Pesawat N219 Banjir Pesanan

19

12 Agustus 2016 — Pesawat N219 yang tengah dibuat PT Dirgantara Indonesia (DI) ternyata laris manis di pasaran. Meski baru memasuki uji sayap dan landing gear, pesanan terus mengalir dari dalam dan luar negeri. Direktur Utama PT DI Budi Santoso mengatakan, tahap pembuatan pesawat ini memasuki tahap kritis. Dalam pengujian sayap dan landing gear, benar tidaknya perhitungan- perhitungan tentang pesawat akan diuji. Apabila data dari PT DI benar, proses selanjutnya bisa dilanjutkan. Tes sayap maupun landing gear diperkirakan baru selesai 1-2 bulan mendatang.

”Tes itu merupakan persyaratansebelumpesawatboleh terbang,” ungkap Budi Santoso pada puncak peringatan Hari KebangkitanTeknologi Nasional di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, kemarin siang.

Dalam N219, bagian terpentingnya adalah sayap. Saat tes, sayap diberi beban sama seperti terbang. Ketika simulasi, beban akan dihitung lagi apakah perhitungan dari PT DI dengan gaya yang ada di komponen sama dengan pengukurannya. ”Kalau sesuai kami teruskan, kalau tidak cocok maka akan dilihat apayangterjadi,” urainya.

Pengujian ini sangat penting karena menyangkut keselamatan sebelum pesawat uji terbang. Komponen landing gear juga akan dilihat satu per satu. Setelah lolos, pesawat barulah dapat izin terbang. Izin terbang pertama kali adalah izin eksperimental hingga mendapatkan sertifikat. Selanjutnya diteruskan dengan izin penerbangan komersial. Uji terbang sendiri diperkirakan memerlukan waktu 1,5 hingga dua tahun. Budi menegaskan, N219 ditargetkan sebagai produk yang bagus dan murah.

Jadi, komponen yang dipakai mudah ditemukan di pasar dan digunakan oleh pesawat terbang lainnya. Rencana produksi ditargetkan mulai 2017. Dan dari dalam negeri sudah ada pesanan mencapai 60 pesawat dari perusahaan penerbangan. Mereka akan langsung teken kontrak begitu pesawat lolos uji terbang. Begitu juga dari luar negeri banyak yang menyatakan minatnya untuk memesan N219. ”Bahkan, salah satu negara di Afrika siap memesan 100 pesawat untuk di-assemblingdi sana,” tambahnya.

Pihaknya baru akan menjual ke luar negeri apabila dapat sertifikasi. Setelah disertifikasi dalam negeri, pesawat akan disertifikasi di tingkat Eropa. Dengan permintaan mencapai 60 pesawat, order di dalam negeri baru akan selesai pada 2020. Namun, dia belum tahu apakah dari luar negeri bersedia menunggu hingga 2020. Pilot penguji terbang PT DI Esther Gayatri Saleh mengatakan, secara teknis dirinya harus mengetahui proses pembuatan pesawat.

Mulai rapatrapat teknis, apa yang akan dipasang dalam peralatan, hingga layout. Dalam membuat pesawat, setiap unit yang dipasang harus disaksikan oleh Kementerian Perhubungan. ”Barang yang dipasang harus dipastikan sesuai dengan aturan,” tegas Esther. Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani mengapresiasi riset yang telah diproduksi industri, seperti alat kesehatan, benih unggul, transportasi hingga alat utama sistem persenjataan (alutsista). Dia meminta berbagai riset itu ditingkatkan lebih lanjut oleh semua menteri Kabinet Kerja. Menristek-Dikti M Nasir menyatakan, pembangunan sistem inovasi yang holistis membutuhkan kebijakan yang menstimulus semua aktor inovasi di pemerintah, lembaga penelitian, dunia usaha, dan industri.

Source Pesawat N219 Banjir Pesanan

Leave A Reply

Your email address will not be published.