Radar Banyuwangi Gandeng Perhutani Dukung Hari Kartini

11

BANYUWANGI SELATAN,PERHUTANI (21/4/2015) – Jawa Pos Radar Banyuwangi menggandeng Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan untuk menampilkan profil Kartini masa kini pada rubrik Radar Banyuwangi Kartini Masa Kini untuk edisi spesial Kartini tanggal 21 April 2015, dan profil Yuli Rusmawati adalah sosok yang dianggap mewakili sebagai salah satu Kartini masa kini oleh Radar Banyuwangi yang melakukan wawancara di Rumah Dinas Administratur KPH Banyuwangi Selatan senin kemarin (20/4).

Selain sebagai seorang istri Administratur KPH Banyuwangi Selatan yang sekaligus sebagai Ketua Paguyuban Istri rimbawan, Yuli Rusmawati juga aktif di kegiatan pemberdayaan di tempat suaminya bertugas.

Ia juga aktif di Yayasan TK Tunas Rimba Perhutani di Benculuk yang programnya pun beragam salah satunya adalah bagaimana caranya peningkatan kualitas anak didik TK Tunas Rimba terus bertambah dengan mitode – mitode dan terobosan serta kemandirian.

Perempuan yang dikenal dengan kemandiriannya itu juga suka berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada ibu-ibu di Paguyuban rimbawan salah satunya adalah memperkenalkan manfaat kayu secang dan daun jati Belanda yang kini langka keberadaanya. Dia memilih dua jenis tanaman herbal tersebut selain memiliki manfaat untuk kesehatan juga menjadi opsi bagi para ibu untuk berbisnis, dalam mensosialisasikan manfaat dari dua jenis tanaman tersebut dia tak tanggung-tanggung mendatangkannya dari Randublatung demi berbagi ilmu untuk meningkatkan wawasan dan kreatifitas ibu-ibu rimbawan.

Selain program pemberdayaan pada anggota paguyuban ia juga memiliki program dibidang pendidikan pada siswa TK Tunas Rimba Perhutani. Dia memberikan keringanan biaya bagi siswa tidak mampu. Diam-diam dia juga kerap memberikan santunan kepada siswa yang yatim dan siswa kurang mampu menggunakan dana pribadinya serta merencanakan pada bulan mei bulan depan dalam rangka memperingati hari pendidikan nasional akan memberikan paket bantuan berupa sarpra sekolah pada anak pesanggem yang berada di pinggir hutan agar mereka tetap bersemangat dalam bersekolah.

Dibalik kesibukannya tersebut, Yuli tidak pernah lupa mengeksplorasi kebudaayan pariwisata Banyuwangi, menurutnya salah satu yang menarik menjadi warga nomaden dalam mempelajari budaya dan wisata di tempat tugas suami seperti kesenian gandrung, barong, kebo-keboan dan lain sebagainya.

”Yang terpenting sosok Kartini tidak hanya menjadi sosok idola, akan tetapi yang terpenting meneruskan perjuangannya. Terima kasih Ibu Kartini berkat perjuangan engkaulah kini perempuan mempunyai kesetaraan gender dengan kaum laki-laki dalam posisi berbangsa dan bernegara dan melahirkan kartini masa kini yang mempunyai jiwa mandiri, cerdas, inovatif dan berkarakter, papar Yuli”.

Source Radar Banyuwangi Gandeng Perhutani Dukung Hari Kartini

Leave A Reply

Your email address will not be published.