Perkuat Modal Kerja, PNM Terbitkan Obligasi Berkupon 8,7 -10 Persen

23

16/05/2019 | PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III PNM sebesar Rp 6 triliun. Penerbitan Obligasi akan dilakukan secara bertahap, dimana Tahap I Tahun 2019 dengan jumlah pokok obligasi sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun yang terdiri dari dua seri.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menyampaikan, untuk seri A memiliki jangka waktu 3 tahun dengan kupon 8,75 persen -9,75 persen dan seri B dengan jangka waktu 5 tahun dengan kupon 9 persen -10 persen.

Rencananya penggunaan dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2019, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi, akan digunakan seluruhnya untuk modal kerja PNM.

“Dana yang digunakan untuk modal tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah),” ujarnya di Jakarta, Senin (29/4).

Arief mengatakan penerbitan obligasi ini sendiri merupakan langkah startegis yang diambil PNM guna memperkuat permodalan dalam bisnis pembiayaan dan pembinaan UMKM, mengingat pertumbuhan ekonomi sektor UMKM di Indonesia cukup menjanjikan.

“UMKM tentunya memiliki potensi yang besar bagi fondasi perekonomian nasional jika dikelola dengan maksimal. Kehadiran UMKM bahkan membantu pemerintah dalam mengentaskan permasalahan kesejahteraan,” tuturnya.

Sebagai informasi, PNM merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengemban tugas khusus memajukan ekonomi kerakyatan dengan memberikan pembiayaan, pendampingan dan pembinaan usaha kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

PNM memiliki dua produk unggulan yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang diperuntukan kepada pelaku UMKM, serta Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang memberikan layanan kepada perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.

Dalam merealisasikan komitmen untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada nasabah, PNM melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) memberikan pendampingan dan pembinaan usaha kepada nasabah, baik berupa pelatihan tematik hingga pembinaan dan pelatihan kelompok usaha (klaster) yang berdasarkan pada kesamaan wilayah ataupun jenis usaha.

Dalam menentukan bentuk kegiatan PKU, PNM melakukan pendalaman terhadap kendala dan peluang usaha para nasabah, sehingga program PKU kami dapat tepat sasaran dan berdampak. Pendampingan dan pembinaan pun diberikan secara berkala dan berkelanjutan.

Saat ini PNM memiliki 2.457 kantor layanan, yang terdiri dari 62 kantor cabang PNM, 624 kantor layanan ULaMM dan 1.770 kantor cabang Mekaar.

Source Perkuat Modal Kerja, PNM Terbitkan Obligasi Berkupon 8,7 -10 Persen

Leave A Reply

Your email address will not be published.