Siaran Pers KEK Mandalika

29

SIARAN PERS

Nomor: PR-29/S.MBU.3/10/2017

Bagian Humas dan Protokol Gedung Kementerian BUMN Lantai 12

Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

Telepon (021) 29935678, Faksimile (021) 29935775

KEK Mandalika, Ujung Tombak Perekonomian Nusa Tenggara Barat

LOMBOK, 20 Oktober 2017 – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat akhirnya resmi beroperasi pada Jumat 20 Oktober 2017. Peresmian ini dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo dan didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution selaku Ketua Dewan Nasional KEK dan Menteri BUMN Rini M. Soemarno, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer dan pejabat pimpinan daerah.

KEK Mandalika ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014. Dengan terpenuhinya kriteria kesiapan beroperasi, maka Dewan Nasional memutuskan bahwa KEK Mandalika dinyatakan resmi beroperasi dan siap untuk menerima dan melayani investor. Pengembangan KEK Mandalika sendiri diprioritaskan untuk kegiatan industri Pariwisata dengan pembangunan obyek-obyek wisata dan daya tarik wisata yang selalu berorientasi kepada kelestarian nilai dan kualitas lingkungan hidup yang ada di masyarakat.

KEK Mandalika dikelola PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) di atas lahan seluas 1.175 Ha. Pengembangan kawasan diperkirakan menarik investasi sebesar Rp 28,63 triliun hingga 2025 dan mempekerjakan 58.700 sumber daya manusia. Adapun total investasi pembangunan kawasan di KEK Mandalika diproyeksi menelan dana sebesar Rp 2,2 triliun.

Rini mengungkapkan, pengembangan KEK diarahkan untuk memberikan kontribusi optimal dalam pencapaian agenda prioritas yang tertuang dalam Nawacita. Kehadiran KEK Mandalika diharapkan dapat membangun kemampuan dan daya saing ekonomi melalui industri-industri yang menciptakan nilai tambah (value added) dan mendorong daya saing ekonomi masyarakat NTB di pasar domestik dan internasional.

“Saya ucapkan selamat atas beroperasinya KEK Mandalika NTB. Tentunya kehadiran KEK ini bisa membawa dampak bagi peningkatan perekonomian masyarakat sekitar dan di wilayah Nusa Tenggara umumnya, “ kata Rini. Lebih lanjut Rini berharap, beroperasinya KEK Mandalika nantinya juga akan diikuti dengan KEK lainnya yang telah ditetapkan pemerintah. Hingga Oktober 2017 tercatat sudah ada empat KEK yang beroperasi yaitu KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Lesung, KEK Palu dan KEK Mandalika.

Enam KEK lainnya yaitu KEK Bitung, Maloy Batuta, Tanjung Api-api, Tanjung Kelayang, Morotai dan Sorong masih dalam proses pembangunan. Untuk bisa beroperasi, setiap KEK harus memenuhi tiga kriteria kesiapan yaitu lahan dan infrastruktur kawasan, kelembagaan serta sumber daya manusia dan perangkat pengendalian administrasi.

Abdulbar menambahkan, pihaknya optimistis KEK Mandalika akan mampu membawa multiplier effect perekonomian yang besar bagi masyarakat NTB khususnya masyarakat sekitar kawasan. Sejak ITDC melakukan pembangunan infrastruktur secara intensif di zona inti kawasan, sedikitnya ada 10 unit usaha baru berbentuk homestay, resto, café, dan toko retail memulai usaha di zona Barat kawasan. Jumlah ini diyakini masih akan bertambah sejalan dengan kegiatan pengembangan kawasan dan proyek yang berlangsung. Secara bertahap, diyakini dalam lima tahun ke depan, KEK Mandalika diperkirakan akan mampu menyerap hampir 5000 tenaga kerja lokal. “Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak sehingga peresmian operasionalisasi KEK Mandalika sebagai perwujudan pembangunan Indonesia dari pinggiran dapat terlaksana,”tutupnya.

Sementara itu, untuk mendukung nilai lokal NTB sebagai kawasan Islami serta sebagai salah satu destinasi wisata halal, Menteri BUMN juga ikut meresmikan Masjid Nurul Bilad Mandalika. Masjid ini dibangun oleh arsitektur yang mengadopsi nilai kearifan lokal dari Masjid Bayan, Kabupaten Lombok Utara dan bangunan adat Beleq Sembalun. Masjid ini dibangun di atas lahan dengan luas 5 ha yang mampu menampung total 5.500 orang yaitu 2000 orang di dalam masjid, 500 orang di selasar, 2000 orang di courtyard dan 1000 orang di plaza.

Peresmian Hotel Pullman

Setelah menyaksikan peresmian KEK Mandalika, di lokasi yang sama, Menteri Rini juga melakukan peresmian groundbreaking Hotel Pullman yang disaksikan juga oleh Direktur Utama ITDC, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk dan sejumlah undangan lainnya.

Menteri Rini mengatakan, pembangunan Hotel Pullman menunjukan minat investor terhadap KEK Mandalika untuk mendukung infrastruktur dan hospitality dimana keberadaan hotel merupakan salah satu sarana dan prasarana penting dalam mendukung kemajuan pariwisata di suatu daerah.

“Saya berharap masih banyak lagi investor yang mau berinvestasi di KEK Mandalika untuk terus memberikan dukungan infrastruktur dan sarana prasarana bagi pengunjung di wilayah KEK ini. Pariwisata di suatu daerah tentu tidak akan maju jika tidak ada dukungan keberadaan sarana prasarana yang lengkap. Harapan saya juga, pembangunan hotel ini bisa berjalan tepat waktu dan segera juga diikuti dengan hotel-hotel lain di sekitar,“ ujar Menteri Rini.

Hotel Pullman dibangun atas kerja sama antara PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dengan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung), anak perusahaan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Hotel yang terletak di Lot H4 dengan luas 27.000 m2 tersebut ini akan memiliki kapasitas sekitar 250 kamar, ruang pertemuan yang berkapasitas sekitar 300 orang, villa eksklusif standar bintang 5 dan residence yang direncanakan rampung dibangun pada 2019.

Pembangunan Hotel Pullman dilakukan dalam skema sinergi BUMN, antara ITDC dengan WIKA Gedung yang berinvestasi bersama dalam biaya pembangunan hotel. Dengan ekspertis WIKA Gedung sebagai Total Solution Contractor yang mengedepankan quality dan safety, sinergi ini akan menghasilkan salah satu resort bintang 5 terbaik di Lombok yang mampu bersaing dengan hotel-hotel premium bintang 5 di dunia internasional.

PNM MEKAAR Lombok

Di tempat yang sama, Rini juga melakukan kunjungan kepada sejumlah nasabah Program MEKAAR (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang dikelola oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Dalam kunjungan tersebut, Rini menegaskan, BUMN hadir untuk terus memberikan dukungan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. PNM MEKAAR merupakan wujud nyata keberpihakan pemerintah bagi masyarakat kecil dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

PNM mencatat, di wilayah Nusa Tenggara Barat terdapat 35 cabang MEKAAR, dengan 3,742 kelompok dan sudah menyalurkan pembiayaan kepada 47.810 nasabah dengan jumlah pembiayaan sebesar Rp 95 miliar. MEKAAR cabang Sandubaya misalnya, telah menyalurkan pembiayaan kepada 1.363 perempuan Pra-Sejahtera sebesar Rp 2,726 miliar, dengan jumlah nasabah aktif 1.320 dengan jumlah pembiayaan sebesar Rp 2,135 miliar. MEKAAR cabang Pujut telah menyalurkan pembiayaan kepada 2.370 perempuan Pra-Sejahtera sebesar Rp 4,8 miliar, dengan jumlah nasabah aktif 1.981 dengan jumlah pembiayaan sebesar Rp 3 miliar. Profil para nasabah memiliki latar belakang sebagai pedagang beras, penjual makanan dan minuman, penjual ikan, penjual sembako, pedagang kios kecil dan penenun.

Hingga September 2017, PNM melalui kegiatan pemberdayaan PNM MEKAAR telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 3,35 Triliun, yang disalurkan kepada 1.642.648 perempuan Pra-Sejahtera. Pembiayaan tersebut disalurkan melalui 1.171 kantor layanan PNM MEKAAR yang tersebar di 24 Provinsi di Indonesia. Sebagai komitmen PNM untuk memajukan usaha nasabah, PNM memiliki program pendampingan nasabah melalui kegiatan “Pertemuan Kelompok Mingguan” (PKM) nasabah PNM MEKAAR yang secara berkala terus dilakukan. Jumlah Tenaga Kerja (TK) PNM per September 2017 tercatat sebanyak 21.250 karyawan/ti, termasuk 15.334 karyawan/ti yang bertugas sebagai ujung tombak PNM MEKAAR di seluruh Indonesia.

Informasi lebih lanjut:

Ferry Andrianto

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol

Telp. 021-29935678 ext 1107, Email: ferry.andriant[email protected]

Source Siaran Pers KEK Mandalika

Leave A Reply

Your email address will not be published.