris, Manajer Kebun Teh Muhammad Ridho Nasution, Kasubag, Kabid, Askep, Maskep, Asisten, Mandor I, Mandor dan karyawan pemetik. Juga hadir konsultan teh PTPN IV Odih Sucherman, Wakil Ketua IKBI PTPN IV Gusti Koni Pakpahan didampingi pengurus lainnya.

Saat ini recovery tanaman baru sekitar 20%, namun kandungan klorofil daun teh sudah beranjak ke 60%.

Program recovery melalui analisa blok menjadi tantangan yang perlu digali, karena Kebun Teh PTPN IV ini yang paling baik topografi karena rata dan memiliki bibit yang klon 100%, dan didalamnya ada klon unggul teh seri Gambung 82%.

Seri Gambung ini kandungan folipenolnya paling tinggi di dunia dan ini menjadi tantangan.

Program jangka pendek dengan melakukan perbaikan blok untuk menggali kebun PTPN IV mulai dari (1) nilai produksi (hama penyakit dan pemetikan), (2) memperbaiki kandungan klorofil dan fitohormon, (3) perbaiki homoginitas blok, (4) meningkatkan produksi DTB per hektar.

Sementara program jangka panjang dengan melakukan recovery tanaman teh, dengan mempersiapkan pabrik untuk mengolah DTB hasil dari perbaikan blok. Apalagi kalau nilai klorofil sudah pada tingkat 80%. Dengan luasan Tanaman Menghasilkan untuk komoditi teh seluas 6.000 hektar dibutuhkan kapasitas pabrik 500 ton DTB/ hari.

Baru saat ini kebun teh kita membukukan laba. Meskipun laba tersebut masih bersifat sementara, namun sudah membuat semangat para karyawan unit teh dan membuktikan perubahan-perubahan tersebut ada dampaknya.

Source Teh PTPN IV Menjadi Kebanggaan Dunia

Leave A Reply

Your email address will not be published.