Pupuk Kaltim Bekali Pemahaman Financial Literacy bagi Fasilitator PKBL Anak Usaha PI Grup

36

29 Maret 2019 | Guna meningkatkan kemampuan dan kompetensi fasilitator Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dalam melakukan survei lapangan bagi calon mitra binaan, Pupuk Kaltim melalui Departemen CSR menggelar Pelatihan Survey Pendampingan Peningkatan Financial Literacy bagi Para Fasilitator Program PKBL di Lingkungan Pupuk Kaltim dan Pupuk Indonesia Grup. Pelatihan berlangsung selama 2 hari, 27-28 Maret 2019 di Aula Gedung Diklat Pupuk Kaltim, bekerjasama dengan UGM selaku instruktur pelatihan.

Diungkapkan GM Umum Pupuk Kaltim Nur Sahid, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya Perusahaan dalam meningkatkan kemampuan para fasilitator PKBL, guna mengoptimalkan program pembinaan dan pendampingan yang dilaksanakan. Apalagi PKBL merupakan salah satu program unggulan seluruh anak usaha di lingkungan Pupuk Indonesia Grup, khususnya bagi Pupuk Kaltim yang selama ini konsisten membina masyarakat melalui pengembangan usaha kecil dan menengah pada berbagai sektor. Maka untuk lebih memaksimalkan hal tersebut, peran fasilitator dinilai sangat berdampak terhadap kemajuan program yang digagas, utamanya mampu menjawab kebutuhan sasaran program PKBL dengan baik dan benar. “Melihat pentingnya program (PKBL) tersebut, butuh kompetensi petugas survey yang lebih mumpuni, khususnya evaluasi awal kelayakan usaha calon mitra binaan, serta pembinaan calon mitra binaan,” ujar Nur Sahid saat membuka pelatihan.

Diharap Nur Sahid, pelatihan ini mampu menjawab tantangan bagi para fasilitator PKBL di seluruh anak usaha Pupuk Indonesia, agar optimalisasi program yang digagas dengan berbagai pembinaan serta pendampingan yang dilakukan, bisa terealisasi sesuai target yang ditetapkan, terutama penetapan calon mitra binaan yang layak menerima manfaat program PKBL Perusahaan. “Dengan pengetahuan dan kompetensi dari pelatihan ini, para petugas dapat melakukan survei lapangan dengan penilaian aset usaha calon mitra binaan secara benar,” tambah Nur Sahid.

Mewakili instruktur dari Departemen Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan Fisipol UGM Hempri Suyatna, mengatakan Financial Literacy sangat penting dipahami bagi seseorang dalam memenuhi tujuan keuangan. Begitu pula pada aspek Community Development, sebagai salah satu faktor pendorong terciptanya Operating Cashflow secara benar, guna tercapainya pertumbuhan bisnis bagi yang dipengaruhi berbagai pembiayaan dan piutang. Hal itu pun penting dipahami para fasilitator PKBL, agar program yang dilaksanakan menjadi integrasi penting terhadap pelaksanaan Community Development Perusahaan, sehingga program-program PKBL bisa dimaksimalkan sebagai penentu keberhasilan seluruh program unggulan yang digagas. “Dengan integrasi tersebut, seluruh program PKBL didorong untuk mendukung aktivitas Comdev lainnya di Pupuk Kaltim, agar hasil yang ditargetkan bisa lebih maksimal,” ucap Hempri.

Turut hadir sebagai peserta pelatihan, perwakilan PKBL dari anak usaha Pupuk Indonesia Grup seperti Pupuk Kujang Cikampek, Petrokimia Gresik dan Pupuk Sriwijaya Palembang, didampingi Vice Precident PKBL Pupuk Indonesia Wahyu Supriyanto.

Source Pupuk Kaltim Bekali Pemahaman Financial Literacy bagi Fasilitator PKBL Anak Usaha PI Grup

Leave A Reply

Your email address will not be published.