Sasar Konsumen Properti BNI & Agung Sedayu Group Beri Konsultasi Tax Amnesty

19

Jakarta, 28 Agustus 2016 – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bekerjasama dengan salah satu kelompok usaha pengembang properti terkemuka di Indonesia, Agung Sedayu Group memberikan layanan konsultasi pengampunan pajak (Tax Amnesty) kepada para calon pembeli produk properti. Langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap program tax amnesty yang memberikan manfaat bagi para wajib pajak dan sifatnya segera karena waktu berlakunya sangat terbatas.

Konsultasi Tax Amnesty yang diberikan BNI bersama Agung Sedayu Group ini dilaksanakan dengan memanfaatkan momentum berkumpulnya para konsumen dan calon pembeli produk-produk properti yang dikembangkan di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Acara tersebut dilaksanakan di Marketing Gallery PIK 2, Marina Indah Barat, Jakarta Utara, Jakarta, Minggu (28 Agustus 2016). Hadir pada acara tersebut Presiden Direktur Agung Sedayu Group Nono Sampono, Direktur Treasuri & Internasional BNI Panji Irawan, serta Presiden Direktur BNI Asset Management Reita Farianti.

Pada kesempatan tersebut, BNI memberikan konsultasi Tax Amnesty secara one on one dengan pembeli properti atau nasabah BNI. Layanan konsultasi itu dilengkapi juga dengan layanan pembayaran uang tebusan dan pengelolaan dana repatriasi, sehingga layanan yang diberikan BNI bersifat one stop financial services.

BNI membuat booth khusus pada acara tersebut yang dapat memberikan penjelasan secara lengkap mengenai one stop financial services dana repatriasi dan layanan tax amnesty lainnya. BNI memberikan layanan bagi wajib pajak yang ingin memanfaatkan program tax amnesty secara lengkap dengan beragam produk.

Beberapa produk tersebut adalah Trustee, dimana Wajib pajak yang membawa dananya masuk ke Indonesia akan mendapatkan beberapa manfaat jika menggunakan layanan Trustee ini, antara lain harta yang dititipkan dicatat dan dilaporkan terpisah dari harta Bank, sehingga semua harta tersebut tidak dimasukkan dalam harta pailit. Selain itu, dengan kemampuan untuk melakukan pemantauan dan pelaporan lalu lintas dana, Trustee dapat membantu wajib pajak memenuhi kewajiban pelaporan kepada Ditjen Pajak.

Produk lainnya adalah produk Tresuri dan Wealth Management. Melalui Produk Tresuri, nasabah atau wajib pajak dapat memilih berbagai produk seperti Deposit on Call (DOC), Money Market Account, atau Institutional Bond. Apabila pilihannya jatuh pada Institutional Bond, maka wajib pajak juga dapat menempatkan dananya pada Obligasi Pemerintah yang juga menjadi salah satu sumber pembiayaan infrastruktur.

BNI juga menawarkan produk-produk yang diberikan anak-anak usahanya, seperti produk sekuritas yang berperan melayani nasabah sebagai Investment Banking, Fixed Income Brokerage, hingga Equity Brokerage. Para wajib pajak juga dapat memanfaatkan produk-produk Asset Management, antara lain seperti Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT), dan Dana Investasi Real Estate (DIRE).

Sosialisasi di PIK ini merupakan salah satu dari rangkaian sosialisasi tax amnesty yang telah dilaksanakan BNI. Sebelumnya, BNI menjadi bank pertama yang memberikan sosialisasi tax amnesty kepada nasabah dan investor di Singapura pada 29 Juni 2016.

Kemudian, BNI juga aktif dalam program sosialisasi bersama bank-bank milik negara yang terhimpun dalam HIMBARA. Sosialisasi HIMBARA telah dilaksanakan di beberapa kota besar di Indonesia dan luar negeri, seperti di Singapura pada 11 Agustus 2016 dan Hong Kong pada 22 Agustus 2016.

Tax Amnesty merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan para wajib pajak yang sifatnya dibatasi oleh tenggat waktu. Pemerintah memberikan berbagai paket keringanan bagi wajib pajak yang berkenan mendeklarasikan penghasilan kena pajaknya secara terbuka (voluntary declaration) atau membayar pajak yang belum terbayarkan. Kesediaan wajib pajak untuk mendeklarasikan pajak atau membayar pajak akan membantu pemerintah dalam membangun pusat data perpajakan yang jauh lebih akurat serta menghimpun penerimaan pajak yang akan digunakan untuk membiayai pembangunan melalui APBN, terutama pembiayaan infrastruktur.

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:
Kiryanto, Corporate Secretary BNI
Telp.021-5728387, Email: [email protected]

Source Sasar Konsumen Properti BNI & Agung Sedayu Group Beri Konsultasi Tax Amnesty

Leave A Reply

Your email address will not be published.