Raga Kuat Pikiran Sehat

17

20 Agustus 2019 | Tak ketinggalan topi berlogo BUMN dan bendera merah putih telah terpasang rapi. Pagi ini, kami menuju ke Lapangan Upacara Kalianda, Lampung Selatan. Tak butuh waktu lama. Selang beberapa menit, kami tiba di lapangan yang sudah mulai dipadati oleh warga Kalianda dan sekitarnya tersebut. Ada bapak, ibu, kakek, nenek, hingga balita. Segala usia. Penjual makanan ringan pun sudah memenuhi sisi pinggir lapangan dan memulai aktivitasnya.

Pagi ini, kami akan mengikuti jalan sehat 5KM. Namun sebelum itu, kami pemanasan terlebih dahulu dengan melakukan senam pagi yang dipimpin oleh instruktur senam. Geser kanan, geser kiri. Tangan kanan, tangan kiri. Kaki kanan, kaki kiri. Kini, kami siap jalan sehat.

Jalan sehat dimulai pukul 7 pagi. Cuaca pagi yang cerah dan udara yang segar pun mendukung kegiatan jalan sehat ini. Sepanjang jalan, kami dapat menikmati pemandangan di sekeliling pusat kota Kalianda. Sesekali kami bercakap dan bersenda gurau untuk menghilangkan rasa penat. Peluh yang mulai menetes pun tak kami hiraukan. Badan justru terasa semakin segar dan kuat. Betul saja. Tak terasa, lima belas menit kemudian kami telah disambut oleh garis finish.

Setibanya di lapangan, kami langsung berkeliling melihat berbagai pameran yang ada. Ada pameran UMKM dari beberapa BUMN di Lampung, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga donor darah. Kami juga menjumpai dan menyicipi sejumlah makanan, seperti otak-otak khas Kalianda. Setelah beristirahat sejenak, kami melanjutken perjalan field trip ke proyek PT Brantas Abipraya.

Menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, akhirnya kami tiba di Pelabuhan Panjang. Sesampainya kami di sana, kami disambut ramah oleh kakak-kakak dari PT Brantas Abipraya yang saat ini tengah melakukan proyek pelebaran dermaga C1 Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Panas terik matahari tidak menyurutkan semangat dan rasa ingin tahu kami. Satu per satu dari kami mengajukan pertanyaan kepada kakak-kakak dari Brantas Abipraya yang disambut dengan antusiasme yang tinggi oleh kakak-kakak.

Sebelum berkeliling lokasi proyek, kami dibekali alat pelindung diri dan safety induction. Kami diberitahu untuk tidak melewati garis batas yang telah dipasang guna menghindari kecelakaan di lokasi proyek. Pengalaman ini semakin istimewa karena ini pertama kalinya kami menggunakan alat pelindung diri. Setelah helm dan rompi terpasang, kami pun menuju ke dermaga untuk melihat proyek yang sedang dilaksanakan.

Sepulangnya dari proyek Brantas Abipraya, kami bertolak ke kantor Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan. Kedatangan kami pun disambut suara kereta api yang hilir mudik dan semilir angin yang sejuk. Di sana, kami juga diberikan alat pelindung diri dan safety induction sebelum melakukan kunjungan ke lapangan. Kami juga diberikan kesempatan mengajukan pertanyaan sebelum melihat langsung proses produksi di lapangan. Setelah diskusi sekitar setengah jam, kami naik bus untuk berkeliling ke site Bukit Asam.

Kami berkesempatan melihat banyak hal baru. Mulai dari ruang kontrol, rotary car dumper, stockpile, belt conveyor, hingga dermaga. Sungguh pengalaman baru yang luar biasa. Kami dapat melihat langsung bagaimana proses batubara sebelum dikirimkan melalui kapal untuk diekspor ke luar negeri atau dikirim ke PLTU di Indonesia. Kami pun berharap Bukit Asam dapat terus berkontribusi bagi tersedianya listrik dan energi di Indonesia.

Matahari yang mulai terbenam pun menyambut kepulangan kami hari itu. Perjalanan hari ini tentu sangat berkesan. Berkesempatan jalan sehat bersama hingga kunjungan ke lapangan adalah perjalanan yang membentuk raga kuat dan pikiran yang sehat.

Source Raga Kuat Pikiran Sehat

Leave A Reply

Your email address will not be published.