Selamat Ulang Tahun PTPN X, Selamat Menghadapi Globalisasi (Bagian III)

6

Rabu, 13 Mei 2015 | Ketiga, salah satu hukum perubahan adalah hukum atas ke bawah (top down). Setiap perubahan harus dimulai dari atas baru kemudian disosialisasikan ke bawah. Jadi sebelum melakukan perubahan, misal membatasi penggunaan fasilitas kantor, pimpinan harus mengurangi dulu fasilitas-fasilitas untuk mereka sendiri. Jika tidak, jangan harap karyawan patuh.

Selain itu pimpinan diharapkan tidak hanya ahli dalam strategi namun juga eksekusi. Seperti kata Muhammad Yunus, penerima nobel dari Bangladesh yang mendirikan Grameen Bank, “Saya meninggalkan cara berpikir seekor burung, yang memungkinkan kita melihat segala-galanya jauh dari atas. Saya mulai melakukan pandangan seekor cacing, yang berusaha mengetahui apa saja yang terpapar persis di depan mata. Saya mencium baunya, menyentuhnya, dan melihat apakah ada sesuatu yang bisa saya lakukan.”

Menurut Rhenald Kasali, perubahan adalah wujud dari adanya kepemimpinan. Pemimpin yang mampu merubah dan memperbaharui hanya didapat dari orang yang memiliki self power. Self power berasal dari inner self bukan outer self. Bukan dari pejabat, penguasa, atau atasan. Ia datang dari dalam pribadi pemimpin itu sendiri. Dari inisiatif-inisiatif beresikonya. Dari kesungguhannya dan dari self discipline-nya.

Keempat, kesiapan SDM secara teknis juga patut mendapat perhatian khusus. Seperti tanaman, manusia juga perlu disirami. PTPN X jangan pernah ragu untuk mengucurkan dana besar demi kegiatan pengembangan karyawan. Dana tersebut bukanlah biaya yang membebani tetapi sebuah investasi masa depan. Karyawan yang dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengembangan, pelan-pelan kinerja dan kontribusinya akan melemah. Karena itu peran pelatihan dan pengembangan menjadi strategis dalam menghadapi perubahan. Pelatihan akan membekali karyawan dengan keterampilan baru guna menghadapi tantangan yang juga baru. Pelatihan yang sifatnya hard/technical skills misalnya, akan sangat membantu karyawan menguasai keterampilan-keterampilan teknis baru. Keterampilan yang bersifat soft/human skills akan sangat membantu karyawan untuk menyikapi perubahan secara lebih arif dan tenang.

Kelima, kepastian kesejahteraan karyawan melalui promosi dan penugasan yang menantang. Dalam buku “Pembelajaran T.P Rachmat,” dijelaskan bahwa semua karyawan pasti ingin dipromosikan ke jenjang karier lebih tinggi. Namun pada saat tertentu promosi itu ada batasnya karena melampaui batas kemampuan karyawan. Meskipun demikian, seseorang harus berusaha sekuat tenaga mengenali dan mencapai batas kemampuannya agar dapat beradaptasi dengan perubahan dan mendapatkan kemajuan. Seringkali seseorang justru berhasil meraih kemampuan terbaiknya setelah ia melewati berbagai kepahitan. Maka, PTPN X seyogyanya memberikan penugasan (assignment) yang menantang, termasuk diantaranya rotasi pekerjaan, agar karyawan berkembang dan pada gilirannya cakap untuk dipromosikan lebih lanjut. Pada awalnya rotasi ini mungkin saja dirasakan pahit oleh karyawan. Namun seiring waktu, karyawan yang rajin belajar justru akan mendapati manfaat penugasan dan rotasi ini di kelak kemudian hari. Sama halnya dengan seekor ikan yang butuh bergerak agar tetap hidup, seorang karyawan juga harus mendapatkan penugasan dan tantangan baru agar tetap bisa menunjukkan kinerja terbaiknya.

Keenam, kurang memanfaatkan teknologi. Teknologi harusnya tidak hanya menjangkau peralatan dalam pabrik. Sekarang apapun ada di genggaman tangan. Pengawasan pabrik dan karyawan bisa ter-update setiap saat dari gadget yang kita punya. Teknologi absensi misalnya, manajer SDM seharusnya bisa memantau kedisiplinan karyawan, siapa yang terlambat, siapa yang tidak masuk, siapa yang paling disiplin. Dari gadget sudah bisa menentukan siapa yang di punishment dan siapa yang dapat reward. Menangkap pencuri atau mendapatkan bukti karyawan yang terlambat cukup dengan melihat rekaman CCTV.

Angka-angka proses bisa dipantau tiap jam melalui email, blackberry messenger, maupun whatsapp. Namun, penerapan teknologi jangan hanya sebagai gaya-gayaan atau penggugur kewajiban. Karena di salah satu pabrik gula, finger print hanya sebagai formalitas, tidak ada action terhadap keterlambatan karyawan maupun reward bagi yang disiplin. Tidak ada yang peduli pada teknologi yang seharusnya sangat memudahkan itu.

Demikian enam faktor internal yang harus segera bisa direalisasikan. Selain faktor internal, faktor eksternal jangan dilupakan. Faktor eksternal memang berada di luar kontrol kita. Perusahaan tidak dapat mengendalikan kondisi lingkungan di sekitarnya, namun perusahaan harus selalu adaptif terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Seperti kata Charles Darwin, siapa yang bisa beradaptasi dengan lingkungan, dia yang akan lestari.

Mudah-mudahan perubahan yang sedang dilakukan dan akan dilakukan menjadikan PTPN X menjadi perusahaan yang lestari, tidak punah dan bertambah besar. Jika seorang anak kecil berulang tahun, biasanya mendapat ucapan “cepat besar ya”. Ucapan itu adalah doa semoga anak tumbuh berkembang, sehat, kuat fisik maupun mentalnya. Jika yang berulang tahun orang dewasa, ucapan yang disampaikan biasanya “semoga sehat dan panjang umur”. Bagaimana jika yang berulang tahun adalah PTPN X? Maka yang didoakan adalah gabungan dari dua harapan di atas: PTPN X terus tumbuh berkembang, sehat, dan berumur panjang. Selamat ulang tahun PTPN X.

Source Selamat Ulang Tahun PTPN X, Selamat Menghadapi Globalisasi (Bagian III)

Leave A Reply

Your email address will not be published.