SVLK Diyakini Kurangi Penebangan Kayu Liar

15

Thu, 22 January 2015 08:31:53 +0700 — Penggunaan sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dipercaya mampu mengurangi angka penebangan kayu secara liar di Indonesia. Hal tersebut dijelaskan oleh Koordinator Asmindo, Indrawan dalam acara Media Trip SWITCH ASIA 2015 yang dilakukan di Desa Dadapayam, Suruh, Kabupaten Semarang, Selasa (20/1).

Seperti diketahui, SWITCH ASIA merupakan proyek Uni Eropa yang diimplementasikan oleh WWF Indonesia, WWF UK, serta Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO).

Menurut Indrawan, untuk mempunyai kayu dengan lebel legal di Tanah Air, harus mempunyai syarat-syarat tertentu yang sudah diatur dalam perjanjian Voluntary Partnership Agreement (VPA) antara pemerintah Indonesia dengan Uni Eropa. Dimana keduanya menyepakati skema ekspor perusahaan produsen dari Indonesia yang telah bersertifikat SVLK.

“Mulai dari legalitas perusahaan, sistem penelusuran kayu, perdagangan kayu, hingga tentang keselamatan kerja dan pemenuhan UU Ketenagakerjaan itu adalah yang terpenting,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Indrawan juga menjelaskan bahwa saat ini WWF dan Asmindo sedang melakukan kampanye kepada UKM yang ada di Indonesia untuk selalu menggunakan Kayu yang mempunyai kelengkapan surat-surat agar dalam proses penjualannya tidak terjadi masalah.”Sekarang ekspor ke luar negeri harus punya SVLK karena mereka meminta begitu. Sebelum ada kewajiban memiliki SVLK, baru 250 UKM yang mengurus dari total 800,” ujar Indrawan.

Pada saat yang sama, Senior Trade and Pulp & Paper Officer WWF Nur Maliki membeberkan, pihaknya saat ini tengah mengadakan bimbingan sertifikasi terhadap 30 UKM yang ada di Indonesia.

“Kami menyiapkan UKM dengan memberikan peningkatan kapasitas di 10 kota di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Saat ini, kami memberikan pendampingan sertifikasi legalitas kayu ke 30 UKM,” pungkasnya.

Source SVLK Diyakini Kurangi Penebangan Kayu Liar

Leave A Reply

Your email address will not be published.