Perhutani Resmikan Persemaian Biomassa dan Pusat Pelatihan Korea-Indonesia

12

SEMARANG, PERHUTANI (26/2/2015) | Direktur Utama Perum Perhutani Mustoha Iskandar, meresmikan Persemaian Biomassa dan Pusat Pelatihan Korea Indonesia Kerja sama Perum Perhutani Dengan Korea Green Promotion Agency (KGPA) di Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Mliwang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Tanggung, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Semarang, Kamis.

Peresmian dengan ditandai penandatangan Prasasti antara Dirut Perhutani dengan KGPA ini dihadiri sekitar 130 tamu undangan dari jajaran Perhutani dan Anggota Dewan Pengawas, KGPA, Dinas Kehutanan Kabupaten Grobogan, Muspika, dan pesanggem yang berada di wilayah itu. Kerja sama antara Perum Perhutani dan Korean Green Promotion Agency (KGPA) dimulai sejak Maret 2009 dan telah melakukan penanaman 3.300 pohon untuk penelitian pelet kayu di Sentul KPH Bogor. April 2013 ditandatangani MoU penanaman biomassa seluas 500 hektare di Perum Perhutani KPH Semarang Divisi Regional Jawa Tengah.

Bulan Desember 2014 terdapat penambahan luas menjadi 1.500 hektare tanaman biomassa di KPH Semarang dimana seluas 300 ha ditanam di tahun 2014, sisanya akan ditanam pada tahun 2015 ini. Total rencana tanaman biomassa di KPH Semarang seluas 2.000 ha, ini merupakan ukuran minimum untuk membangun pabrik wood pellet sesuai kajian study kelayakan.

Direktur Utama Perum Perhutani, Mustoha Iskandar mengharapkan KGPA segera mewujudkan pembanguan pabrik wood pallet dan Perum Perhutani akan mendukung penyediaan bahan bakunya. Lebih lanjut Dirut berharap bahwa kerja sama antara Perum Perhutani dan KGPA akan sukses di masa mendatang dan masing-masing pihak akan mendapatkan manfaat, termasuk masyarakat di sekitar hutan. “Saat ini perkembangan penanaman glirisidia yang sudah ditanam tahun 2013 seluas 496,8 Ha, tahun 2014 seluas 301,2 ha, serta tahun 2015 direncanakan seluas 199,7 ha”, tambahnya.

Source Perhutani Resmikan Persemaian Biomassa dan Pusat Pelatihan Korea-Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.