Sucofindo Hadirkan Konsep Green Port

17

Senin, 11 Maret 2019 | Jakarta – PT Sucofindo (Persero) hadirkan jasa konsultansi Sucofindo Green Port Guidelines dan Sucofindo Green Port Award sebagai komitmen terhadap perlindungan lingkungan maritim yang merupakan terjemahan poros maritime dunia. Kondisi pelabuhan Indonesia saat ini perlu terus didorong untuk terus disesuaikan dengan kaidah pengelolaan pelabuhan mendukung pembangunan keberlanjutan.

Untuk menghadirkan pelabuhan yang sejalan dengan kaidah Green Port, Rozainbahri Noor, Direktur Sumber Daya Manusia PT Sucofindo (Persero), mengatakan kriteria yang harus dipenuhi, yaitu pengelolaan energi dan limbah, pengendalian pencemaran air, udara, dan sampah domestik serta pengendalian sampah B3 (bahan beracun dan berbahaya), keanekaragaman hayati, dan tata guna lahan. Selain itu, aktivitas pelabuhan, seperti bongkar muat barang ekspor dan impor, lintas transportasi antara darat dan laut, dan juga reklamasi lahan, semuanya menjadi perhatian sehingga mendapatkan label Green Port, jelas Rozain.

Implementasi Konsep Green Port mulai diterapkan di Indonesia, dan telah dijalankan dan diterapkan oleh pelabuhan-pelabuhan di dunia, antara lain Belanda (Rotterdam), USA (Los Angeles), Jerman (Hamburg), sedangkan Malaysia dan Singapura tengah melakukan uji coba untuk penerapannya. Di Indonesia Sucofindo merupakan penyedia layanan konsultasi pertama untuk hal ini dan juga telah tercatat sebagai pemegang Hak Cipta di Ditjen HAKI, Kemenkumham sejak 14 Agutus 2018.

“Telah ada beberapa perusahaan yang menerapkan hal ini, seperti Pelindo II, Krakatau Bandar Samudera, PT Terminal Teluk Lamong, dan PT Pupuk Kaltim merupakan perusahaan pertama yang mengelola pelabuhan khusus yang telah meraih konsep Green Port Award dan menjadi pioneer dari penetapan Green Port, untuk kategori pelabuhan khusus atau TUKS (terminal untuk kebutuhan sendiri) ini”, ujar Rozain

Pada hari Rabu, tanggal 27 Februari 2019 bertempat di Hotel Grand Equator, Bontang, telah diserahkan Green Port Award oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang diserahkan Asisten Deputi Lingkungan dan Kebencanaan Maritim, Sahat M. Panggabean kepada Direktur Utama PT Pupuk Kaltim (PKT) Basir Pasaman.

Rozain menyampaikan, bahwa sertifikat dan awarding Green Port ini diberikan kepada PKT yang telah melakukan implementasi Green Port sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Green Port merupakan suatu konsep baru dalam pengembangan pelabuhan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek kelestarian lingkungan, konservasi energi, community development, dan kepentingan ekonomi dari pelabuhan itu sendiri.

Bakir Pasaman mengatakan dalam sambutannya bahwa dengan diperolehnya Sertifikat Green Port ini sangat membantu PKT selaku pengekspor Pupuk Urea dan Amonia karena Green Port sudah menjadi persyaratan bagi eksportir ke beberapa negara yang memberlakukan Green Port seperti negara Australia dan New Zealand sebagai Negara tujuan ekspor.

Sucofindo menyediakan lima jasa yang terkait dengan Green Port, seperti Blueprint Green Port, Pembuatan Teknis Implementasi Green Port, Audit Energi Pelabuhan & Port Reception Facility, Pelatihan Green Port dan Green Port Award.

Dengan diimplementasikannya konsep Green Port ini, Rozain berharap dapat meningkatkan daya saing dari pelabuhan itu sendiri baik untuk main business dari sebuah perusahaan maupun bagi unit pendukung dari suatu fasilitas industry dalam persaingan global.

Selain jasa Green Port, Sucofindo juga memberikan layanan lainnya untuk pelabuhan yang dapat dilihat di website resmi Sucofindo yaitu www.sucofindo.co.id. Layanan jasa tersebut antara lain Loading Supervisi, Sertifikasi Peralatan, Non Destructive Testing, Sampling, serta Sistem Manajemen K3.

Source Sucofindo Hadirkan Konsep Green Port

Leave A Reply

Your email address will not be published.