Serah Terima Sertifikat Terkait Rewiring Program Kolaborasi Antara PTDI dan Royal Malaysian Air Force (RMAF) untuk Pesawat CN235-220 RMAF

24

PRESS RELEASE

No. PTD/005/SP-HUMAS/III/2019

Langkawi, 27 Maret 2019 – Humas PTDI

Pada The Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA) Exhibition 2019,  PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI) memberikan Certificate of Completion dan Certificate of Competent kepada Royal Malaysian Air Force (RMAF) dalam Rewiring Program untuk pesawat CN235-220 buatan PTDI yang telah diserahterimakan pada tahun 1998 dan 1999. Dalam Rewiring Program ini PTDI melakukan Transfer of Technology kepada costumer sebagai kerja sama antara PTDI dengan RMAF.

Pesawat CN235-220 yang saat ini digunakan oleh RMAF telah memasuki usia 20 tahun. Untuk dapat memperpanjang usia pesawat tersebut hingga 15 tahun, Sub Direktorat Services PTDI melakukan Service Life Extention Program (SLEP), adapun kegiatannya adalah sebagai berikut: (1) Structure Inspection; (2) Rewiring/Harnesses; dan (3) Replacement of Obsolescence Equipment. SLEP untuk RMAF ditargetkan akan berlangsung selama 2 (dua) tahun, yaitu sebanyak 3 (tiga) unit pesawat CN235-220 dilakukan pada tahun 2019 dan sebanyak 4 (empat) unit pesawat CN235-220 dilakukan pada tahun 2020. Selain untuk RMAF, saat ini PTDI juga sedang melakukan aktivitas SLEP untuk costumer di United Arab Emirates dan ditargetkan kedepannya untuk Brunei Darussalam, Korea Selatan dan Thailand.

PTDI juga memberikan Certificate of Competent kepada 17 engineers dari RMAF yang telah berpartisipasi dalam Rewiring Program.

“Melalui program ini, PTDI diharapkan dapat terus menjaga kapabilitas, mempertahankan kompetensi dan kelaikan pesawat tersebut secara berkelanjutan. Pada Rewiring Program kita bisa mengirim engineer kita ke negara costumer, sehingga pengerjaannya dapat diselesaikan disana,” jelas Elfien Goentoro, Direktur Utama PTDI.

Tentang PT Dirgantara Indonesia (Persero)

PTDI merupakan badan usaha milik negara yang didirikan pada tahun 1976, berlokasi di Bandung, Indonesia. Produk utama yang dihasilkan adalah pesawat terbang, komponen struktur pesawat terbang, jasa perawatan pesawat terbang dan jasa rekayasa. PTDI mampu memproduksi jenis pesawat terbang CN235 yang dilengkapi dengan mission sesuai konfigurasi antara lain: angkut, cargo, paratroop, medevac, patroli maritime bahkan VIP.

Selain itu, PTDI juga mampu memproduksi pesawat terbang NC212i yang juga dapat dilengkapi dengan berbagai mission sesuai pesanan, antara lain: angkut militer, hujan buatan, patroli maritim, navtrain, termasuk medevac. PTDI juga telah mampu menghasilkan pesawat yang merupakan hasil kerja sama industri antara lain : C295 dengan pihak Airbus Defence & Space (ADS), serta helikopter dengan pihak Airbus Helicopters baik yang berbasis di Perancis maupun di Jerman dalam berbagai varian, demikian pula dengan pihak Bell Helicopter Textron dalam beberapa varian.

PTDI bekerja sama dengan LAPAN telah sukses membangun pesawat N219 dan telah sukses melakukan uji terbang perdana pesawat N219 pada tanggal 16 Agustus 2017, pesawat N219 merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 orang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23.

Proses rancang bangun, pengujian, sertifikasi hingga nantinya akan dilakukan proses produksi adalah hasil karya anak bangsa. Pesawat N219 memiliki kemampuan lepas landas di landasan pendek yang tidak dipersiapkan sehingga akan menjadi pendukung konektivitas antar pulau terutama di wilayah Perintis.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi :

Adi Prastowo

Manager Komunikasi Perusahaan & Promosi

PT Dirgantara Indonesia (Persero)

Mobile Phone  : +62 811 2121157

Office Number : +62 22 6053217

Email : [email protected]

Source Serah Terima Sertifikat Terkait Rewiring Program Kolaborasi Antara PTDI dan Royal Malaysian Air Force (RMAF) untuk Pesawat CN235-220 RMAF

Leave A Reply

Your email address will not be published.