PT PAL Indonesia (Persero) Mulai Laksanakan Proses Konstruksi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) Untuk TNI AL

15

Surabaya, 09 Juli 2019 – PT PAL Indonesia (Persero) sebagai perusahaan konstruksi di bidang industri marim dan energi berkelas dunia kembali mendapatkan kepercayaan dari TNI Angkatan Laut untuk memperkuat armada dengan pengadaan 1 (satu) unit Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) setelah kesuksesan PT PAL Indonesia (Persero) dalam menyelesaikan 1 (satu) unit Landing Platform Dock KRI Semarang-594 yang diserahkan pada 21 Januari 2019. Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Moelyanto, M.Si (Han) turut hadir pada seremoni first steel cutting Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) yang akan dibangun oleh PT PAL Indonesia (Persero). First steel cutting merupakan langkah awal dalam proses fabrikasi atau pembangunan kapal.

Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut (Aslog Kasal) Laksamana Muda TNI Moelyanto, M.Si (Han) menyampaikan bahwa pemilihan galangan PT PAL Indonesia (persero) didasarkan pada keberhasilan dan pengalaman pt pal indonesia (persero) dalam pembangunan kapal dengan tipe landing platform dock (LPD). Pembangunan kapal – kapal TNI Angkatan Laut yang dilaksanakan di galangan dalam negeri, baik BUMN maupun BUMS, merupakan bentuk komitmen TNI Angkatan Laut untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pemberdayaan potensi nasional.

Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) dengan nomor pembangunan W000302 yang direncanakan rampung dan akan diserahkan pada Oktober Tahun 2021 ini memiliki fungsi untuk operasi sipil maupun bantu militer angkatan laut. Terkait operasi sipil, Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) akan difungsikan untuk bantuan kesehatan sebagai rumah sakit terapung dengan fasilitas poliklinik, unit gawat darurat, fasilitas operasi, rawat inap dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya. Selain itu, Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) ini juga diharapkan akan mampu memperkuat fungsi bantuan kemanusiaan, bantuan bencana alam, transportasi logistik, bantuan pencarian dan penyelamatan serta evakuasi massal.

Selain fungsi operasi sipil, tentunya Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) juga akan difungsikan sebagai operasi bantu militer angkatan laut terkait dukungan untuk diplomasi angkatan laut, kerjasama internasional dan diperuntukkan sebagai landasan helicopter. Kapal dengan panjang sekitar 124 meter, dengan lebar 22 meter, tinggi 6,8 meter, dengan sarat air 5 meter memiliki bobot sekitar 7.300 ton ini di desain untuk dapat melaju dengan kecepatan jelajah sekitar 14 knots dan kecepatan maksimum 18 knots. Direncanakan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) ini akan mampu membawa 120 orang crews, 16 orang helicopter crews, 89 total staf kesehatan, 163 pasien dan 280 orang personil yang dievakuasi.

Dalam acara first steel cutting yang bertempat di fasilitas divisi kapal niaga PT PAL Indonesia (Persero) turut dihadiri oleh Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Mintoro Yulianto, dan Danlantamal V. Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) yang akan dibangun oleh PT PAL Indonesia (Persero) akan menjadi kekuatan baru untuk mendukung peran TNI Angkatan Laut dalam menjaga teritori bangsa bukan hanya dari sektor militer namun kemanusiaan dan kerjasama internasional. Kesempatan yang diberikan oleh TNI Angkatan Laut ini menunjukkan kepercayaan penuh TNI Angkatan Laut terhadap kemampuan PT PAL Indonesia (Persero) untuk menjadi solusi pemenuhan industri pertahanan bangsa.

Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero), Bapak Budiman Saleh menyampaikan bahwa sebagai Lead Integrator Alutsista Matra Laut sebagaimana diatur dalam Undang-Undang no. 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan dan dalam Surat Keputusan KKIP No.KEP/12/KKIP/XII/2013 serta pengalaman membangun berbagai kapal secara mandiri, PT PAL akan selalu siap memenuhi kebutuhan Alutsista Matra Laut yang tertuang dalam Renstra TNI AL.

Source PT PAL Indonesia (Persero) Mulai Laksanakan Proses Konstruksi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) Untuk TNI AL

Leave A Reply

Your email address will not be published.