PTPN VIII respon Positif Pernyataan Bupati Bandung

11

3 Januari 2017 — Pernyataan Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser soal anggapan banyaknya lahan yang dikelola PTPN VIII beralih menjadi kebun sayuran, direspon positif oleh pihak PTPN VIII. Bahkan, hal itu menjadi perhatian untuk terus memperbaiki lahan perkebunan yang mereka kelola. Direktur Manajemen Aset PTPN VIII, Gunara mengatakan, pernyataan Bupati Bandung dinilai sebagai kepeduliannya dan merasa khawatir karena tidak ingin bencana alam banjir bandang seperti Garut terjadi di Kab. Bandung.

“Kami mengapresiasi pernyataan pak Bupati dengan baik. Tapi sebernarnya kamipun terus melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga kondisinya sejak 2014 hingga kini sudah lebih baik,” ujar Gunara di Rancabali Kab. Bandung, Senin (2/1). Hingga sejauh ini, tambah Gunara, pemanfaatan lahan milik PTPN VIII oleh Masyarakat tanpa izin yang digunakan untuk bertani sayuran di Wilayah Cikembang, Kecamatan Kertasari antara 200 sampai 300 hektare dari total lahan seluas 3.000 Ha.

“Mungkin sebagai Kepala Daerah, beliau (Bupati,red) punya keinginan agar semuanya bisa cepat dikembalikan kepada fungsi awalnya dengan tujuan untuk menjaga kelestarian alam. Jadi teguran pak Bupati itu tidak jadi masalah untuk kami, justru sebaliknya menjadi motivasi agara terus berupaya lebih baik lagi,” ungkapnya. Setelah pihak PTPN VIII bertemu dengan Bupati Bandung beberapa waktu lalu, banyak hal yang bisa saling dipahami sekaligus menyamakan persepsi. Karena upaya pemulihan lingkungan, tidak bisa dilakukan secara parsial. Tapi memerlukan kerjasama dari semua institusi, termasuk Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung.

“Kami mendukung upaya-upaya Pemda. Tapi tentunya kami juga perlu dukungan semua pihak, termasuk dari Pemda soal kawasan hijau dalam Perda Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW). Selain itu, mari kita sama-sama saling menjaga lingkungan, termasuk juga masyarakat yang selama ini memanfaatkan lahan PTPN secara tidak sah, agar segera berhenti dan menyadari kesalahannya,” ujarnya. Berdayakan Masyarakat

Selain itu, sambungnya persoalan penggarapan lahan PTPN VIII oleh sekelompok masyarakat tanpa izin, tentunya harus disikapi bersama-sama. Pasalnya, hal ini menyangkut berbagai pihak termasuk pemerintah Daerah agar mengeluarkan kebijakan yang memberikan perlindungan terhadap lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“kalau seperti kawan –kawan di Perhutani, kan ada program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Sementara di PTPN VIII tidak bisa, karena memang tugasnya mengelola lahan. tapi, mari kita sama-sama bicarakan apa yang bisa dikerjasamakan, baik dengan Pemda, Pegiat lingkungan dan Masyarakat. makanya, kami berterima kasih lagi dengan Pak Bupati untuk membahas kerjasama ini,” terangnya.

Seperti diketahui, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser beserta aktivis pegiat lingkungan yang tergabung dalam Konsorsium Sabilulungan (Korsa) dan Masyarakat melakukan penanaman ribuan pohon di Pasir Anjing, desa Cibeureum Kec. Kertasari beberapa waktu lalu. Dilokasi ini terjadi longsor yang menewaskan satu orang. “Musibah longsor waktu itu harus menjadi pelajaran kepada masyarakat untuk tidak merusak alam.” Jelas Dadang.

Dikatakan Dadang, pihaknya akan terus mengajak masyarakat dan berbagai elemen lain khususnya Perhutani dan PTPN VIII untuk terus melakukan restorasi kawasan hulu Sungai Citarum. Informasi mengenai rusaknya kawasan hulu Sungai Citarum, sudah sampai ke Wakil Presiden Jusuf Kalla. Oleh karena itu, Dadang meminta Perhutani dan PTPN VIII untuk segera bekerjasama dalam menghijaukan kawasan hulu sungai Citarum. “Perhutani dan PTPN yang punya lahan di hulu Sungai Citarum, tapi kondisinya malah semakin rusak. Ini berarti Perhutani danPTPN sudah tidak mampu mengelola lahan mereka sendiri,” Jelas Dadang (B. 122)

Source PTPN VIII respon Positif Pernyataan Bupati Bandung

Leave A Reply

Your email address will not be published.