Public Relations itu Bukan Superman

16

04 Desember 2015

Surabaya – Public relations officer atau praktisi kehumasan dari suatu korporasi tetap memerlukan dukungan banyak pihak dalam mengatasi situasi krisis yang dialami perusahaannya. Penguasaan ilmu teori komunikasi kehumasan memang perlu, tapi pelajaran dari pengalaman sangat menentukan. Hal ini karena dinamika setiap permasalahan selalu berbeda. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Humas PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III, Edi Priyanto, saat menerima kunjungan mahasiswa peserta Communication Student Summit (CS2), di Surabaya, Jumat (4/12).

Fajar Eko Pambudi, salah satu mahasiswa, menanyakan bagaimana mengelola anggaran (kehumasan) yang terbatas agar dapat memberikan manfaat kehumasan yang optimal pada perusahaan. “Anggaran memang penting, tapi tidak menentukan,” jawab Edi Priyanto. Bagian Kehumasan harus dapat menunjukkan data empiris kepada manajemen terkait manfaat ekonomi yang didapat. Semua harus terkuantifikasi, misalnya data tersaji dalam angka. Edi kemudian menunjukkan data commercial value PR–nya yang mencapai Rp 66,31 miliar dalam satu tahun. “Ini sangat efektif, jika dilihat anggaran publikasi yang ‘hanya’ Rp 2,1 miliar.

Sementara itu, Ketua Acara CS2 Dewa Gede Aris, mengungkapkan bahwa tujuan dari kunjungan ke Pelindo III tersebut ialah untuk mengetahui bagaimana kontribusi Pelindo III, dalam mendukung perkembangan perekonomian dan industri pariwisata. “Pelindo III sebagai pengelola pelabuhan tentunya terkait pada pengembangan industri pariwisata, terutama Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya,” ujarnya.

Edi Priyanto membenarkan bahwa Pelindo III memang sudah aktif mendukung pengembangan pariwisata Surabaya. Misalnya dengan mendukung berbagai perhelatan misalnya Jazz Traffic, membina Kampung Lawas Maspati untuk menjadi destinasi wisata, dan menggelar Pameran Wonderfull East Java di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara setiap ada cruise internasional sandar di terminal  yang bergarbarata itu.

Edi kemudian mengarahkan puluhan mahasiswa finalis CS2 tersebut untuk berkunjung ke Terminal Penumpang Modern GSN di Pelabuhan Tanjung Perak. “Agar kawan mahasiswa melihat sendiri dan dapat mengawasi langsung, bagaimana Pelindo III mengubah image dari pelabuhan yang semula identik dengan kesan kumuh dan tidak aman. Berubah menjadi pelabuhan yang modern, nyaman, dan aman tentunya,” pungkasnya.

Source Public Relations itu Bukan Superman

Leave A Reply

Your email address will not be published.