Pupuk Kaltim Angkat Kearifan Lokal Produk Mitra Binaan Di Pameran Adiwastra Nusantara

19

21 Maret 2019 | Pupuk Kaltim kembali fasilitasi promosi produk mitra binaan agar lebih berdaya saing di pasar nasional, melalui pameran bertajuk Adiwastra Nusantara di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC) selama lima hari. Dibuka Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto pada 20 Maret 2019. Pameran Adiwastra merupakan wadah promosi berbagai produk tenun, sulam, sasirangan, jumputan, serta beragam jenis wastra adati yang merupakan budaya khas Nusantara. Diikuti lebih dari 400 pengrajin Industri Kecil dan Menengah (IKM) se-Indonesia.

Pupuk Kaltim fasilitasi 3 mitra binaan yang bergerak pada usaha kerajinan kain tradisional, diantaranya Batik Beras Basah Bontang, Batik Tulis Tradisional Samarinda dan Kain Cempaka Sasirangan Kalimantan Selatan. “Selain bentuk pembinaan dan promosi, kegiatan ini juga upaya meningkatkan produktivitas serta inovasi mitra binaan agar lebih maju dan berkembang,” ujar Staf Departemen CSR Pupuk Kaltim Cantri Winarti, selaku pendamping.

Sejalan dengan tema Wastra Adati Generasi Digital, keikutsertaan tiga mitra binaan tersebut sekaligus menunjukkan peran aktif Pupuk Kaltim dalam mendorong pengembangan UKM, melalui potensi batik dan kain tradisional di era digitalisasi industri 4.0, tanpa meninggalkan kearifan lokal sebagai bagian budaya nusantara. Seperti Batik Beras Basah, mengangkat kearifan lokal Bontang pada corak kain yang diproduksi, hingga mampu menjadi kerajinan batik pertama di Kalimantan Timur yang mendapatkan sertifikat Standart Nasional Indonesia (SNI). “Inovasi itu penting, begitu pula dengan produk yang dihasilkan, bisa menyesuaikan selera dan perkembangan zaman. Namun tetap mempertahankan kearifan lokal di dalamnya,” tambah Cantri.

Beragam karya mitra binaan Pupuk Kaltim diakui Cantri mendapat antusias para pengunjung, melihat banyaknya apresiasi dan tingginya permintaan produk yang dipasarkan. Hal ini pun menjadi kebanggaan dan semangat bagi Pupuk Kaltim, untuk terus membina mitra binaan dengan berbagai terobosan ke depannya. “Kualitas produk mitra binaan Pupuk Kaltim sangat diakui para pengunjung, permintaan pun terbilang tinggi. Itu salah satu hal yang membanggakan,” tutur Cantri.

Niswatun Huda, mitra binaan asal Kalimantan Selatan dengan produk kain Cempaka Sasirangan, mengatakan pembinaan Pupuk Kaltim sangat berdampak terhadap perkembangan usahanya. Tak hanya bantuan modal dan keterampilan, berbagai ajang promosi baik di daerah hingga nasional kerap difasilitasi Pupuk Kaltim, sehingga produknya makin dikenal dengan pasar yang lebih luas. “Salah satunya pameran ini, banyak pengunjung tertarik dengan kain Sasirangan, apalagi permintaan juga tinggi. Selain produk kami makin dikenal, potensi penjualan ke berbagai daerah juga meningkat,” ucap dia.

Begitu pula Lilis Suryani, pengrajin batik tulis asal Samarinda ini juga mengaku sangat terbantu dengan pembinaan Pupuk Kaltim. Usaha yang digelutinya dari nol mampu berkembang perlahan, dengan kualitas produk yang tak kalah dengan kerajinan serupa dari daerah lain. “Satu hal yang terus diingatkan tim Pupuk Kaltim, yakni produk harus berkualitas agar mampu bersaing di pasaran dan komitmen itu kami pegang hingga kini,” kata Lilis.

Adiwastra Nusantara merupakan pameran kain tradisional terbesar di Indonesia, diselenggarakan sejak 2008 atas inisiasi Pegiat Kain Adati Nusantara. Didukung kerjasama Kementerian Perindustrian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perdagangan, Kementerian BUMN dan Badan Ekonomi Kreatif.

Source Pupuk Kaltim Angkat Kearifan Lokal Produk Mitra Binaan Di Pameran Adiwastra Nusantara

Leave A Reply

Your email address will not be published.