Stakeholders Dialogue, Simpul Penggerak Pelabuhan dan Daya Saing Wisata Daerah

18

01 Juni 2016

Surabaya – Sebagai pintu gerbang perekonomian Jawa Timur dan Kawasan Timur Indonesia (KTI), Pelabuhan Tanjung Perak, memiliki peran strategis dalam menciptakan benchmark pelayanan jasa kepelabuhanan yg prima. Tidak hanya melalui hard power(peralatan bongkar muat, dermaga dan kualitas kolam pelabuhan), melainkan juga soft power, yaitu sinergi antarinstansi yang berkecimpung  di lingkungan kepelabuhanan.

PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III berinisiatif menggagas suatu forum diskusi antarinstansi untuk merangkum tantangan yang dihadapi masing-masing instansi di Pelabuhan Tanjung Perak. Selain itu juga secara simultan membahas alternatif solusi sebagai upaya mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Bertempat di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Stakeholder Dialogue digagas bertepatan dengan semangat Hari Lahir Pancasila (1/6) dengan mengusung tema Kontribusi Pelabuhan dalam Meningkatkan Daya Saing Pariwisata Daerah.

“Kegiatan ini (stakeholder dialogue) kami adakan dengan tujuan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Tanjung Perak untuk membahas tentang isu-isu tematik yang ada guna menjalin simpul yang erat antara peran pelabuhan dan potensi wisata daerah yang ada,” ujar General Manager Pelindo III Tanjung Perak, Joko Noerhudha, saat menjadi salah satu pembicara pada acara tersebut.

Selain Joko Noerhudham hadir pembicara lain, yaitu, Albahori dari Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak; Ketut Asmika dari Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak; Wiwik Widayati dari Dinas Pariwisata Kota Surabaya; Gatot Hariyoso dari Vivo Tour and Travel; dan Heru Nugroho dari Angkasa Pura I.

“Kami dari Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Dinas Pariwisata, sudah berupaya membuat destinasi jujugan yang menarik, namun kami tidak bisa sendiri. Untuk itu, melalui kesempatan yang baik ini, kami harap seluruh elemen yang hadir mampu bersinergi menggerakan geliat pariwisata yang ada”, ujar Wiwik Widayati di sela-sela paparannya.

Gatot Hariyoso dalam paparannya menjelaskan bahwa di dalam menarik kapal pesiar tidak diperlukan hal yang muluk-muluk tapi harus terstruktur dan terjadwal dengan baik, seperti bagaimana mengisi kegiatan untuk para penumpang kapal pesiar selama sandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Misalnya dengan menyelenggarakan cooking class untuk membuat rujak cingur.

“Para penumpang pasti tertarik menggunakan ulegan,” ujarnya.

Di samping itu, menurutnya penyampaian komunikasi dan informasi yang baik adalah hal yang sangat penting karena dapat menarik para penumpang untuk datang ke pelabuhan Tanjung Perak.

“Informasi yang detail akan memberikan kepastian kepada para penumpang cruise,” tambahnya.

Para peserta berpartisipasi aktif di dalam jalannya sesi diskusi dan tanya jawab. Hampir sebagian besar memberikan alternatif dan solusi atas setiap kendala yang saat ini dihadapi. Seperti misalnya saat perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur memberikan alternatif wisata Rumah Majapahit, di daerah Trowulan untuk menunjang objek wisata yang bisa disinggahi baik wisman dan wisnus yang sedang berada di Surabaya.

“Kami mengundang Pelindo III untuk datang ke Rumah Wisata Majapahit,” kata Wati,

salah satu penanya dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, yang langsung disambut teput tangan dari para peserta yang berasal dari Pelindo III. Penanya lainnya, Bambang Priambodo, Dewan Pelaksana Badan Promosi Pariwisata Daerah Jawa Timur, mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi acara Stakeholders Dialogue dan mengharapkan ada kegiatan lanjutan untuk lebih mengkongkretkan.

“Pariwisata harus sustainable (berkelanjutan). Artinya, pariwisata bukan hanya untuk saat ini tapi juga untuk masa akan datang. Oleh karena itu, perlu dibahas secara matang,” kata Bambang Priambodo, Dewan Pelaksana Badan Promosi Pariwisata Daerah Jawa Timur.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Asosiasi Tour and Travel, Agen Pelayaran dan Forum Komunikasi Hotel dan Media Kota Surabaya.

Source Stakeholders Dialogue, Simpul Penggerak Pelabuhan dan Daya Saing Wisata Daerah

Leave A Reply

Your email address will not be published.