Sambut Bulan K3 dengan Simulasi Tanggap Darurat

23

09 Januari 2015

“Kriiiiiiiingg!,” lengking alarm bahaya memekik. Bunyinya menggaung di seantero lorong dan koridor tiap subdit di Kantor Pusat Pelindo III, Surabaya. Sejumlah pegawai yang baru saja usai berolahraga di Jumat pagi itu bergegas keluar gedung dengan masih berkostum olahraga. Sementara para pegawai lain yang sudah mulai sibuk dengan komputernya pun tidak ketinggalan. Mereka segera menyusul menuju keluar gedung melalui tangga darurat.

“Api! Api! Api!,” teriak Farida sebagai orang yang pertama kali menemukan sumber api di sudut tangga darurat lantai tiga. Rasa tanggung jawab dan pemahamannya akan cara penanggulangan api awal kebakaran menghalau rasa paniknya. Teriakan ini bukan penanda panik, namun prosedur tanggap bahaya yang harus dilakukan guna membedakan asap potensi kebakaran dengan asap lainnya. Karena adanya teriakan tersebut, dua pegawai lain sigap mengambil tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang tersedia. Dengan tidak lupa mengenakan helm dan rompi safety, mereka berjibaku mencoba mematikan api dalam perannya sebagai Pemadam Api Mula.

Ternyata api terus membesar. Bersamaan dengan lengkingan alarm, aliran listrik pun mati otomatis demi menghindari korsleting. Sejurus kemudian Tim Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PBK) Kantor Pusat membantu mencoba mematikan api. Namun ternyata gagal, sehingga Regu Pemadam Kebakaran Pelabuhan Tanjung Perak harus turun tangan. Hidran yang dalam kondisi siap pakai di sisi tangga lantai tiga membuat Regu Pemadam Kebakaran Pelabuhan Tanjung Perak tak perlu waktu lama untuk menjinakkan api sebelum meluas.

Selain para penjinak api kebakaran, tim evakuasi juga sigap memandu pegawai keluar gedung menuju master point yang ada di tiga titik halaman kantor. Setelah hasil data evakuasi dilaporkan, ternyata ada dua pegawai “hilang” dan tidak turut berkumpul di zona evakuasi. Tim evakuasi segara menyisir di seluruh lantai. Akhirnya dua korban “hilang” ditemukan shock di lantai tiga dan empat. Di tengah hiruk pikuk evakuasi, tim P3K juga berhasil menolong dua korban pingsan dan korban luka. Seorang korban luka dalam kondisi patah kaki karena terjatuh. Usai diberikan pertolongan pertama, kedua korban luka segera ditangani oleh tim dari RS Primasatya Husada Citra (PHC) yang telah siaga dengan ambulans di halaman parkir gedung. Keduanya segera¬† dibawa ke RS PHC guna pertolongan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut merupakan simulasi evakuasi keadaan darurat akibat kebakaran yang diselenggarakan Pelindo III pada pertengahan Desember lalu. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen manajemen perusahaan dalam mengantisipasi keadaan darurat pada gedung kantor terhadap risiko kebakaran, gempa bumi, serta ancaman bom. Pada kesempatan tersebut juga diperagakan praktek Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), peragaan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), dan hidran, serta mobil pemadam kebakaran.

Esensi Simulasi SM Manajemen Mutu & Risiko PT Pelindo III Iskandar Zulkarnain mengatakan, “agar semua pegawai dapat beraktivitas dengan baik tanpa ada kecelakaan kerja dan korban jiwa. Juga diharapkan setiap pegawai memiliki ‘feel and care’ terhadap lingkungan kerjanya. ‘Feel’ dalam artian memiliki rasa dan pemahaman adanya risiko bahaya yang mungkin saja timbul dan ‘care’ dalam artian peduli untuk bertindak mencegah dan menanggulangi bila bahaya terjadi.” Inti dari K3 ialah semua dalam kondisi aman dan terkendali, tambahnya lagi.

Source Sambut Bulan K3 dengan Simulasi Tanggap Darurat

Leave A Reply

Your email address will not be published.