Pupuk Kaltim Bantu Air Bersih Warga Gusung Terapkan Teknologi Pemurnian Air Hujan

13

02 April 2019 | Pupuk Kaltim membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Gusung dengan mengimplementasikan teknologi pemurnian air hujan menjadi air layak konsumsi senilai Rp160 Juta. Langkah yang dilakukan merupakan sinergi dan kerjasama Pupuk Kaltim bersama PT Kaltim Daya Mandiri (KDM) dan PT Kaltim Industrial Estate (KIE). Upaya ini sebagai bentuk kepedulian Pupuk Kaltim bagi masyarakat Gusung, melihat kebutuhan air bersih bagi warga pesisir terdekat Perusahaan tersebut belum tercukupi dengan baik.

Dijelaskan Staf Departemen CSR Pupuk Kaltim Irma Safni, upaya ini merupakan replikasi program pembinaan wilayah pesisir yang sebelumnya sukses diterapkan di kampung atas air Malahing. Menurut Irma, kehidupan warga pesisir sangat bergantung dengan ketersediaan air bersih, sehingga Pupuk Kaltim membantu merealisasikan dengan menerapkan inovasi teknologi tepat guna. Melalui teknologi pemurnian air hujan, diharap intensitas warga untuk mengambil atau membeli air bersih ke daratan bisa dikurangi, sehingga turut menekan biaya yang dikeluarkan. “Dengan bantuan ini, Pupuk Kaltim berharap dapat meringankan beban warga Gusung untuk menyukupi kebutuhan pokok mereka,” kata Irma, saat menunjukkan teknologi pemurnian air bersih di Pulau Gusung pada 1 April 2019.

Bantuan ini lanjut Irma, sebagai tindaklanjut perhatian serupa yang selama ini telah diberikan Pupuk Kaltim bagi warga Gusung, di antaranya renovasi sekolah, jalan dan pengembangan kapasitas masyarakat, seperti pelatihan pembuatan produk olahan rumput laut, servis mesin kapal dan sebagainya. “Perhatian ini sebagai komitmen Pupuk Kaltim untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gusung, melalui peningkatan kapasitas SDMnya,” tambah Irma.

Mewakili Tim Inovasi CSR Pupuk Kaltim Sugiyanto, mengungkapkan ketersediaan air bersih bagi warga pesisir, sejatinya sangat sulit diadakan. Hal itu merujuk kondisi demografi yang jauh dari daratan dan membutuhkan biaya tinggi untuk mendapatkan air bersih. Begitu juga dengan teknologi desalination thermal dan reverse osmosis, menunjukan sistem pengolahan air laut menjadi air tawar sangat sulit dan memerlukan biaya cukup tinggi. “Makanya Pupuk Kaltim menawarkan solusi mengolah air hujan menjadi air layak konsumsi yang terbilang cukup efisien, karena biaya lebih murah dibanding metode pengolahan air laut menjadi air tawar,” papar Sugiyanto.

Teknologi ini hanya mengandalkan prediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), terkait curah hujan di Kalimantan Timur yang terbilang cukup tinggi. Bahkan untuk tingkat keberhasilan pun optimis terealisasi, karena terbukti sukses di Kampung Malahing. “Warga cukup menampung serta menabung air hujan untuk bisa diolah agar layak konsumsi,” tandas Sugiyanto.

Dilanjutkannya, air hujan hasil penampungan diolah melalui sand fertilizer untuk menyaring berbagai kotoran, karena air yang terkumpul belum sepenuhnya bersih, apalagi setelah mengenai atap rumah dengan berbagai kondisi. Filter berisi karbon aktif yang diperlukan untuk menghasilkan air yang benar-benar bersih.

Melalui sand fertilizer, partikel yang mungkin terbawa dari atap rumah ke tandon penampungan akan langsung tersaring, untuk selanjutnya melewati proses Ultraviolet Sterilizer. Proses ini merupakan tahap utama untuk membunuh bakteri yang terbawa air sebelum dipastikan layak konsumsi. “Jika air telah melewati dua fase filtrasi tersebut, dipastikan bebas bakteri dan kotoran, sehingga dapat dikonsumsi. Alat penyaring juga dapat diganti secara periodik,” terang dia.

Pemilihan teknologi ini dinilai sangat tepat, karena memiliki manfaat optimal bagi masyarakat Gusung. Bahkan ketua RT.03 Gusung Zainuddin, menyebut teknologi ini bisa dimanfaatkan layaknya depo air minum layak konsumsi. “Air hujan selama ini tidak termanfaatkan karena keterbatasan tempat penampungan. Tapi dengan bantuan teknologi ini bisa mengurangi beban warga,” ucap Zainuddin.

Dikatakannya, pemanfaatan air hujan yang disaring dengan teknologi sand filter ini telah digunakan warganya untuk keperluan Mandi Cuci Kakus (MCK) sehari-hari. Meski belum berani untuk mengkonsumsi karena salah satu perangkat Ultraviolet Sterilizer tidak dapat dioperasikan, lantaran aliran listrik tidak memadai pasca kerusakan Solar Cell yang ada. “Tapi yang jelas sangat bermanfaat, sebelumnya kami selalu beli air bersih ke Guntung. Sebulan bisa Rp450 ribu untuk beli air bersih. Namun dengan alat ini warga kini sangat terbantu,” tutur Zainuddin.

Sejak beberapa waktu terakhir, Zainuddin mengaku sudah tidak lagi membeli air bersih karena tampungan air hujan telah mencukupi. Dua rumah warga, mendapat jatah bantuan satu tandon berkapasitas 1.300 liter beserta talang air dan kelengkapan lainnya. “Harapan kami bisa mendapat sekitar 13 tandon lagi untuk kebutuhan warga,” pungkas dia.

Source Pupuk Kaltim Bantu Air Bersih Warga Gusung Terapkan Teknologi Pemurnian Air Hujan

Leave A Reply

Your email address will not be published.