PT Inka Diawasi Komisaris dari Pejabat K/L

19

26 Juni 2019 | Dalam menjalankan roda perusahaan, PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT Inka diawasi oleh Dewan Komisaris yang andal. Mereka berasal dari para pejabat kementerian atau lembaga (K/L). Siapa mereka? Bagaimana sosoknya?

Pagi itu, sekitar pukul 09.30 WIB di Lantai Enam Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kemen BUMN), Jalan Medan Merdeka Selatan No 13 Jakarta Pusat, suasana berlangsung tenang dan khidmat. Pada Senin, (16/10/2017), Menteri BUMN Rini M. Soemarno selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Inka mengangkat tiga anggota Dewan Komisaris antara lain Haris Munandar N. sebagai Komisaris Utama (Komut), Brahmantio Isdijoso sebagai Komisaris, dan Safri Burhanuddin sebagai Komisaris.

Dengan latar belakang pengalaman yang berbeda, diharapkan dapat memperkuat jajaran Dewan Komisaris serta mendukung kemajuan PT Inka di pasar nasional dan internasional. Selanjutnya diharapkan Dewan Komisaris dapat menjaga kekompakan dan bekerja sama dengan Direksi untuk dapat membawa INKA lebih baik lagi terutama dari kualitas produk dan SDM perusahaan.

Yang menarik, para Komisaris PT Inka itu masih menjabat posisi penting di kementerian atau lembaga (K/L). Haris Munandar yang merupakan Komut PT Inka saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Sekjen Kemenperin).

Sebelum menjabat Sekjen Kemenperin, pria kelahiran Lampung 1959 itu pernah menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri sejak 2015.

Kemudian pada 2010 sampai 2015 sebagai Kepala Pusat Pengkajian Kebijakan dan Iklim Usaha Industri. Sebelumnya Haris pernah menjabat Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) pada Sekretariat Jenderal (Setjen) antara 2008-2010, Konsul Perdagangan pada Konsulat Jenderal di Hongkong antara 2006-2008, Konsul Jenderal RI di Hongkong pada Atase Perindustrian dan Perdagangan pada 2004-2006, Kepala Bidang Basis Data dan Analisa Data pada Pusat Data dan Informasi, Setjen pada 2001-2004.

Terkait jenjang pendidikan, Haris merupakan lulusan Sarjana Administrasi Negara di STIA LAN RI pada 1989, lalu gelar S2 Magister Graduate School of International Development Studies dari Nagoya University Jepang pada 1996 dan jenjang S3 Doktoral PhD in International Cooperation Studies pada 2000 dari Nagoya University Jepang.

Di tengah kesibukannya sebagai Sekjen Kemenperin, Haris masih bisa berkontribusi terhadap pengembangan PT Inka. Misalnya, kolaborasi PT Inka dengan Stadler Rail Group asal Swiss terkait pembangunan pabrik kereta api terintegrasi dan terbesar di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. PT Inka menyiapkan lahan seluas 84 hektare beserta bangunan, sedangkan Stadler menyediakan teknologi, mesin dan pasar. ”Dari kerja sama ini, diharapkan akan membuka akses pasar ekspor baik di Asean maupun regional,” ujar Haris.

Selain itu, melalui partisipasi dalam Pameran ‘Africa Rail’ yang berlangsung di Johannesburg, Afrika Selatan pada 19-20 Juni 2019, PT Inka juga terus berupaya untuk dapat menembus pasar Afrika. PT Inka juga telah berkomunikasi dengan beberapa perusahaan terkait mengenai kemungkinan kerja sama pengembangan perkeretaapian di Afrika antara lain dengan Mozambik, Nigeria, Botswana dan Zambia.

Sosok Komisaris lainnya yakni, Ir Brahmantio Isdijoso M.S. Peraih gelar Master Degree in Agriculture Economics dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1990 ini juga menjabat Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sejak 2 April 2015. Sebelumnya, pria kelahiran Malang pada 1965 itu juga pernah menjadi Kepala Bidang Pengelolaan Risiko Fiskal.

Disusul Dr Ir Safri Burhanudin DEA. Pria kelahiran Ujung Pandang pada 1961 itu menjabat Komisaris PT Inka sejak Oktober 2017. Safri merupakan lulusan Sarjana Bidang Studi Geologi di Universitas Pajajaran Bandung, lalu dilanjutkan di Universite de Bretagne Occidentale, Prancis pada Bidang Studi Marine Geology pada 1994. Safri masih aktif sebagai Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Komisaris terakhir, Dr Ir Leonard V.H. Tampubolon MA. Pria kelahiran Medan pada 1961 ini meraih gelar Master Bidang Pembangunan Ekonomi dari Vanderbilt University USA dan Doktor Bidang Ekonomi dari Claremont Graduate University USA. Hampir 30 tahun dia mendedikasikan untuk Bappenas, dengan menjabat di berbagai bidang antara lain Direktur Keuangan Negara antara 2005-2009, Direktur Perencanan Makro Ekonomi dari 2009 hingga 2014 dan Deputi Bidang Ekonomi sejak 2014 hingga sekarang.

Source PT Inka Diawasi Komisaris dari Pejabat K/L

Leave A Reply

Your email address will not be published.