Tambaklorok Jadi Kampung Bahari

17

27 Januari 2015

Semarang – Kawasan Tambaklorok, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara akan dikonsep menjadi kampung bahari. Hal itu disampaikan M Farchan, Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang, Senin (26/1). Perencanaan pengelolaan kawasan Tambaklorok dilaksanakan setelah Pemerintah Kota Semarang memperoleh kepastian hak pengelolaan kawasan tersebut. “Sebelumnya kawasan itu memang ada persoalan status ganda, antara HPL PT Pelabuhan Indonesia III Persero dan sertifikat Hak Milik atas nama warga Tambaklorok.

Dan, persoalan itu selama ini menjadi masalah dalam pengelolaan kawasan,” katanya. Mulai 14 Januari 2015, PT Pelindo telah menyetujui pelepasan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dengan nomor surat PJ.06/19/TMS-2015. Nantinya kawasan tersebut akan resmi menjadi milik warga, dan pengembangan dan pengelolaannya bisa dilakukan oleh pemerintah kota. Meski pelepasan masih dalam proses di Kantor Pertanahan Kota Semarang, tapi hal itu sudah menjadi titik terang untuk rencana pengembangan Kawasan Bahari di Tambaklorok.

“Pendekatan konsep peremajaan kawasan sejalan dengan program nasional Penataan Kawasan Perumahan dan Pemukiman Kumuh. Selain itu juga mendukung program Pengembangan Maritim, sehingga nantinya kawasan Tambaklorok menjadi kawasan bahari,” tegasnya. Sementara General Manager PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas, Tri Suhardi mengatakan, secara prinsip pihaknya sudah setuju melepas tanah yang berstatus dobel dengan luas total 26 hektare. Dengan rincian 21,7 hektare di Rejomulyo dan 4,3 hektare di Tambakrejo, Kecamatan Semarang Utara. Hal itu disepakati sesuai intruksi dari Kementerian BUMN.

Dikatakannya, saat ini proses pelepasan hak tanah tersebut menunggu dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Nantinya status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) PT Pelindo III Cabang Tanjung Emas dan Hak Milik (HM) warga akan dipisahkan. ‘’Secara dokumen tanah tersebut memang masih dobel status dan masih ada catatan dan surat-suratnya pada kami. Prinsipnya untuk melepas tanah itu memang tidak ada masalah karena sesuai intruksi dari Kementerian BUMN,’’ ujarnya, Senin (26/1).

Tri menjelaskan, sesuai Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Tanjung Emas, HPL di Kelurahan Rejomulyo dan Tambakrejo direncanakan untuk pengembangan pelabuhan. Sehingga, tanah HPL yang berada di luar yang telah dilepaskan, akan tetap digunakan untuk kepentingan Pelabuhan Tanjung Emas. “Nantinya jika proses sudah selesai maka pengembangan di wilayah tersebut bisa lebih jelas,’’ tandasnya.(H71,H35,fri-72).

Source Tambaklorok Jadi Kampung Bahari

Leave A Reply

Your email address will not be published.