Pertamina Dukung Penuh Program Mandatori B20

15

07 September 2018 — Cadangan bahan bakar fosil yang kian menipis mengharuskan seluruh pelaku bisnis di sektor energi menemukan adanya sumber energi lain dan tentunya ramah lingkungan. PT Pertamina (Persero) sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi khususnya minyak dan gas (migas) pun turut berupaya mewujudkan hal tersebut.

Berbagai upaya dilakukan guna menemukan sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) demi kelangsungan hajat hidup rakyat Indonesia. Salah satunya dengan mengembangkan Bahan Bakar Nabati (BBN). Hal ini sejalan dengan misi pemerintah yang tengah menerapkan program mandatori Biodiesel 20% atau dikenal dengan istilah B20.

B20 merupakan proses pencampuran BBM Jenis Solar dengan biodiesel sebanyak 20 persen. Kebijakan ini akan diterapkan pada sektor bersubsidi atau penugasan publik (public service obligation/PSO). Namun, kini program mandatori B20 tidak hanya menyasar untuk segmen bersubsidi, tapi juga BBM non PSO.

Salah satu wujud dukungan Pertamina adalah dengan berpartisipasi dalam acara sosialisasi implementasi perluasan insentif biodiesel untuk sektor non PSO yang diselenggarakan oleh  Direktorat Jenderal Minyak dan gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di IPB International Convention Center, Bogor, pada Kamis (6/9/2018).

Dalam sambutannya, Kepala Subdirektorat Harga dan Subsidi Migas, M. Riswi Jilanisaf Hisjam menuturkan, implementasi perluasan insentif biodiesel untuk sektor non PSO juga bertujuan untuk mengatasi defisit anggaran dan pendapatan belanja negara. Termasuk neraca perdagangan migas yang di proyeksikan masih defisit  hingga triwulan dua tahun 2018 sebesar 2,41 milyar USD. Dengan adanya perluasan insentif program mandatori B20, angka cadangan devisa yang dihasilkan diharapkan akan mencapai sebesar 11 milyar USD.

“Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2018  Tentang Perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomor  61 tahun 2015  Tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit. Insentif mandatori B20 yang semula hanya untuk jenis bahan bakar tertentu atau PSO, yaitu Solar bersubsidi menjadi seluruh jenis minyak Solar yang diniagakan oleh badan usaha niaga hulu BBM untuk mengurangi impor serta untuk meningkatkan pemanfaatan biodiesel,”  terang Riswi.

Lebih lanjut Riswi berharap dukungan seluruh pihak terkait, baik BUBBM maupun BUBBN untuk sapat berpartisipasi  mensukseskan mandatori B20 yang saat ini terus digaungkan oleh pemerintah sebagai upaya dalam rangka  memperbaiki defisit neraca perdagangan.

“Kami sebagai bagian dari pemerintah akan senantiasa siap membantu badan usaha dari sisi kebijakan pelaksanaan program perluasan insentif Mandatori B20 ini. Melalui kegiatan hari ini, badan usaha diharapkan dapat mengerti atau memahami dan melaksanakan program  perluasan insentif Mandatori B20 untuk seluruh sektor non pso ini,” ucap Riswi.

Source Pertamina Dukung Penuh Program Mandatori B20

Leave A Reply

Your email address will not be published.