Staf Khusus Presiden Tinjau Pengembangan Tahap Kedua Terminal Teluk Lamong

10

21 Juli 2016

Surabaya – Tim dari staf khusus presiden meninjau pengembangan tahap kedua dari Terminal Teluk Lamong (TTL), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (21/7) lalu. Utusan presiden yang hadir yaitu Edy Cahyono, Mujib Ridha, dan Sigit Kurniawan yang didampingi oleh Direktur Keuangan dan Umum TTL Hariyana, mengelilingi terminal ramah lingkungan yang diresmikan oleh Presiden Jokowi tersebut.

“Kami ingin melihat perkembangan pembangunan Terminal Teluk Lamong beserta hambatan yang ditemui saat pengembangan terminal agar dapat segera disampaikan pada presiden”, ujar Edy Cahyono Sugianto, Tenaga Ahli Madya Staff Khusus Presiden RI, selaku pimpinan tim.

Pada pembangunan tahap II, yang menjadi fokus presiden untuk TTL adalah perluasan lapangan penumpukkan (container yard). Hingga kini, TTL memiliki lahan seluas 15,86 hektar, dengan area lapangan penumpukkan yang terbagi menjadi 5 blok dengan dilengkapi 10 unit Automated Stacking Crane (ASC) atau crane peti kemas otomatis. Pada pembangunan tahap II, area penumpukkan akan diperluas menjadi 35,8 hektar, sehingga akan terbagi menjadi 10 blok dengan 20 unit ASC.

Selain memperluas lapangan penumpukkan dan menambah peralatan di dalam terminal, akses menuju TTL juga menjadi hal yang sangat penting untuk ditindaklanjuti. Sebagai pencegah kemacetan, Pemerintah Kota Surabaya bekerjasama dengan Pelindo III akan membuat flyover  atau jalan layang menuju terminal.

“Direncakan flyover akan dibangun mulai dari jalur lingkar luar barat Surabaya menuju gerbang masuk Terminal Teluk Lamong,” jelas Hariyana.

Pembangunan flyover menuju TTL telah dilakukan groundbreaking oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini pada 25 September 2015 lalu. Saat ini sedang dilakukan tindak lanjut untuk proses pembangunan dan penyelesaian yang melibatkan berbagai pihak.

“Aksesibilitas menuju pelabuhan, baik dari laut maupun darat, merupakan hal yang sangat penting bagi arus produksi barang, sehingga harus dipermudah. Akses dari laut, sudah dilakukan revitalisasi oleh Pelindo III dengan pendalaman dan pelebaran Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS). Sedang akses dari darat saat ini sudah mengalami kepadatan. Harapannya dengan percepatan pembangunan flyover menuju TTL, dapat menjadi alternatif pilihan rute agar tidak semakin padat di jalan raya,” tambahnya.

Proses perizinan, pembangunan serta pengembangan terminal memerlukan dukungan penuh dari pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pihak terkait agar percepatan pembangunan sesuai program pemerintah segera terlakasana bagi kesejahteraan bangsa.

Source Staf Khusus Presiden Tinjau Pengembangan Tahap Kedua Terminal Teluk Lamong

Leave A Reply

Your email address will not be published.