Peserta Konferensi Internasional Prepcom UN Habitat III Tercengang Melihat Kampung Lawas Maspati

14

29 Juli 2016

Surabaya – Kampung Lawas Maspati, di Bubutan, Surabaya, sebagai kampung wisata kreatif binaan Pemerintah Kota Surabaya dan Pelindo III dapat simpati oleh peserta konferensi internasional Prepcom UN Habitat III. Para peserta konferensi internasional Prepcom UN Habitat III ini saling berbagi kisah. Wong kampung menceritakan berbagai usaha mereka dalam mengubah kampungnya menjadi asri dan hijau, termasuk dengan mendaur ulang sampah dan mengolah air limbah. Topik itu ternyata sangat menarik bagi para delegasi konferensi tentang pengembangan kota dengan cara yang berkelanjutan tersebut.

Salah satu peserta konferensi internasional Prepcom UN Habitat III asal Universitas Brac, Bangladesh Md Hossain sempat tercengang saat mencicipi minuman herbal hasil olahan dari tanaman lidah buaya (Aloe vera) yang dibuat warga setempat. “Minuman ini tidak hanya enak, tetapi juga berkhasiat untuk kesehatan. Saya berharap warga juga memproduksi dalam bentuk bubuk-siap-seduh dalam kemasan, agar lebih mudah untuk dibawa (didistribusikan). Karena kalau dalam bentuk cair saya sukar membawanya dalam penerbangan,” ujar Md Hossain

Lebih heran lagi diungkapkan peserta konferensi internasional Prepcom UN Habitat III asal Israel Emily Silverman,  dimana dirinya sempat bertanya dan punya kekhawatirannya dengan rumah lawas dimana pemuda masih ingin tinggal dirumah lawas dan terbilang unik “Apakah para generasi muda dari kampung ini masih mau untuk tinggal di sini setelah menikah? Maukah mereka terus bekerja untuk melestarikan (kampung) ini?” tanyanya.

“Meskipun nantinya jika setelah saya menikah, saya tidak tinggal di sini (Kampung Maspati) lagi. Saya akan tetap ikut aktif melestarikan kampung saya ini,” jawab Rifky Imansyah Warga asli Kampung Maspati Bubutan Surabaya pada peserta konferensi internasional Prepcom UN Habitat. Semangat warga kampung seperti yang disampaikan Rifky dan juga terlihat dari semaraknya penyambutan, mulai dari adanya photobooth, atraksi musik patrol, dan sajian minuman lokal, seperti jus markisa dan aneka jamu, yang mengundang kekaguman banyak pihak.

“(Dengan melihat apa yang warga lakukan pada kampungnya) ternyata membuat sesuatu hal yang baik itu tidak terlalu susah. Hal yang terpenting yaitu mau untuk bersama saling membantu dalam komunitas,” ujar Irge Olga Aujouannet dari Dewan Bisnis Dunia untuk Pembangunan Berkelanjutan, Swiss, pada kesempatan yang sama.

Kebersamaan yang ada di Kampung Lawas Maspati tidak hanya antara nilai sejarah dari masa lalu dengan semangat untuk hidup yang lebih baik di masa depan. Juga tidak hanya antara para warga yang tinggal di sana, tetapi juga antarwarga kampung dengan berbagai pihak, seperti dengan Pelindo III sebagai perusahaan yang turun tangan membina kreativitas warga untuk mengembangkan konsep kampung wisata. Kepala Humas Pelindo III, Edi Priyanto, yang dihubungi BISNISKINI, menjelaskan bahwa Pelindo III terus mendorong warga agar mandiri secara ekonomi. Sehingga tidak terpaksa untuk menjual berbagai bangunan cagar budaya yang ada di sana kepada pihak lain.

“Selain Pelindo III sudah membangun selasar serba guna dan memberikan bantuan untuk mempercantik sudut-sudut  kampung. Tanggapan positif dari tamu UN Habitat tersebut selaras dengan usaha Pelindo III untuk mengundang turis kapal pesiar yang sandar di Pelabuhan Tanjung Perak agar singgah di Kampung Maspati,” terang Edi terkait kunjungan peserta konferensi internasional Prepcom UN Habitat III di Kampung Lawas tersebut.

Source Peserta Konferensi Internasional Prepcom UN Habitat III Tercengang Melihat Kampung Lawas Maspati

Leave A Reply

Your email address will not be published.