Produk Teh Berkualitas Tinggi Dipromosikan Pasar Domestik

9

11 Juli 2017 — BANDUNG Produsen terbesar teh Indonesia, PT Perkebunan Nusantara VIII berupaya meningkatkan pasar dalam negeri, terhadap sejumlah produk teh berkualitas tinggi. Selain berupaya menjadi teh asal Jawa Barat manjadi merajai di Indonesia, juga berupaya meningkatkan kelas selera masyarakat terhadap produk-produk teh.

Direktur Operasional PTPN VIII, Jhoni H Tarigan, di Bandung, selasa (11/7/2017) mengatakan, langkah tersebut sebagai salah satu upaya membangkitkan kembali ikon teh Jawa Barat, di pasar domestik. Jika konsumen dalam negri diperkenalkan produk-produk teh berkualitas tinggi, diharapkan menjadi terbiasa dan selalu mencari. Ia melihat potensi sangat besar membangkitkan usaha teh Jawa Barat itu karena memilik anugrah lahannya yang sangat subur. Areal perkebunan dan produksi teh menjadi salah satu ikon utama, yang harus semakin dikenal menjadi keterbiasaan konsumsi di dalam negri sendiri.

Dicontohkan, dua produk jenis teh yang potensial dipasarkan dalam negeri, yaitu silver niddle atau dikenal dengan teh putih, serta teh hijau. Walau kedua jenis teh itu diketahui mahal harganya, misalnya silver niddle ( dari beberapa kebun seharga 103 dolar AS/kg atau sekitar Rp 1,3 juta lebih ), juga teh yabukita ( teh hijau jepang  yang diusahakan di Kebun Cisaruni, Garut.

Kamipun ingin memunculkan kembali kebiasaan masyarakat ngeteh alias minum teh di sore hari. Yang dijadikan daya tarik, adalah produk-produk teh berkualitas tinggi, sehingga kebiasaan itu menjadi sesuatu kultur di Indonsia, sedikitnya di Jawa Barat sendiri,” kata Jhoni Tarigan, saat ditemui di Kantor Direksi PTPN VIII Jalan Sindang Sirna. Diharapkan terbiasa

Ia pun optimistis, jika berbagai produk teh kualitas tinggi asal Jawa Barat sudah di kenal para konsumen dalam negeri, para konsumen pun menjadi terbiasa bahkan selalu membutuhkan. Soal harga, untuk sebagian kalangan bukan lagi masalah karena terindikasi sebenarnya daya belinya meningkat.

Jhoni Tarigan membandingkan dengan kini sudah merajainya bisni Kopi Indonesia di dalam negeri sendiri, di mana para konsumen domestik pun sudah terbiasa dengan harga segelas minuman kopi yang relatif cukup mahal. Jika pada bisnis kopi memunculkan profesi barista sebagai peracik kopi, begitu pula untuk komoditas teh juga diharapkan pula bermunculan peracik minuman teh.

Diakui, langkah tersebut juga sebagai salah satu upaya membangkitkan dan memulihkan usaha produksi teh di PTPN VIII yang kondisinya kurang optimal. Salah satu upaya andalan, adalah menggerakan peningkatan minat pasar dalam negeri secara berimbang disamping mengembangkan pasar ekspor. Untuk Komoditas lainnya, disebutkan adalah kelapa sawit. Menurut Jhoni Tarigan, kini terjadi peningkatan produktivitas tenaga pemanen kelapa sawit pada sejumlah unit kebun sawit di lingkungan PTPN VIII.

Disebutkan, produktivitasnya kini rata-rata naik menjadi 860 tandan buah segar (TBS)/orang/hari dibandingkan dengan sebelumnya sekitar 400 TBS/orang/hari, walau sebenarnya masih jauh jika dibandingkan dengan di Sumatra di mana hasil 1.500 TBS /orang/hari tergolong masih kurang. Manfaat penghasilan yang diperoleh tenaga permanen kelapa sawit di PTPN VIII adalah kenaikan jumlah premi di peroleh menjadi antara Rp 1 juta-Rp 2 juta lebih/orang/bulan di atas upah pokok per bulan.

Source Produk Teh Berkualitas Tinggi Dipromosikan Pasar Domestik

Leave A Reply

Your email address will not be published.