Selama Asian Games 2018, Pertamedika Kerahkan 80 Tenaga Medis

8

31 Agustus 2018 — Lima puluh tahun sejak pertama kali menjadi tuan rumah Asian Games pada tahun 1962, Indonesia kembali dipercaya untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Semaraknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Berbagai pihak pun ikut mendukung kelancaran perhelatan besar ini. Salah satunya seperti yang dilakukan PT Pertamina Bina Medika. Melalui beberapa rumah sakit yang berada di bawah bendera anak perusahaan Pertamina tersebut, Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Rumah Sakit Pertamina Bina Medika (Pertamedika), Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ), dan Rumah Sakit Pertamina Cirebon ikut berpartisipasi menyukseskan acara ini.

Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dipercaya menjadi tim medis untuk proses Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018. Tim medis RSPP sudah bertugas sejak 16 Juni hingga 10 September 2018. Mereka terdiri dari dokter dan perawat serta tiga unit ambulance dengan peralatan medis yang lengkap.

Direktur RSPP dr. Abdul Haris Prasetyo, Sp.PD mengungkapkan, “Kami menurunkan tim medis terbaik kami yang sudah terlatih untuk mendukung pesta olahraga terbesar di Asia ini. Selain keahlian, salah satu keunggulan RSPP, yaitu jarak kami yang strategis dengan Gelora Bung Karno (GBK), hanya 2,5 km. Jika dicapai dengan ambulance maksimal 8 menit sampai”.

Menurut dr. Haris, RSPP tidak hanya terlibat selama acara Asian Games berlangsung. Tapi juga mengawal dari awal persiapan konstruksi dan latihan Opening Ceremony Asian Games 18 Agustus lalu sampai Closing Ceremony yang dilaksanakan 2 September 2018 mendatang.

“Kami sudah mempersiapkan semuanya sebulan sebelum Asian Games dimulai. Dari pemilihan SDM hingga pelatihan tentang evakuasi, penanganan pertolongan pertama, peralatan kesehatan, serta obat-obatan,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Kepala Manbis RSPP Agus W Susetyo, SKM, MM. “Selama Asian Games 2018, tim medis RSPP bersiaga 24 jam dengan waktu kerja 2 shift. Tim kami akan memberikan penanganan medis untuk panitia dan para penampil. Kami terlibat sejak pembuatan panggung bentuk gunung setinggi sekitar 40 meter. Kami membuat 3 pos, masing-masing di sisi kiri, kanan terdapat pos dan ambulance dengan tenaga lengkap. Selain itu, di back stage tim kami juga ada. Kami siaga dalam pelaksanaan Asian Games 2018,” ujarnya.

Saat ditemui sedang bertugas di Gelora Bung Karno, Senayan, para tenaga medis bercerita mengenai suasana di balik layar Opening Ceremony Asian Games 2018. Dari 40 personil tim medis yang bertugas, beberapa di antaranya ialah DR. Dr. Christiana Linda Wahjuni, SpOT, M.Kes, CCD dan Hari Sutikno S.Kep.

Linda sebagai dokter mengaku sangat bangga dapat berpartisipasi dalam Asian Games. “Perasaan kami sangat bangga sekali. Kami sudah terlibat mulai dari 16 Juni 2018. Wilayah penanganan tenaga medis kami mulai dari pembangunan stage, acara opening Asian Games, dan berlanjut hingga closing Asian Games,” imbuhnya.

“Kami menyebar beberapa pos mulai yang ditempatkan di back stage, tribune cast holding, blue, red, yellow vom dan medical room. Tim medis kami akan melakukan tindakan di tempat untuk kasus ringan. Jika terdapat tindakan emergency, kami akan rujuk ke RSPP untuk kasus khusus,” paparnya.

Source Selama Asian Games 2018, Pertamedika Kerahkan 80 Tenaga Medis

Leave A Reply

Your email address will not be published.