Prospek Likuiditas Perbankan Tahun 2018

11

4 Januari 2018 | Data terakhir pada bulan Oktober 2017 menunjukkan bahwa likuiditas perbankan masih cukup terjaga, ditunjukan oleh indikator LDR yang sebesar 88,3%. Likuiditas terjaga ini disebabkan oleh laju pertumbuhan kredit yang masih lamban, tercatat sebesar 8,2% (YoY) pada bulan Oktober 2017.

Longgarnya kondisi likuiditas perbankan pada tahun 2017 juga ditunjukkan oleh tingginya penempatan dana perbankan di instrument moneter.

Penempatan dana perbankan di instrument moneter, termasuk instrument berbasis syariah sampai dengan pekan kedua bulan Desember 2017 mencapai IDR487,8 triliun, atau meningkat sebanyak IDR163,5 triliun dibandingkan dengan posisi pada akhir tahun 2016.

BI akan menerapkan kebijakan makroprudensial berupa liquidity buffer agar likuiditas lebih merata.

Kebijakan ini merupakan pengganti kebijakan giro wajib minimum (GWM) sekunder. Penerapan liquidity buffer diharapkan akan membuat bank-bank, baik kecil maupun besar dapat mengakses dana melalui operasi moneter BI ataupun melakukan transaksi repurchase agreement (repo).

Likuiditas di sistem keuangan kemungkinan akan lebih ketat tahun 2018 karena peningkatan pertumbuhan kredit dan penerimaan pajak.

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi yang membaik menjadi 5,3%, dan pertumbuhan kredit dan DPK masing-masing sebesar 12,2% dan 11,2%, kami perkirakan LDR akan naik menjadi 90,2% pada akhir tahun 2018. Selain itu, pertumbuhan penerimaan pajak pemerintah juga kemungkinan akan lebih tinggi sehingga akan turut mengurangi likuiditas di sistem perbankan. Kami memperkirakan likuiditas dari kebijakan fiskal (pengeluaran-penerimaan pajak-penerbitan SBN) akan lebih kecil pada tahun 2018 menjadi IDR282,7 triliun.

Source Prospek Likuiditas Perbankan Tahun 2018

Leave A Reply

Your email address will not be published.