PTDI Siapkan N245

14

11 Oktober 2016 — PT Dirgantara Indonesia (DI) berancang-ancang meramaikan persaingan pesawat komersial untuk 40-50 penumpang. Awal pekan ini perusahaan pelat merah yang bermarkas di Bandung tersebut merilis detail desain pesawat N-245. PT DI optimistis N-245 akan bisa diterima pasar karena sesuai dengan kebutuhan Indonesia serta mampu bersaing dengan pesawat sejenis di kelasnya, yakni ATR42-600 dan Dash8- Q300. Analis penerbangan juga menilai N-245 sangat prospektif dan berpotensi membidik pasar domestik dan kawasan ASEAN. Manajer Hukum dan Humas PTDI Irland Budiman mengemukakan, pihaknya optimistis karena market pesawat komersial masih membutuhkan pesawat dengan kapasitas 45-50 penumpang.

Selain itu masih cukup banyak bandara di Indonesia dengan panjang landasan yang tidak mencukupi untuk didarati oleh pesawat yang berbadan lebih besar seperti ATR72 yang saat ini sudah cukup banyak dioperasikan di Indonesia.

”N-245 paling cocok untuk penerbangan komersial jarak menengah yang menghubungkan antarbandara kecil sehingga dipandang perlu adanya pesawat yang dapat beroperasi di wilayah seperti itu,” ujar Irland saat dihubungi KORAN SINDO.

Analis penerbangan Arista Indonesian Aviation Center, Arista Atmadjati, menilai tepat langkah PT DI mengembangkan pesawat N-245 karena pesawat dengan kapasitas 50 penumpang sangat prospektif serta berpotensi membidik pasar domestik dan kawasan ASEAN.

”Apalagi mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan, N- 245 memiliki aksesibilitas dengan mesin turbo propeller yang banyak dilirik maskapai untuk penerbangan jarak pendek,” kata dia kepada KORAN SINDO di Jakarta kemarin. Menurut dia, dengan bandara sebanyak 233 di dalam negeri, secara ekonomis pesawat tersebut sangat diperlukan dalam rangka konektivitas. Selain mampu memenuhi kebutuhan penerbangan jarak pendek, N-245 juga mampu berperan sebagai feeder di bandara-bandara tujuan wisata. ”Di Jakarta, Bali serta bandara tujuan wisata, pesawat ini sangat sesuai untuk berperan sebagai feeder. Selain aksesibilitasnya yang tinggi, kapasitas penumpangnya juga tidak terlalu banyak sehingga lebih efisien,” ucapnya.

Selain berpotensi di pasar penerbangan domestik, N-245 juga bisa ditawarkan ke negara-negara ASEAN yang memiliki program kepariwisataan. Apalagi pesawat PT DI telah banyak dimanfaatkan negara-negara di kawasan tersebut. Misalnya Filipina yang memanfaatkan pesawat produksi PT DI melalui CN-235.

”Pesawat ini juga bahkan dimanfaatkan Amerika Serikat sebagai pesawat coast guard atau pesawat pengamanan pantai,” ungkap dia. Dia lantas berharap PT DI fokus terhadap produk-produk pesawat yang akan dibuatnya dan berkelanjutan terhadap produksi pesawat ke depan.

”Yang penting jangan panas-panas tahi ayam. N-245 itu pasarnya ada dan besar, kalau fokus saya kira bakal sukses. Apalagi PT DI itu industri milik negara yang merupakan industri strategis sehingga saya kira proses pembuatannya juga telah melalui kajian yang matang,” sebut dia.

Berdasar data yang dihimpun KORANSINDO, dipasar domestik pesawat di kelas 40-50 penumpang dikuasai ATR42- 600. Pada 2014 lalu, misalnya, Lion Group resmi memesan pesawat jenis ini sebanyak 100 buah. Pesawat itu akan dioperasikan oleh sejumlah anak perusahaan maskapai milik Rusdi Kirana tersebut, yakni Wings Air, Malindo Air, Thai Lion Air. Garuda Indonesia pun mengoperasikan pesawat tersebut. Selain menyiapkan N-245, PT DI saat ini tengah menyelesaikan pesawat barunya yang juga diarahkan untuk pesawat komersial, yakni N-219. Pesawat untuk 19 penumpang tersebut rencananya akan terbang perdana pada November 2016 mendatang setelah tes struktur selesai. Saat ini pesawat masih dalam tahap menyiapkan semua keperluan yang harus dipenuhi untuk pembuatan sertifikat terbang pesawat (N- 219 type certificate) bersama otoritas terkait, yakni Ditjen Perhubungan Udara.

Source PTDI Siapkan N245

Leave A Reply

Your email address will not be published.