SKK Migas Apresiasi Kinerja Pertamina EP Sukowati Field

10

14 September 2018 — Kepala Divisi Exploitation SKK Migas Wahju Utomo mmeberikan apresiasi atas kinerja Pertamina EP (PEP) Asset 4 Sukowati Field ketika melakukan kunjungan kerja ke lapangan tersebut, pada (13/9/2018).

“Saya datang ke sini untuk memberi dukungan dan apresiasi kepada Sukowati Field. Karena melihat tren produksi dari lapangan sukowati yang dioperatori oleh PEP sejak 20 Mei 2018 yang lalu, terjadi peningkatan yang sangat signifikan. Dari awalnya 6.800 BOPD, dalam tiga bulan saja teman – teman bisa meningkatkan produksi hingga menembus 10.000 BOPD,” ujar Wahju.

Wahju meyakini, dengan potensi sub surface dan kemauan serta semangat dari tim PEP, produksi Sukowati masih bisa ditingkatkan.

“Dengan kondisi yang ada saat ini, mulai dari kesiapan teknis dan sinergi antar fungsi di PT Pertamina EP Asset 4, maka kami meminta agar target produksi Sukowati Field pada 2019 mencapai 20.000 BOPD,” jelas Wahju.

Menanggapi arahan dari SKK Migas, Vice President Exploitation PEP Wit Mulya menyampaikan pihaknya akan melihat potensi yang ada di Sukowati untuk mengoptimalkan produksi dan mencapai target yang dicanangkan.

“Kami tentunya sangat senang dengan apresiasi dan dukungan dari SKK Migas dan pihak lainnya untuk kelangsungan produksi Sukowati Field. Terkait dengan target 20.000 BOPD, kami akan pelajari lebih lanjut potensi sumur dan sub surface yang ada dan akan kami lakukan upaya terbaik untuk upaya peningkatan produksi tersebut,” ujar Wit Mulya.

Kondisi Sukowati Field saat ini memiliki 36 sumur dengan 29 sumur sktif, 2 sumur injeksi dan 5 sumur suspend. “Dalam waktu dekat prioritas kami selain memperbaiki Bonding Cement, akan mengaktifkan sumur – sumur suspend agar bisa menambah produksi,” tambah Wit.

Agus Amperianto, selaku Asset 4 General Manager juga menyampaikan, untuk menjawab tantangan target produksi Sukowati Field 20.000 BOPD, perlu ditingkatkan sinergi antar fungsi untuk bisa sama – sama menterjemahkan strategi bisnis ini dalam implementasi di lapangan.

Fokus pada 5 prioritas konsolidasi, yaitu metode eksploitasi yang sesuai, system mata rantai supply pemenuhan barang & jasa, kesiapan SDM, pemenuhan pada aspek perundangan & ketentuan / compliance, serta pemerhatian pada upaya-upaya sinergis dan berkesinambungan terhadap upaya pemberdayaan lingkungan & masyarakat.

Selain sinergi antar fungsi, lanjut Agus, keandalan fasilitas pendukung dan dukungan sosial dari masyarakat dan lingkungan sekitar wilayah operasi sangat penting untuk mendukung tercapainya target 20.000 BOPD ini.

“Karena apabila secara potensi sumur ada namun fasilitas pendukung dan kondisi sosial masyarakat sekitar kurang siap maka akan mustahil untuk tercapai. Karena itu, semua pihak harus bersinergi dengan baik dan menerjemahkan strategi yang tepat untuk memenuhi target tersebut,” tegas Agus.

Source SKK Migas Apresiasi Kinerja Pertamina EP Sukowati Field

Leave A Reply

Your email address will not be published.