Sudah Saatnya Indonesia Punya Pabrik Kreatif Pengolahan Karet!

38

26 Maret 2015 — Jakarta,  Dalam beberapa dekade terakhir, perubahan iklim terjadi diseluruh belahan dunia. Setelah beberapa lama akhirnya dunia Internasional dan pemerintah mendapatkan bukti – bukti yang tak terbantahkan bahwa saatnya lah untuk kita berbuat sesuatu bagi dunia ini.

Walaupun beberapa kejadian fenomena alam dan akibatnya masih dalam proses penelitian ilmiah, apapun itu nantinya, manusia tidak akan dapat menghadapi konsekuensinya dan berbuat apapun pada dampak yang terjadi dalam kehidupan, kesehatan, lingkungan dan ekonomi global.

Perlu diakui, beberapa upaya telah dilakukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dalam Gas Rumah Kaca (GRK), seperti memperbaiki efisiensi dari mesin, insulasi bangunan yang lebih baik dan penggunaan energi terbarukan.

Penanaman Pohon Karet dan Industri Karet Indonesia.

Lihatlah Indonesia: Apakah kita sudah menyadari semua kemungkinan pembaharuan dalam penanaman pohon karet sebagai sumber bahan mentah ini? Untuk 2014 , Indonesia mengharapkan hasil panen tahunan sekitar 3,5 juta ton karet alam di mana pohon karet memiliki potensi penyerapan karbon paling tinggi.

Hasil panen dari petani kecil di Indonesia adalah “hanya” sekitar 1000 kg/ha/tahun. Sedangkan jenis unggulan dalam monokultur dapat mencapai hingga lebih dari 2.000kg/ha/tahun! Ada dua pilihan jika Indonesia ingin meningkatkan produksi karetnya dan usaha penyerapan karbon:

• Ekstensifikasi penanaman karet yang berarti di bawah “kondisi normal” – adalah merusak hutan hujan tropika.

• Meningkatkan hasil dengan menanam kembali pohon-pohon tua dengan jenis yang lebih baik disertai dengan hasil panen ganda – mendapatkan hasil produksi karet yang tinggi–yang akhirnya mengarah juga ke basis pendapatan yang lebih tinggi untuk petani kecil dan pelestarian keanekaragaman hayati atau biodiversitas.

Kenyataannya, Indonesia memiliki perkembangan industri hilir karet mentah yang paling lambat di seluruh dunia dan fakta ini membuka peluang tambahan untuk perkembangan ekonomi lebih baik, di bidang pertanian dan industri pengolahan. Pada tahun 2013, Indonesia mengekspor 84% karet alamnya sebagai bahan baku!

Hingga Januari 2011, hanya sedikit sekali nilai insentif yang didapat dalam rantai pengelolaan ini dibanding nilai tambahannya. Waktu itu, dengan harga maksimum US $ 250,36 cent / pound saat itu– dapat digambarkan sebagai uang yang dituangkan langsung dari pohon karet. Tetapi, hari ini–hanya sekitar US$ 72,72 cent per pon-. Perencanaan yang lebih strategis adalah keharusan.!

Teknologi Kasur Latex

Dari semuanya, industri kasur memberikan potensi yang sangat besar bagi peningkatan penggunaan busa lateks karet alam. Saat ini, yang paling umum digunakan dalam industry kasur dan bantal polyurethane (PU) busa. PU didasarkan pada minyak dan minyak merupakan sumber terbatas. Sama halnya untuk karet stirena-butadiena (SBR) lateks yaitu salinan sintetik lateks alami–yang juga didasarkan pada minyak dan turunannya.

Indonesia, sebagai penghasil karet terbesar kedua, dengan lebih dari 260 juta penduduknya memiliki potensi besar untuk mendirikan fasilitas yang berkelanjutan untuk produk kasur latex natural baik untuk keperluan sendiri maupun untuk ekspor. Dalam waktu dekat suatu istilah “Carbon foot print” telah mendunia, mempengaruhi konsumen, baik swasta dan industri dalam pilihan mereka pada bahan yang disukai di seluruh dunia. Indonesia, memiliki kesempatan besar untuk memberikan kontribusi yang signifikan untuk perkembangan baru ini dan mengambil keuntungan dari itu.

Teknologi yang dikenal secara umum dan mudah dalam memproduksi busa latex yaitu disebut proses DUNLOP, ditemukan pada tahun 1929 oleh DUNLOPILLO, di Inggris. Karena penyebaran & perkembangan latex yang dimulai tahun 1930 an, waktu itu belum memberikan perkembangan & kemajuan yang cukup berarti. Pembaharuan seperti hasil permukaan busa latex yang halus hingga bentuk berlubang lubang kecil. Akhirnya beberapa bahan kimia diubah, pertama karena ini menghasilkan perubahan zat yang tidak diinginkan juga karena zat efek anti-penuaan sudah mulai diperkenalkan pada tahun itu.

Penemuan Baru pada 2003

Penemuan dalam penggunaan vulkanisasi busa lateks berfrekuensi tinggi (paten: 10338367) sebuah proses teknologi baru memungkinkan produsen lebih menghemat biaya, fleksibel, lebih berkelanjutan. Dengan teknologi baru ini pemanasan busa lateks tidak lagi dilakukan dengan pemanasan uap yang lambat dan tidak efisien, tetapi melalui perpindahan energi langsung yang sangat cepat.

Berlawanan dengan teknologi yang lama, teknologi baru ini memungkinkan produsen untuk menghasilkan busa lateks tanpa (pin) lubang, yang artinya, mereka bebas untuk merancang bentuk-bentuk baru dalam penampilan juga kekuatan, kelenturan dan kenyamanan termasuk bentuk ergonomik lainnya.

Kesimpulan:

* Di seluruh dunia, Indonesia penghasil karet mentah nomer dua dengan berbagai potensi besar yang dimiliki, secara ekologis dalam panen tahunan .

* Sebaliknya Indonesia, dalam mengembangkan pengolahan industri karet sangatlah terbelakang hal ini juga di benarkan oleh Nelly Rahman beberapa tahun lalu dan Dr. Uhendi Haris – Senior Research Officer , Indonesian Rubber Research Institute di Bogor. Keduanya menegaskan bahwa Indonesia mampu menjadi Negara industry terkemuka pengolah karet. Antaralain mendirikan pabrik busa latek skreatif dan modern untuk memproduksi kasur, topper dan bantal dalam industry ini tidak bisa dihindari.

Integrasi dengan perkebunan karet yang ada banyak menawarkan manfaat tambahan yang cukup besar dan keuntungan lebih lainnya seperti:

* Fleksibilitas pada saat terjadi tekanan harga karet di pasar dunia.

* Pengurangan biaya transportasi

* Pengelolaan manfaat social bagi industri kecil, buruh pabrik dan masyarakat perkotaan

* Penyuluhan pengetahuan tentang perkebunan karet dan teknologi lateks Para pejabat pemerintah Indonesia bertanggungjawab dalam dua hal, pembangunan pertanian dan perencanaan industry multi fungsi yang mendukung proyek-proyek seperti ini mencapai tujuan kebijakan diversifikasi ekonomi.

Source Sudah Saatnya Indonesia Punya Pabrik Kreatif Pengolahan Karet!

Leave A Reply

Your email address will not be published.