Rachmat Gobel Akui Belum Maksimal Soal Implementasi Kebijakan

5

Thu, 29 January 2015 08:55:46 +0700 —¬†Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel mengakui, dalam 100 hari Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih banyak kekurangan yang dilakukan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Rachmat menyebutkan, kekurangan itu seperti halnya penerapan beberapa kebijakan yang masih belum optimal dalam implementasi atau belum sesuai dengan fakta di lapangan.

“Jangan kebijakan yang sudah kita keluarkan itu ternyata bukan memberikan nilai tambah. Itu yang harus kita pelajari,” kata Rachmat di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Selasa (27/1/2015).

Rachmat menuturkan, mengimplementasikan kebijakan dengan fakta di lapangan memang tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Di mana, implementasi kebijakan harus diketahui terlebih dahulu peta dari kebijakan tersebut.

“Kan mengerjakan itu tidak seperti membalikkan tangan, persoalan kan banyak. Kalau untuk mengeluarkan kebijakan saja bisa, tapi untuk mengeluarkan itu kan kita harus mempelajari persoalannya,” tambahnya.

Akan tetapi, Rachmat mengungkapkan bahwa kebijakan yang telah diterbitkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak seluruhnya memberikan dampak yang kurang maksimal. Ada juga kebijakan Kemendag yang memberikan dampak positif.

“Misalnya untuk mendorong ekspor mebel dan kerajinan, SVLK sudah kita selesaikan. Yang menjadi kekhawatiran itu sudah kita selesaikan,” pungkasnya.

Source Rachmat Gobel Akui Belum Maksimal Soal Implementasi Kebijakan

Leave A Reply

Your email address will not be published.