STIAMAK Barunawati Cetak Sarjana Kepelabuhanan

18

07 April 2016

Perkembangan dunia usaha melaju semakin pesat. Kebutuhan tenaga terampil di sektor industri dan perdagangan yang terkait dengan pelabuhan dan trasnportasi, kian dibutuhkan. Berlatarbelakang realita itulah, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi dan Managemen Kepelabuhanan (STIAMAK) Barunawati di Surabaya didirikan.

Menurut Ketua STIAMAK Barunawati, Iwan Sabatini, STIAMAK merupakan satu-satuanya perguruan tinggi yang menekuni sektor kepelabuhanan. “Kami hadir untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) siap pakai, agar bisa mengimbangi pesatnya perkembangan teknologi managemen di sektor kelabuhanan,” ujarnya kepada Suara Karya, beberapa hari lalu.

Tak sama dengan perguruan tinggi biasa, perguruan tinggi yang berada dibawah pengelolaan Yayasan Sekar Laut milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III itu, merupakan kawah candradimuka bagi mereka yang hendak terjun di sektor kepelabuhanan. Mereka menyadari, beragam fasilitas dan managemen di sektor kepelabuhanan semakin modern dan tak bisa lagi diisi oleh sarjana biasa, tanpa sentuhan pengetahuan soal kepelabuhan.

Menurut Iwan, biasanya perusahaan di kawasan pelabuhan harus mengeluarkan biaya besar memberi pelatihan pada para tenaga kerja baru yang berlatar belakang sarjana biasa. Di sisi lain, kebanyakan perusahaan harus berhemat waktu dan biaya untuk mengisi kekosongan posisi. Wajar bila kebanyakan perusahaan pilih mencari alumni dari sekolah tinggi tersebut. Di jajaran Pelindo III group saja misalnya, ada banyak anak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Belum lagi ratusan maskapai pelayaran dan sektor usaha lain di bidang kepelabuhanan yang juga membutuhkan tenaga kerja siap pakai.

Upaya mencetak tenaga yang lebih menguasai lapangan itulah, yang mendorong STIAMAK terus memaksimalkan wawasan para mahasiswanya. Bahkan tidak jarang, mereka yang sudah terjun di sektor kepelabuhanan, masih harus meningkatkan pengetahuan dan wawasannya. Termasuk para mahasiswa yang sudah berstatus sebagai karyawan Pelindo III Group, dan pekerja swasta yang bergerak di bidang pelayaran di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Saat ini, kata dia, perguruan tinggi yang berlokasi di Jalan Perak Barat 173 Surabaya ini hanya memiliki Program Sarjana (S1) Administrasi Bisnis (Konsentrasi Kepelabunanan) dan Program Diploma (D3) Managemen Logistik. Selain mahasiswa ikatan dinas dan karyawan swasta, separuh dari total 400 mahasiswa di perguruan tinggi itu, merupakan mahasiswa murni.

Mereka yang dari kalangan mahasiswa murni juga dipastikan memiliki masa depan cerah. Karena kerja sama dengan anak perusahaan Pelindo III yang bergerak di bidang alih daya, PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS) yang selama ini dikenal sebagai perusahaan pemasok beragam kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor kepelabuhanan. Pelaku Usaha Untuk mendekatkan diri dengan komunitas pelabuhan, para mahasiswa secara berkala diikutkan dalam kuliah umum yang melibatkan para pelaku usaha di sektor pelabuhanan. Secara berkala mereka juga diikutkan dalam workshop, dan berbagaai pendalaman terkait kepelabuhanan di lingkungan kerja Pelindo III.

Bukan hanya itu, STIAMAK juga melakukan program pertukaran mahasiswa dan dosen dengan perguruan tinggi yang terkait dengan kepelabuhanan. Program pertukaran mahasiswa itu di antaranya akan dilakukan dengan Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) dan Akademi Pelayaran Niaga (Akpelni) Semarang. “Kebetulan saya juga pernah mengajar di kampus tersebut,” ujar Iwan Sabatini. Sementara untuk menambah wawasan tentang kepelabuhanan di luar negeri, pihaknya menitipkan pada Yayasan Barunawati Biru yang selama ini sudah bekerjasama dengan usaha pelayaran Korea.

Pihaknya juga memastikan tidak ada dosen yang menyandang predikat Strata 1 (S1) dalam kampus mereka. Sebanyak 30 dosen tetap yang ada di kampus itu memiliki predikat S2, S3 hingga dari kalangan profesional di bidang bisnis. Saat ini, para lulusan STIAMAK banyak yang bekerja di Pelindo III, perbankan dan instansi pemerintah yang terkait pelabuhan, perusahaan pelayaran, perusahaan bongkar muat, perusahaan ekspedisi muatan kapal laut (forwarding), pergudangan ekspor-impor, industri jasa maritim hingga wirausaha.

Source STIAMAK Barunawati Cetak Sarjana Kepelabuhanan

Leave A Reply

Your email address will not be published.