Presiden Setujui Usulan Pembangkutan Angkutan Massal dan Infrastruktur Transportasi Jatim

22

26 Februari 2015

Presiden RI, H Joko Widodo akhirnya menyetujui seluruh usulan Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo mengenai sejumlah proyek pembangunan angkutan massal dan infrastruktur transportasi di Jatim. Proyek-proyek tersebut diantaranya perluasan Bandara Internasional Juanda, penambahan kereta komuter, trem, pembangunan double track, dan pembangunan beberapa pelabuhan.

Pakde Karwo seusai rapat tertutup dengan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Negara Jakarta, Rabu (25/2) melalui siaran pers Humas Setdaprov mengatakan, sejumlah usulannya mengenai proyek pembangunan infrastruktur Jatim telah disetujui oleh Presiden, proyek yang menjadi prioritas jangka pendek adalah pembangunan double track dari Surabaya menuju ke Malang, ini karena trafiknya sangat padat dan sering kali terjadi kemacetan.

Proyek lainnya adalah merealisasikan rencana pembangunan angkutan massal di Kota Surabaya, yaitu membangun trem dari terminal Joyoboyo menuju Jembatan Merah, sampai ke Perak. Kemudian membangun monorel dari Keputih, Jl Dr Soetomo hingga ke Lidah Kulon (PTC).  Selain itu, penambahan kereta komuter dari Surabaya-Sidoarjo akan ditambah 3 trem set, Surabaya-Lamongan 2 trem set, dan Surabaya-Mojokerto 2 trem set. Hal ini untuk menggantikan kereta komuter yang saat ini kondisinya sudah rusak dan tidak layak pakai. Serta penambahan kereta komuter jurusan Surabaya-Lawang-Malang-Kota-Kepanjen-Sumber Pucung.

Selain itu, juga telah disepakati bahwa Jatim akan membangun berbagai proyek infrastruktur transportasi massa, yakni pembangunan double track Surabaya-Malang, serta penambahan kereta komuter jurusan Surabaya-Sidoarjo, Surabaya-Mojokerto, dan Surabaya-Lamongan. Ini untuk mengurangi beban kepadatan di jalan. Anggaran untuk penambahan komuter tersebut sebesar Rp 120 miliar. Usulan lain yang disetujui Presiden Jokowi adalah menghidupkan kembali (reaktivasi) jalan rel dari Jombang ke Babat-Lamongan-Gresik-Teluk Lamong. Tujuannya agar ke depan bisa dimanfaatkan untuk mengangkut hasil industri dari 980 ha kawasan industri di Jombang. Pakde Karwo juga mengusulkan reaktivasi rel dari babat ke Tuban untuk mendukung kawasan industri di Tuban.

Sedangkan usulan proyek jangka panjangnya adalah perluasan bandara Juanda. Ke depan, bandara yang terletak di Kabupaten Sidoarjo itu akan dikembangkan dengan membangun 2 landasan pacu (runway) yang direncanakan dimulai tahun ini dan ditargetkan rampung 2019. “Saat ini jumlah penumpang di Bandara Juanda pertahunnya sudah mencapai 17,2 juta penumpang. Sementara kapasitas bandara pada tahun 2014 ini hanya 12,5 juta penumpang. Sehingga kondisi bandara sudah overload,” katanya.

Guna mendukung Bandara Juanda dengan tiga runway ini, akan ada kereta api langsung dari stasiun kereta api Gubeng ke Bandara Juanda. Namanya Elevated Gubeng-Juanda, kereta api khusus yang terintegrasi dengan Juanda Airport City. Proyek ini membutuhkan lahan dengan luas sekitar 4.000 ha. “Untuk pelaksanaan proyek elevated Gubeng-Juanda ini, kami akan segera membuat kontrak kerja bersama pemerintah pusat, provinsi, dan Kota Surabaya, mengenai sharing pembiayaannya. Perkiraannya sekitar Rp 1,5 triliun,” lanjut Pakde Karwo.

Selain perluasan Bandara Juanda, Gubernur juga meminta Bandara Trunojoyo Sumenep bisa segera dioperasikan, termasuk penuntasan runway di Bandara Bawean Gresik untuk segera diselesaikan dan dapat diioperasikan sebelum lebaran Idul Fitri 2015. Proyek lainnya  adalah pembangunan beberapa pelabuhan, yakni di Probolinggo, Pelabuhan Penyeberangan di Paciran-Lamongan dan penyeberangan di Ketapang-Banyuwangi.

Source Presiden Setujui Usulan Pembangkutan Angkutan Massal dan Infrastruktur Transportasi Jatim

Leave A Reply

Your email address will not be published.